Gelandang Timnas Amerika Serikat, Malik Tillman. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - California, Amerika Serikat
Selain mencetak gol, Malik Tillman juga mengatur ritme permainan, membantu pertahanan, hingga memastikan Timnas AS mengendalikan laga meski bermain 10 orang.
Malik Tillman tampil luar biasa dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, Rabu (1/7/2026) waktu setempat atau Kamis pagi WIB.
Pemain bernomor punggung 17 yang membela Bayer Leverkusen itu menjadi sosok sentral di lini tengah Amerika Serikat.
Tidak hanya menyumbang satu gol pembuka, Tillman juga tampil dominan dalam mengatur ritme permainan, membantu pertahanan, hingga memastikan timnya tetap mampu mengendalikan pertandingan meski harus bermain dengan 10 orang setelah Folarin Balogun menerima kartu merah.
Penampilan komplet tersebut membuat Tillman terpilih sebagai Player of the Match versi TVRI Sport. Situs rating ternama Sofascore bahkan memberinya nilai 8,0 sebagai pemain dengan performa terbaik dalam laga tersebut.
Gol Penting yang Mengubah Jalannya Laga
Kontribusi terbesar Tillman tentu datang melalui gol yang dicetaknya. Ia hanya melepaskan dua tembakan sepanjang pertandingan, namun salah satunya berhasil berbuah gol. Efektivitas itu menjadi bukti ketenangan dan kualitas penyelesaian akhirnya di laga berintensitas tinggi.
Secara statistik, Tillman membukukan expected goals (xG) sebesar 0,151, sementara expected goals on target (xGOT) mencapai 0,0939. Angka tersebut menunjukkan peluang yang dimanfaatkannya memang tidak terlalu besar, tetapi berhasil diselesaikan dengan sangat baik.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi The Yanks untuk menguasai pertandingan, sebelum akhirnya memastikan kemenangan 2-0 dan melangkah ke babak 16 besar.
Motor Permainan di Lini Tengah
Peran Tillman tidak berhenti pada gol semata. Sepanjang 90 menit pertandingan, ia terus menjadi penghubung antarlini sekaligus pemain yang paling sering menawarkan diri menerima bola.
Ia mencatatkan 66 sentuhan, menyuplai satu umpan kunci, serta beberapa kali menjadi titik awal serangan Amerika Serikat.
Dalam distribusi bola, Tillman menyelesaikan 23 dari 33 operan. Rinciannya, 10 dari 11 operan sukses di area sendiri serta 13 dari 22 operan di wilayah lawan.
Catatan tersebut memperlihatkan keseimbangan permainannya. Ia mampu menjaga akurasi saat membangun serangan dari belakang, tetapi tetap berani mengambil risiko ketika memasuki sepertiga akhir lapangan.
Selain itu, Tillman juga melepaskan lima umpan silang dengan satu di antaranya tepat sasaran. Ia turut mencoba enam umpan jauh dan berhasil menyelesaikan satu dengan akurat.
Dari sisi kreativitas, ia membukukan expected assists (xA) sebesar 0,1157, menunjukkan bahwa umpan-umpannya beberapa kali membuka peluang bagi rekan setim.
Tetap Bekerja Keras Saat Bermain dengan 10 Orang
Setelah Amerika Serikat kehilangan satu pemain akibat kartu merah Balogun, Tillman justru semakin aktif membantu tim.
Ia memenangi sembilan duel dan kalah dalam enam duel, menunjukkan daya saing tinggi sepanjang pertandingan. Dalam duel udara, ia mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan.
Kontribusinya di sektor bertahan juga tidak kalah impresif. Tillman melakukan tiga tekel, dua di antaranya berhasil merebut bola. Ia juga mencatatkan enam recovery, serta satu sapuan penting untuk mengamankan wilayah pertahanan.
Meski beberapa kali kehilangan bola akibat mencoba membangun serangan, kerja kerasnya tidak pernah menurun. Ia tercatat kehilangan penguasaan bola sebanyak 21 kali serta melakukan tiga sentuhan yang kurang sempurna.
Namun angka tersebut menjadi konsekuensi dari perannya sebagai pemain kreatif yang terus berusaha membawa bola ke depan.
Mobilitas Tinggi Sepanjang Pertandingan
Kemampuan membawa bola menjadi salah satu kekuatan utama Tillman pada laga ini. Ia melakukan 15 kali carry dengan total jarak mencapai 128,62 meter. Dari jumlah tersebut terdapat satu progressive carry, sementara progresi terjauh dalam satu aksi mencapai 9,32 meter.
Secara keseluruhan, progresi bolanya mencapai 41,89 meter, membantu Amerika Serikat keluar dari tekanan Bosnia-Herzegovina, terutama setelah harus bermain dengan 10 pemain.
Selain itu, Tillman juga mampu memancing dua pelanggaran dari lawan sehingga memberi kesempatan timnya mengatur ulang tempo permainan.
Konsisten Sepanjang Piala Dunia 2026
Penampilan apik melawan Bosnia-Herzegovina melanjutkan performa konsisten Tillman sepanjang Piala Dunia 2026.
Dari empat pertandingan yang telah dijalaninya, gelandang berusia 24 tahun tersebut telah mencatatkan satu gol dan satu assist dalam total 275 menit bermain.
Ia juga sudah menciptakan dua peluang emas, mengoleksi enam umpan kunci, serta mencatat 89 operan akurat dari 116 percobaan, atau tingkat akurasi mencapai 76,7 persen.
Dalam duel satu lawan satu, Tillman membukukan lima dribel sukses dengan persentase keberhasilan 45,5 persen. Ia juga memenangi 23 duel, enam tekel sukses dengan tingkat keberhasilan 83,3 persen, serta mencatat kecepatan maksimum 31,71 km/jam.
Kehadirannya di lapangan juga bertepatan dengan dua clean sheet yang berhasil diraih Amerika Serikat sepanjang turnamen.
Layak Menjadi Pemain Terbaik
Melihat keseluruhan penampilannya, tidak berlebihan apabila Malik Tillman dinobatkan sebagai Player of the Match versi TVRI Sport. Ia bukan sekadar mencetak gol pembuka, tetapi juga menjadi motor permainan Amerika Serikat di berbagai fase pertandingan.
Kemampuannya menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, ditambah etos kerja yang tetap tinggi ketika tim bermain dengan 10 orang, menjadi faktor penting di balik kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina.
Jika Tillman mampu mempertahankan performa seperti ini, ia berpeluang menjadi salah satu pemain kunci dalam perjalanan Amerika Serikat di babak-babak selanjutnya pada Piala Dunia 2026.