Gelandang Argentina, Alexis Mac Allister Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Atlanta, Amerika Serikat
Alexis Mac Allister memiliki catatan tidak terkalahkan dalam 13 laga Piala Dunia.
Performa gelandang Argentina, Alexis Mac Allister saat menghadapi Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2026 mendapat banyak apresiasi. Ia dinilai memiliki kontribusi penting dalam kemenangan 2-1 tim berjuluk Albiceleste.
Saat tertinggal 0-1 lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55, Argentina langsung tampil menekan. Pada momen ini, pergerakan Mac Allister mampu membuat pemain Inggris kewalahan.
Beberapa kali ia mampu menciptakan peluang berbahaya ke gawang Inggris. Di antaranya adalah sundulan jarak dekat yang digagalkan Jordan Pickford dan tembakan yang membentur tiang gawang berujung gol kemenangan Argentina lewat Lautaro Martinez pada menit ke-90+2.
Kontribusinya dalam mengawal lini tengah skuad asuhan Lionel Scaloni sangat jelas terlihat. Mobilitas yang tinggi membuatnya nyaris selalu terlihat di segala sisi lapangan.
Ketenangannya dalam menanggapi situasi di lapangan juga sangat baik. Ia tetap mampu menjaga alur bola Argentina di tengah sengitnya pertarungan dengan gelandang Inggris.
Menghadapi Inggris di Piala Dunia 2026, gelandang yang bermain untuk Liverpool itu mengaku gugup. Sebab, ia tahu betul bagaimana kualitas yang dimiliki oleh skuad asuhan Thomas Tuchel.
"Sejujurnya, saya memang cukup gugup menjelang pertandingan. Bermain menghadapi Inggris, ada banyak hal yang dipertaruhkan. Namun pada akhirnya, saya mencintai negara dan tim nasional, dan saya selalu berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya, dikutip dari Mirror.
Mengutip Opta, kemenangan Argentina atas Inggris menambah catatan impresif Mac Allister di Piala Dunia. Pemain berusia 27 tahun itu belum pernah kalah dalam 13 laga turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia dengan 11 kemenangan dan dua imbang (yang kemudian dimenangkan melalui adu penalti).
Mac Allister berpeluang meneruskan catatan kemenangannya di Piala Dunia tersebut saat Argentina menghadapi Spanyol di partai final, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Kolaborasinya bersama Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, dan Enzo Fernandez di lini tengah telah teruji.
Mereka diyakini takkan membiarkan gelandang Spanyol leluasa melakukan penguasaan bola. Situasi tersebut sekaligus dapat mengacaukan rencana permainan skuad asuhan Luis de la Fuente.
"Percayalah, Spanyol tidak akan mendapatkan banyak waktu menguasai bola seperti di pertandingan sebelumnya karena para gelandang Argentina akan terus menekan di setiap kesempatan," ujar mantan pemain Irlandia, Ray Houghton, dikutip dari RTE.