TVRINews – New Brunswick, Amerika Serikat

Senegal memiliki beberapa masalah internal yang harus diselesaikan sebelum menghadapi Norwegia pada laga kedua Grup I Piala Dunia 2026.

Markas Timnas Senegal di Piala Dunia 2026 yang berada di Rutgers University, New Brunswick, New Jersey, Amerika Serikat (AS), terasa panas dalam beberapa hari terakhir. Bukan hanya dari kekalahan 1-3 dari Prancis pada laga pertama Grup I namun problem internal tim yang lebih serius. 

Senegal akan bertemu tim kuat lain di Grup I, Norwegia, pada laga kedua di New York New Jersey Stadium, New York, AS, pada Selasa (23/06/2026) pagi WIB. Laga ini sangat menentukan masa depan mereka di Piala Dunia ini. 

Namun, sejumlah masalah kontroversial membayangi persiapan skuad Lions of Teranga, dari status kontrak pelatih sampai pertanyaan soal bonus dan kondisi akomodasi.

Poin yang paling sensitif adalah situasi pelatih Pape Thiaw. Pelatih yang membawa Senegal ke final Piala Afrika (AFCON) 2025 itu, tidak memiliki kontrak yang sah dan belum memperbaruinya. Dikutip dari Sport News Africa dan RMC Sport, ada beberapa poin perselisihan dalam negosiasi. 

Karena FIFA tidak mengizinkan seorang pelatih untuk bekerja tanpa kontrak yang sah, masalah ini sangat mendesak untuk diselesaikan karena dapat menyebabkan intervensi dari komite hukum. 

Ketidakpuasan juga meluas ke para pemain. Kualitas makanan menjadi salah satu keluhan utama, dianggap tidak memadai untuk atlet tingkat tinggi. Kini sudah ada kabar bahwa para atlet telah menggunakan platform eksternal untuk memesan makanan. 

Masih terkait akomodasi, kualitas hotel di New Brunswick, New Jersey, juga menjadi sasaran kritik dari seluruh delegasi Timnas Senegal. 

Masalah lain yang menimbulkan kontroversi menyangkut bonus pertandingan. Meskipun Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah mentransfer semua bonus terkait torehan Senegal (runner-up) di Piala Afrika 2025 ke federasi, sumber-sumber menunjukkan bahwa pemain belum menerima jumlah masing-masing. 

Serangkaian masalah ini muncul pada saat kritis, ketika tim perlu fokus sepenuhnya pada pertandingan melawan Norwegia untuk menjaga harapan mereka lolos ke fase berikutnya.