TVRINews - Noordwijk, Belanda

Dick Advocaat optimistis bisa membawa Curacao lolos dari fase Grup E Piala Dunia 2026 yang juga diisi Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading.

Pelatih veteran asal Belanda, Dick Advocaat, mengaku sangat antusias kembali menangani Timnas Curacao untuk tampil di Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 78 tahun itu bahkan berpeluang mencatat sejarah sebagai pelatih tertua yang pernah memimpin tim di putaran final Piala Dunia.

Advocaat sebelumnya sukses membawa Curacao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya pada November tahun lalu. Namun, ia memutuskan mundur pada Februari 2025 karena kondisi kesehatan putrinya yang memburuk. Posisinya kemudian digantikan kompatriotnya, Fred Rutten.

Meski begitu, Rutten hanya bertahan singkat setelah muncul kabar adanya pemberontakan dari sejumlah pemain yang membuatnya memilih mengundurkan diri awal bulan ini. Situasi tersebut membuka jalan bagi kembalinya Advocaat ke kursi pelatih.

Dalam konferensi pers di Noordwijk, Belanda, Advocaat menegaskan dirinya tidak melihat ada masalah dengan kepulangannya ke tim nasional Curacao.

“Fred Rutten mengundurkan diri sendiri. Jadi saya tidak tahu apa masalahnya,” kata Advocaat dikutip dari Reuters, Jumat (29/5/2026).

Ia mengakui beberapa pekan terakhir menjadi masa yang tidak menyenangkan bagi tim. “Banyak hal yang terjadi. Mungkin semuanya bisa dilakukan dengan cara berbeda,” lanjutnya.

Advocaat juga mengungkapkan bahwa dirinya nyaris tidak berkomunikasi lagi dengan Rutten sejak menyerahkan jabatan pelatih beberapa bulan lalu.

“Saya tidak melakukan kontak dengan Rutten. Hanya sekitar satu jam saat saya menyerahkan pekerjaan itu,” ujarnya.

Ketika federasi sepak bola Curacao menanyakan kesediaannya kembali melatih, Advocaat mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan.

“Saya tidak ragu untuk kembali. Saya tidak tahu kenapa harus ragu,” ucap mantan pelatih Timnas Belanda tersebut.

Curacao menjadi negara terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia. Meski banyak pihak menganggap mereka hanya tim pelengkap, Advocaat justru optimistis timnya bisa membuat kejutan di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu.

“Target kami adalah lolos ke babak berikutnya,” katanya kepada wartawan.

“Ini sesuatu yang belum pernah terjadi untuk Curacao. Antusiasme masyarakat sangat besar. Kebahagiaan mereka begitu indah. Kami di Belanda bahkan bisa belajar dari itu. Kami sangat menantikan turnamen ini,” Advocaat menambahkan.

Advocaat pernah membawa Belanda tampil di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Ia mengatakan atmosfer bersama Curacao jauh berbeda dibanding saat menangani De Oranje.

“Bersama Belanda, tekanan dan ekspektasinya jauh lebih besar dibanding Curacao. Justru itu yang membuatnya menyenangkan bersama Curacao, mencoba mengejutkan semua orang. Ini benar-benar spesial,” kata Advocaat.

Curacao tergabung di Grup E bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading. Advocaat menyebut timnya layaknya klub amatir yang menghadapi raksasa sepak bola dunia.

“Tim amatir juga bisa mengalahkan tim divisi utama. Jadi apa pun bisa terjadi di turnamen sebesar ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh keluarga pemain Curacao akan ikut mendampingi tim selama Piala Dunia berlangsung. Menurutnya, keputusan itu diambil demi menjaga kenyamanan mental para pemain.

“Pemain Jerman memiliki gaji besar, sedangkan pemain kami tidak. Mereka harus berpisah dengan keluarga selama sebulan dan itu terasa berat bagi saya,” jelasnya. “Itulah sebabnya diputuskan kami akan pergi ke turnamen sebagai satu keluarga besar,” kata Advocaat.