TVRINews - Munchen, Jerman

Michael Olise dan Lamine Yamal dinilai sebagai sayap kanan terbaik dunia saat ini yang akan tampil di Piala Dunia 2026.

Michael Olise dan Lamine Yamal menuju momen penting dalam karier keduanya: Piala Dunia. Mereka akan tampil di turnamen Piala Dunia untuk pertama kalinya pada tahun ini, dalam Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Status keduanya sebagai debutan di Piala Dunia semakin menarik karena performa mereka sepanjang musim ini yang membuat publik dunia menilai, Michael Olise dan Lamine Yamal adalah pemain sayap kanan terbaik saat ini. Bintang Timnas Prancis juara Piala Dunia 1998, Marcel Desailly, pun memiliki penilaian terkait siapa yang lebih baik di antara kedua pemain muda tersebut.

Michael Olise akan tampil di Piala Dunia 2026 ini bersama Timnas Prancis sedangkan Lamine Yamal akan membawa bendera Spanyol. Michael Olise bintang Bayern Munchen yang meraih gelar Liga Jerman (Bundesliga) 2025-2026.

Sepanjang musim ini, pemain 24 tahun tersebut telah mencetak total 22 gol dan memberikan 31 asis dari 52 laga (Liga Jerman, Liga Champions, Piala Jerman, dan Piala Super Jerman).

Sedangkan Lamine Yamal yang menjadi kunci sukses Barcelona juara La Liga, tampil dalam 45 laga (La Liga, Liga Champions, Piala Raja, dan Piala Super Spanyol), mencetak 24 gol dan memberikan 18 asis.

Lamine Yamal berperan dalam terciptanya 42 gol (gol+asis) bagi Barcelona sepanjang musim ini sementara Michael Olise berperan dalam terciptanya 53 asis. Dari statistik, Olise tampak unggul dalam aspek asis dan sedikit di bawah Lamine Yamal dalam soal gol.

Dengan perbandingan tersebut, jelas bahwa keduanya memiliki kemampuan yang setara. Namun demikian, Marcel Desailly justru menilai bahwa Michael Olise masih sedikit di bawah Lamine Yamal. Marcel Desailly yang juga membawa Prancis juara Piala Eropa 2000 menyatakan ada sejumlah faktor yang membuat Lamine Yamal satu langkah di atas Michael Olise.

“Saya pikir dalam intensitas pertandingan tingkat tinggi, Michael Olise hanya satu tingkat di bawah Lamine Yamal. Lamine Yamal memiliki pemahaman yang lebih baik," kata Marcel Desailly, Sabtu (30/5/2026) ini.

Pemahaman tersebut, menurut Marcel Desailly, ketika Lamine Yamal menghadapi salah satu rintangan di lapangan seperti jebakan lawan. Lamine Yamal, yang berusia 18 tahun, memiliki kemampuan lebih maju dalam mengatasi situasi tersebut.

Itu salah satu faktor yang membuat Marcel Desailly menempatkan Lamine Yamal di atas Michael Olise. Pria yang kini berusia 57 tahun ini kemudian mencontohkan tentang performa Michael Olise di laga Liga Champions musim ini saat Bayern Munchen menghadapi Paris Saint-Germain.

"Anda melihatnya dalam pertandingan antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen, ketika Michael Olise tidak mampu mengatasi tekanan lawan. Dia masih harus belajar. Kita bisa melihat bahwa dia perlu berkembang," kata Marcel Desailly yang tampil dalam 116 laga dan mencetak 3 gol untuk Timnas Prancis (1993-2004).


Bintang Timnas Spanyol, Lamine Yamal.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi



Faktor usia juga salah satu yang menarik yang ikut dibahas saat menilai kedua pemain ini. “Yang aneh adalah Lamine Yamal sedikit lebih muda. Tetapi Yamal dapat membaca dan memahami intensitas yang dibutuhkan di level tinggi, terutama pada pengulangan upayanya melakukan serangan di posisi tersebut," kata Marcel Desailly lagi, mantan bintang AC Milan dan Chelsea.

"Michael Olise mengalami penurunan performa saat lawan Paris Saint-Germain. Saya sedikit kecewa. Itu tidak mengurangi kualitasnya atau apa pun, tapi Anda dapat melihat masih ada margin yang lebih besar yang dibutuhkan baginya untuk mencapai penilaian yang sama seperti penilaian kita untuk Lamine Yamal.”

Saat ini, keduanya dalam kondisi fisik yang sedikit berbeda, khususnya Lamine Yamal yang dalam proses pemulihan cedera. Namun, diyakini bahwa Lamine Yamal akan fit pada waktunya saat Spanyol memulai pertarungan di Piala Dunia 2026 ini.

Karena kualitas Lamine Yamal pula, yang membuat pelatih Luis de la Fuente tetap membawa bintang Barcelona ini ke Piala Dunia meski dalam situasi proses penyembuhan. Piala Dunia akan menjadi panggung bagi kedua pemain ini.

Bukan tidak mungkin, turnamen ini akan memberikan kesempatan bagi Michael Olise untuk melampaui Lamine Yamal, menjadi yang terbaik di posisi sayap kanan. Yang pasti, aksi-aksi dua bintang muda ini di sayap kanan akan sangat dinantikan dalam Piala Dunia 2026.