Laga final Piala Dunia 2002 menampilkan Timnas Jerman vs Timnas Brasil. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Yokohama, Jepang
Brasil juara Piala Dunia 2002 setelah menang 2-0 atas Jerman lewat dua gol Ronaldo Nazario.
Kekuatan sepak bola dunia bertemu di final, Brasil dan Jerman, menjadi peristiwa yang sangat menarik dari Piala Dunia 2002. Brasil adalah peraih empat gelar Piala Dunia sebelum final yang digelar di Stadion Yokohama, Jepang, 30 Juni 2002,
Tim Samba juara Piala Dunia 1958, 1962, 1970, dan 1994. Sementara Jerman juara Piala Dunia 1954, 1974, dan 1990. Brasil empat kali juara Piala Dunia sedangkan Jerman tiga kali juara Piala Dunia.
Dua tim raksasa dunia ini berbenturan di final Piala Dunia 2002 yang bagi sebagian besar publik sepak bola dunia adalah "final ideal". Ini menjadi final yang memang dinantikan, apalagi ini duel pertama kali bagi keduanya dalam sejarah sepak bola di laga kompetitif seperti Piala Dunia.
Laga final ini dipimpin oleh wasit ternama, Pierluigi Collina. "Saya akan tetap mencoba menempatkan kaki saya di bumi," kata wasit asal Italia tersebut, saat itu menggambarkan tugas memimpin laga final antara dua tim raksasa sepak bola.
Brasil dan Jerman sebelumnya memang belum pernah bertemu di Piala Dunia. Brasil ke final Piala Dunia 2002 ini dengan performa meyakinkan, meraih kemenangan di setiap pertandingan. Dalam fase grup, mereka mengalahkan Turki 2-1, Cina 4-0, dan Kosta Rika 5-2.
Di 16 besar, Brasil mengalahkan Belgia 2-0, menekuk Timnas Inggris 2-1 di perempat final, dan menang 1-0 atas Turki di semifinal. Kemenangan Brasil di final membuat Tim Samba saat itu menjadi tim pertama dan satu-satunya dalam sejarah yang juara Piala Dunia tanpa harus melalui extra time atau penalti.
Sementara itu, Jerman ke final ditandai dengan kemenangan besar di laga pertama fase grup, menggulung Arab Saudi 8-0, dilanjutkan dengan imbang 1-1 lawan Republik Irlandia, dan menang 2-0 atas Kamerun.
Jerman kemudian meraih kemenangan dengan skor identik 1-0 saat lawan Paraguai di 16 besar, Amerika Serikat di perempat final, dan Korea Selatan di semifinal.
Final Jerman vs Brasil ini juga mempertemukan dua pelatih, Rudi Voller vs Luiz Felipe Scolari. Dua playmaker yang di masa itu dalam performa terbaik, Bernd Schneider vs Ronaldinho, dan dua mesin gol yang juga menjadi perhatian, Ronaldo vs Miroslav Klose.
Namun, Timnas Jerman sebenarnya tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya karena mereka tanpa gelandang andalan, Michael Ballack yang terkena sanksi kartu. Sebaliknya, Brasil sudah dapat menurunkan Ronaldinho yang absen di semifinal juga karena sanksi kartu.
Brasil menggunakan skema 4-3-1-2 mengandalkan Ronaldo dan Rivaldo di lini depan. Dengan gelandang kreatif seperti Ronaldinho di belakang mereka, lini depan Brasil terdiri dari trio R yang mematikan.
Trio ini menjadi ancaman bagi kiper Oliver Kahn yang sebelum final Piala Dunia 2002 ini hanya kemasukan satu gol. Christoph Metzelder, Carsten Ramelow, dan Thomas Linke menjadi trio di jantung pertahanan Jerman. Kehadiran Jens Jeremies sebagai gelandang bertahan dalam pola 4-3-1-2 diharapkan juga bisa membatasi permainan atau aliran bola lini tengah Brasil.
Namun, serangan Brasil terlalu besar untuk diredam. Dua gol Ronaldo dalam tempo 12 menit memperlihatkan kekuatan dan ketajaman sang bintang. Gol pertama yang tercipta di menit ke-67 memperlihatkan reaksi yang cepat dalam melihat peluang, serta pergerakan kecepatannya.
Berawal dari kesalahan gelandang Timnas Jerman, Dietmar Hamann, yang terlalu lama menguasai bola di dekat jantung pertahanan timnya. Ronaldo melihat situasi tersebut langsung mencoba merebut bola di kaki Dietmar Hamann dan berhasil.
Ronaldo kemudian membawa bola tersebut, memberikan umpan kepada Rivaldo yang kemudian diteruskan rekannya itu dengan tembakan yang keras. Kiper Timnas Jerman, Oliver Kahn, terlihat seperti berhasil meredam bola tembakan Rivaldo.
Namun, ternyata Oliver Kahn gagal mengamankannya, bola memantul dan ketika itulah Ronaldo begitu cepat datang menyambar bola tersebut, melepaskan tembakan keras yang tanpa bisa diantisipasi Oliver Kahn.
Gol tersebut membuat Oliver Kahn tercengang, begitu juga dengan rekan setimnya di lapangan. Kekhawatiran di bangku pemain Timnas Jerman juga terlihat. Dan, akhirnya hanya 12 menit setelah gol pertama (menit ke-79), Ronaldo mencetak gol keduanya di pertandingan ini.
Berawal dari dari sisi kanan serangan yang dibangun Cafu dan Kleberson, Brasil menciptakan peluang. Umpan silang mendatar Kleberson berhasil mengarah kepada Rivaldo. Namun, saat itulah Rivaldo memperlihatkan trik, melompat membiarkan bola tersebut mengarah ke Ronaldo dan dengan kaki kanannya melepaskan tembakan keras yang lagi-lagi tidak dapat dihentikan Oliver Kahn.
Dua gol Brasil saat itu memperlihatkan kerja sama yang padu dan koneksi yang kuat antara Rivaldo dan Ronaldo. Rivaldo yang lebih senior, saat itu berusia 30 tahun, memberikan dukungan kepada juniornya, Ronaldo, yang ketika itu berusia 25 tahun.
Air Mata Luis Felipe Scolari
Brasil pun juara Piala Dunia 2002, gelar yang kelima dalam sejarah sepak bola Tim Samba saat itu. Setelah laga berakhir, air mata Luiz Felipe Scolari pun jatuh ketika dia memberikan pernyataan atau komentarnya pada pers dengan nada penuh emosional.
"Sebelum pertandingan, kami mengatakan kepada pemain bahwa menjadi peringkat kedua sama saja dengan menjadi peringkat terakhir bagi Brasil. Kami ingin menjadi juara, menjadi yang pertama tapi bermain dengan penuh sukacita dan kegembiraan, dan itulah yang kami lakukan," kata Luiz Felipe Scolari.
"Saya merasakan sukacita dan kebahagiaan atas kemenangan kami dan saya ingin seluruh bangsa Brasil mengingat wajah-wajah pemain ini yang bermain dengan penuh sukacita, dan kita semua akan merayakannya bersama."
"Kami telah menyelesaikan tugas kami, dan itu adalah tugas yang membutuhkan kerja keras. Ini adalah momen bersejarah. Piala Dunia akan kembali ke rumah, dan bagi Brasil untuk menjadi juara lagi adalah hal yang tak terlupakan," dia menambahkan.
Ronaldo pun menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan Brasil meraih gelar Piala Dunia 2002. Dia juga menyampain terima kasih kepada fisioterapi yang selama ini telah membantunya untuk pulih dari cedera lutut yang dia alami.
"Saya telah berusaha selama dua setengah tahun untuk berusaha pulih dari cedera ini dan hari ini Tuhan memberikan ini kepada saya dan kepada Timnas Brasil. Saya sangat Bahagia," kata Ronaldo.
"Bisa menggenggam trofi Piala Dunia di tangan saya, yang saat ini baru saja saya alami, adalah salah satu momen paling menakjubkan dalam kehidupan saya. Jika saya ditanya apa impian paling tidak mungkin, saya kira saya tidak akan pernah mempertimbangkan sukses ini," dia menambahkan.
Sukses ini sekaligus juga mengobati kekecewaan Timnas Brasil dan juga Ronaldo di Piala Dunia sebelumnya yaitu 1998 yang ketika itu kalah 0-3 dari Prancis di final. "Kini kami merasakan perasaan yang hilang saat kami kalah dari Prancis," kata Ronaldo.
Hasil dan Susunan Pemain Final Piala Dunia 2002
Tanggal: 30 Juni 2002
Jerman 0-2 Brasil
Gol: 0-1 (Ronaldo, 67), 0-2 (Ronaldo, 79)
Jerman (3-4-1-2): Oliver Kahn; Thomas Linke, Carsten Romelow, Christoph Metzelder; Torsten Frings, Dietmar Hamann, Jens Jeremies/Gerard Asamoah (77), Marco Bode/Christian Ziege (84); Bernd Schneider; Miroslav Klose/Oliver Bierhoff (74), Oliver Neuville
Pelatih: Rudi Voller
Brasil (3-4-1-2): Marcos; Lucio Ferreira, Edmilson, Roque Junior; Marcus Cafu, Gilberto Silva, Jose Kleberson, Roberto Carlos; Ronaldinho/Juninho Paulista (85); Rivaldo, Ronaldo/Denilson (90)
Pelatih: Luiz Felipe Scolari
Kartu kuning: Miroslav Klose, Roque Junior
Kartu merah: -
Wasit: Pierluigi Collina (Italia)
Stadion: Internasional Yokohama
Penonton: 69.029