Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti diyakini bisa menjawab tantangan di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Brasilia, Brasil
Sumber terdekat CBF mengungkapkan pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti sudah memilih 24 nama pemain untuk Piala Dunia 2026 dan tinggal menarik dua nama lagi.
Di Brasil, Piala Dunia adalah urusan serius, bahkan sepak bola hingga disebut agama kedua. Akan tetapi, mungkin karena itu pula negara terbesar kelima di planet ini (hampir selalu) menjadi yang terbaik di turnamen empat tahunan tersebut.
Faktanya, Brasil masih menjadi satu-satunya negara yang mampu merebut gelar Piala Dunia hingga lima kali (1958, 1962, 1970, 1994, 2002).
Seperti yang diilustrasikan oleh koleksi gelar uniknya, politik ikut campur, dengan presiden masa lalu, sekarang, dan masa depan menyampaikan pendapat mereka.
Mungkin berulang, terkesan membosankan, dan monoton. Namun, begitulah keadaan di Brasil. Siapa saja nama 26 pemain yang bakal dibawa Carlo Ancelotti—biasa dipanggil Carletto—ke Piala Dunia 2026 selalu ada di berita televisi, kolom surat kabar, dan percakapan di bar.
Di sisi lain, ekonomi sedang bergeser dan seperti kebanyakan negara di dunia, Brasil ikut terkena dampaknya. Meskipun begitu, ada ekspektasi peningkatan penjualan televisi sebesar 20% pada bulan Juni dan Juli, saat Piala Dunia 2026 berlangsung.
Akan tetapi, di sisi lain, ada perkiraan penurunan produksi di sektor industri dan perdagangan karena perusahaan secara moral berkewajiban untuk memberikan waktu libur ketika Tim Nasional Brasil bermain.
Begitu kompleksnya keterkaitan sepak bola dengan berbagai faktor di Brasil, serta banyaknya talenta pemain di negara tersebut, menjadi gambaran betapa sulitnya tugas Carletto menyeleksi 26 pemain yang akan dibawa ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada 11 Juni sampai 19 Juli mendatang.
Tanpa bermaksud merendahkan tugas pelatih-pelatih tim nasional negara lain, Ancelotti bisa dibilang harus jauh lebih teliti dalam menyeleksi pemain untuk Piala Dunia ketimbang Roberto Martinez (Portugal), Lionel Scaloni (Argentina), Luis de la Fuente (Spanyol), Julian Nagelsmann (Jerman), Didier Deschamps (Prancis), atau Thomas Tuchel (Inggris).
Itu karena, bahkan tanpa mengalami panen pemain yang sangat istimewa, tidak ada negara yang menghasilkan pemain elite sebanyak Brasil sehingga dijuluki negara sepak bola.
Menurut sumber tepercaya yang dekat dengan Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), pelatih kawakan asal Italia itu sudah memilih 24 nama yang dikonfirmasi. Jika tidak ada insiden di saat-saat akhir, para pemain inilah yang akan dibawa Ancelotti ke Piala Dunia 2026 untuk merebut gelar keenam.
Untuk kiper ada nama-nama Alisson Becker (Liverpool), Ederson (Fenerbahce), dan Bento (Al-Nassr).
Di pertahanan, Ancelotti memilih Eder Militao (Real Madrid), Wesley (AS Roma), Danilo Luiz (Flamengo), Marquinhos (PSG), Gabriel Magalhaes (Arsenal), Bremer (Juventus), Leo Pereira (Flamengo), Alex Sandro (Flamengo), dan Douglas Santos (Zenit St. Petersburg).
Di posisi gelandang ada nama-nama Casemiro (Manchester United), Bruno Guimaraes (Newcastle United), Fabinho (Al Ittihad), Andrey Santos (Chelsea), dan Danilo Santos (Botafogo).
Adapun di lini serang ada: Estevao (Chelsea), Luiz Henrique (Zenit St. Petersburg), Vinicius Junior (Real Madrid), Gabriel Martinelli (Arsenal), Matheus Cunha (Manchester United), Joao Pedro (Chelsea), dan Raphinha (Barcelona).
Dari daftar di atas terlihat Ancelotti cenderung memilih pemain sarat pengalaman dengan karakter kuat dan mengombinasikannya dengan pemain muda berteknik tinggi dan energik.
Daftar di atas jelas belum final. Seperti sudah disebutkan di atas, Brasil tidak pernah kekurangan pesepak bola dengan talenta dan teknik hebat.
Untuk saat ini, paling tidak ada tiga nama untuk dua posisi tersisa. Bisa berupa satu gelandang dan satu penyerang, atau dua penyerang.
Untuk gelandang ada nama Lucas Paqueta dari Flamengo, serta salah satu dari dua penyerang tengah, Endrick dari Lyon dan Igor Thiago dari Brentford. Dua nama terakhir bisa saja dibawa bersama dengan syarat melepas Paqueta.
Di luar ketiga nama tersebut, publik merasa masih perlu membicarakan Neymar. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Selecao (79 gol) ini merupakan pemain Brasil yang paling berpengaruh, pandai memanfaatkan media, dan vokal.
Namun, peristiwa terkini menunjukkan kepada publik bahwa menjadi berpengaruh, pandai memanfaatkan media, dan vokal saja tidak cukup untuk masuk ke dalam tim.