Pelatih Timnas Tunisia, Herve Renard. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Guadalupe, Meksiko
Pelatih berpengalaman ini optimistis bahwa Tunisia bisa bangkit setelah kekalahan telak di laga pertama fase grup lawan Swedia.
Dari keajaiban bersama Zambia hingga kemenangan Arab Saudi lawan Argentina, Herve Renard kini memiliki tantangan lainnya: Membawa Tunisia bangkit di Piala Dunia 2026. Dimulai lawan Jepang dalam pertandingan yang akan bergulir pada Minggu (21/6/2026) siang WIB nanti.
"Jika kita sudah berpikir tidak bisa mengalahkan Jepang, lebih baik pulang saja," kata Herve Renard, dalam konferensi pers pada Jumat (19/6/2026) malam waktu setempat, tentang laga Tunisia menghadapi Tim Samurai Biru. Pelatih asal Prancis ini akan memulai tugasnya sebagai pelatih tim berjulukan Eagle of Carthage dalam sebuah pertandingan yang sulit.
Jepang salah satu tim terbaik Asia, dan Herve Renard dalam persiapan waktu yang terbatas, lalu ada faktor adaptasi dengan para pemainnya, serta harapan yang tinggi di pundak pelatih berusia 57 tahun ini. Semua itu adalah deretan tantangan yang dihadapi Herve Renard. Ketika dia menerima tawaran Federasi Sepak Bola Tunisia (TFF) pada 15 Juni lalu, Herve Renard tentu sudah memperhitungkan apa yang akan dihadapinya di Piala Dunia 2026 ini.
Sebagai pelatih berpengalaman, yang pertama dilakukan adalah membangkitkan mentalitas Ellyes Skhiri dan kawan-kawan setelah pukulan telah yang mereka terima saat kalah 1-5 dari Swedia dalam laga pertama Grup F. Kekalahan yang membuat TFF kemudian memecat pelatih Sabri Lamouchi dan menggantikannya dengan Herve Renard.
"Saya tidak tertarik pada masa lalu, saya fokus pada pertandingan besok. Kami berkonsentrasi pada laga nanti (lawan Jepang). Penting untuk bersatu, kami harus memiliki tekad itu. Ketika Anda melakukan kesalahan, yang Anda coba lakukan adalah memperbaikinya," kata Herve Renard lagi.
Herve Renard, yang membawa Zambia juara Piala Afrika 2012 dan Pantai Gading juara Piala Afrika 2015 ini telah menganalisis performa Tunisia, termasuk di laga sebelumnya saat digilas Belgia 0-5 pada uji coba 6 Juni lalu. Soal pemain, dia menyatakan sudah mengenal sejumlah pemainnya di Tunisia.
"Tentu saja saya mengenal mereka dengan baik. Mereka lolos ke Piala Dunia pada tahun 2018, 2022, dan sekarang 2026. Saya mengenal beberapa pemain," kata Herve Renard lagi. "Saya melihat pertandingan melawan Belgia dan pertandingan pertama. Ketika Anda melatih, Anda melihat tim Anda sendiri. Ini adalah tantangan yang luar biasa karena ketika semua orang berpikir Anda sudah selesai, saat itulah Anda harus berusaha lebih kuat untuk bangkit kembali," dia menambahkan.
Perjalanan Herve Renard sebagai pelatih memang ditandai dengan sejumlah pencapaian yang tidak terduga. Zambia bukanlah tim favorit saat tampil di Piala Afrika 2012 silam, namun dia menciptakan tim yang disiplin yang membuat negara ini mencatat sejarah dengan meraih gelar tersebut menghadapi tim Afrika yang kuat seperti Senegal, Gana, dan Pantai Gading.
Setelah sukses bersama Zambia, dia membuat kejutan kedua dengan membawa Pantai Gading meraih hasil yang sama. Lalu tidak ada yang melupakan bagaimana Herve Renard kemudian membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina 2-1 pada laga pertama mereka di Piala Dunia 2022 lalu. Itu menjadi hasil bersejarah baik bagi Arab Saudi maupun di Piala Dunia.
Setelah kemenangan bersejarah atas Argentina tersebut, banyak yang memberikan pujian kepada pelatih ini. Strategi garis pertahanan tinggi (hingga ke tengah) dan tekanan agresif, kunci sukses menghentikan Argentina yang sebelum laga tersebut tidak terkalahkan dalam 36 pertandingan.
Karena peran Herve Renard pula yang membawa Maroko kembali tampil di Piala Dunia (2018) untuk pertama kalinya setelah absen 20 tahun. Sukses Maroko ke Piala Dunia saat itu, mengakhiri penantian negara ini sejak kali terakhir tampil di Piala Dunia pada 1998. Herve Renard telah membangun fondasi Timnas Maroko yang kemudian negeri ini selalu tampil di Piala Dunia.
Publik sepak bola Tunisia kini berharap Herve Renard dapat membawa Tunisia keluar dari situasi sulit di Piala Dunia 2026 ini. Menang atas Jepang menjadi misi yang harus diwujudkan jika masih ingin menjaga peluang melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Tunisia merupakan tim nasional ketiga dalam karier Piala Dunia Herve Renard setelah Maroko dan Arab Saudi. “Ketika federasi Tunisia menghubungi saya, saya tidak ragu sedetik pun,” kata Herve Renard setelah penunjukannya pada hari Selasa. “Ini tantangan yang tidak mudah, tetapi ini tantangan yang memotivasi.”
Dalam konferensi pers kemarin pula, Herve Renard kemudian menunjuk sejumlah tim yang tampil mengejutkan yang mampu memberikan perlawanan kepada tim-tim besar. Hasil yang diraih Tanjung Hijau (0-0) lawan Spanyol, lalu keberhasilan Republik Demokratik Kongo yang membuat Portugal gagal menang 1-1, salah satu contoh bahwa Piala Dunia 2026 ini selalu memberikan hasil yang tidak terduga.
"Contoh terbesar yang dapat kami ambil adalah apa yang diraih Tanjung Hijau saat lawan Spanyol. Mereka dapat memberikan perlawanan kepada Spanyol, salah satu tim favorit," kata Herve Renard.
Dia juga mengingatkan bagaimana Republik Demokratik Kongo imbang lawan Portugal, lalu ada Pantai Gading yang juga meraih hasil bagus. "Kami harus menjadikan mereka sebagai contoh, menjadi tim yang tidak takut terhadap siapapun. Karena tidak ada pesulap dalam sepak bola, yang ada adalah kerja keras, persiapan, dan tampil baik serta efisien di laga-laga penting."