Petenis putri Turki yang tengah naik daun, Zeynep Sonmez. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Paris, Prancis
Menariknya, lebih banyak di antara para petenis top WTA itu yang tidak menjagokan negara asal mereka sendiri sebagai calon juara.
Piala Dunia 2026 tidak hanya menyita perhatian para pesepak bola dan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Sejumlah petenis putri papan atas dunia juga ikut larut dalam euforia turnamen empat tahunan tersebut dengan menyampaikan tim yang mereka dukung sekaligus prediksi mengenai calon juara.
Adalah akun media sosial resmi Asosiasi Tenis Wanita (WTA) yang menanyakan secara langsung kepada para petenis putri tersebut melalui japri mengenai tim yang mereka dukung dan tim yang akan jadi juara Piala Dunia 2026. WTA kemudian mengunggah jawaban para petenis tersebut pada Sabtu (13/6/2026).
Mantan petenis nomor satu dunia asal Polandia, Iga Swiatek, menjadi salah satu yang terang-terangan menjagokan Spanyol. Pemilik enam gelar Grand Slam itu mengaku berharap La Roja mampu melangkah hingga menjadi juara dunia.
"Pada Piala Dunia kali ini, saya mendukung Spanyol dan berharap mereka menjadi juara. Rasanya saya tidak punya banyak pilihan," ujar Swiatek sambil bercanda.
Swiatek merupakan salah satu petenis putri terbaik generasinya. Hingga pertengahan 2026, ia telah mengoleksi enam gelar Grand Slam, termasuk empat gelar French Open dan satu gelar US Open. Petenis berusia 25 tahun tersebut juga masih bertahan di jajaran elite peringkat WTA dunia.
Sementara itu, petenis nomor satu dunia asal Belarus, Aryna Sabalenka, memilih Brasil sebagai tim favoritnya di Piala Dunia 2026. "Saya mendukung Brasil sepenuhnya," kata petenis berusia 28 tahun tersebut.
Sabalenka merupakan juara beberapa turnamen Grand Slam, termasuk Australian Open dan US Open. Gaya bermain agresifnya membuat ia menjadi salah satu petenis paling dominan di tur WTA dalam beberapa musim terakhir.
Dukungan terhadap negara sendiri juga ditunjukkan oleh petenis Amerika Serikat, Coco Gauff. Namun menariknya, meski mendukung tim nasional negaranya, Gauff justru memprediksi Prancis yang akan keluar sebagai juara.
"Saya mendukung Amerika Serikat, tetapi saya pikir Prancis yang akan menjadi juara," ujar Gauff, mencoba realistis.
Gauff yang masih berusia 22 tahun telah menjelma menjadi salah satu bintang terbesar tenis dunia. Ia pernah menjuarai US Open 2023 dan French Open 2025 serta konsisten berada di papan atas peringkat WTA.
Dari Jerman, Eva Lys menunjukkan dukungannya dengan cara yang sederhana namun penuh semangat."Geeeerrrrmaaannnyyyyy!" ujarnya sambil membuat emoticon bendera Jerman.
Meski belum memiliki prestasi sebesar nama-nama lain dalam daftar ini, Lys merupakan salah satu petenis muda Jerman yang terus berkembang dan mulai mencuri perhatian di berbagai turnamen besar.
Sementara itu, petenis Spanyol, Paula Badosa, tidak ragu menjagokan negaranya sendiri sekaligus memprediksi mereka menjadi juara.
"Tentu saja saya mendukung Spanyol. Mereka memiliki tim yang luar biasa dan saya yakin Spanyol bisa melangkah hingga menjadi juara," kata Badosa.
Badosa pernah menembus peringkat dua dunia dan menjadi salah satu petenis Spanyol paling sukses dalam satu dekade terakhir. Pengalamannya di level tertinggi membuat keyakinannya terhadap peluang Spanyol cukup beralasan.
Adapun petenis Turki, Zeynep Sonmez, memilih mendukung negaranya sendiri, meski prediksinya untuk juara dunia berbeda. "Saya mendukung Turki, tetapi saya pikir Prancis akan menjadi juara," ujar Sonmez.
Sonmez mencatat sejarah sebagai salah satu petenis putri Turki yang berhasil menembus 100 besar dunia dan menjadi figur penting bagi perkembangan tenis di negaranya.
Dari enam petenis yang memberikan prediksi juara, dua memilih Prancis, dua menjagokan Spanyol, satu menjagokan Jerman, sementara satu lainnya mendukung Brasil. Menariknya, lebih banyak di antara mereka yang tidak menjagokan negara asal mereka sendiri sebagai calon juara, kecuali Paula Badosa yang yakin Spanyol mampu mengangkat trofi, dan juga Eva Lys yang begitu semangat mendukung Jerman. Sedangkan nagara asal Iga Swiatek dan Aryna Sabalenka memang tidak lolos ke Piala Dunia 2026.
Apakah prediksi para bintang tenis dunia tersebut akan menjadi kenyataan? Jawabannya baru akan terungkap ketika Piala Dunia 2026 memasuki fase-fase krusial dalam perburuan gelar juara dunia.