Ilustrasi kartu merah. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Mexico City, Meksiko
Aturan baru FIFA soal hukuman kartu kuning di Piala Dunia 2026, terbilang agak ringan.
Piala Dunia 2026 akan dimulai lima hari lagi, saat salah satu tuan rumah, Meksiko, menghadapi Afrika Selatan pada 11 Juni di Estadio Azteca, Mexico City.
Mulai saat itu, seluruh tim yang berambisi lolos dari fase grup tidak hanya memerlukan pemain dalam kondisi terbaik namun juga membutuhkan kedisiplinan mereka.
Akumulasi kartu kuning jelas bakal dibayar mahal. Sementara, kartu merah bisa menjadi bencana buat tim-tim nasional karena akan sangat berpengaruh pada sejauh mana mereka akan melangkah.
Berikut TVRI mencoba menjelaskan secara singkat seperti apa sanksi yang akan diterima jika menerima kartu kuning maupun kartu merah di Piala Dunia 2026.
Penerapan Hukuman untuk Kartu Kuning
Seorang pemain akan langsung dihukum jika menerima dua kartu kuning dari dua pertandingan berbeda. Praktis, ia harus absen pada pertandingan berikutnya.
Hukuman larangan bermain di satu pertandingan ini diterapkan di laga fase grup dan babak gugur (sampai 16 besar), serta berlaku juga untuk staf dan pemain di bangku cadangan.
Artinya, siapapun dia – pemain, pelatih, hingga staf – yang menerima dua kartu kuning dari pertandingan pertama dan ketiga di grup, atau laga kedua dan ketiga, otomatis akan absen di babak kedua (32 besar).
Dua kartu kuning dari dua pertandingan babak gugur juga akan dihukum absen di satu laga, meskipun ini hanya berlaku di 32 besar dan 16 besar.
Sanksi untuk Kartu Merah
Berapa lama atau pertandingan seorang pemain atau staf tidak bisa turun jika menerima kartu merah sangat tergantung dari jenis pelanggaran yang dilakukan, dan FIFA bisa memberikan sanksi “lebih berat”.
Untuk kartu merah langsung atau dua kartu kuning dalam pertandingan yang sama, hukumannya jelas larangan main di satu laga berikutnya. Namun, FIFA bisa menjatuhkan hukuman lebih berat jika larangan satu laga dirasa tidak cukup untuk pelanggaran yang dilakukan.
Jika hukuman tidak bisa dijalankan di Piala Dunia, maka sang pemain atau staf harus melanjutkan pada pertandingan internasional FIFA berikutnya.
Kapan Penghapusan Kartu Kuning Dilakukan
Amnesti (penghapusan) kartu kuning di Piala Dunia 2026 akan dilakukan dua kali, pertama setelah fase grup selesai lalu yang kedua setelah perempat final.
Ini artinya, setelah perempat final, seorang pemain atau anggota staf hanya mungkin dilarang tampil di semifinal atau final karena menerima kartu merah.
Sementara itu, jika pemain menerima kartu kuning di 32 besar dan 16 besar, ia bakal dilarang turun di perempat final. Namun, mendapat dua kartu kuning dari 16 besar dan perempat final tidak akan membuat pemain maupun staf dilarang muncul di semifinal.