Bek timnas Italia Riccardo Calafiori dan pelatih Gli Azzurri Gennaro Gattuso sebelum laga semifinal play-off kualifikasi zona Eropa Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Zurich, Swis
Italia masih berharap bisa lolos ke Piala Dunia 2026 karena FIFA mempertimbangkan rencana darurat di tengah ketidakpastian terkait Iran.
Italia gagal lolos ke Piala Dunia FIFA untuk ketiga kalinya secara berturut-turut setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti di final play-off zona Eropa kualifikasi pada 31 Maret lalu.
Meskipun gagal lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni mendatang, Gli Azzurri kini memiliki secercah harapan untuk bisa tampil di turnamen tersebut.
Hal ini terjadi setelah Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menolak permintaan Iran untuk memindahkan pertandingan Piala Dunia di tengah konflik yang sedang berlangsung antara negara tersebut dengan AS dan sekutunya, Israel.
Bulan lalu, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) meminta badan pengatur olahraga global tersebut untuk memindahkan pertandingan mereka dari AS.
Tetapi FIFA mengatakan semua pertandingan Piala Dunia akan tetap berlangsung sesuai jadwal, seraya menolak kemungkinan Meksiko menjadi tuan rumah bagi tim Iran.
Alhasil, semua pertandingan babak penyisihan grup Iran dijadwalkan tetap bakal berlangsung di AS, dan Iran telah meminta pemindahannya ke Meksiko.
Kampanye Piala Dunia Iran dijadwalkan dimulai pada 16 Juni melawan Selandia Baru, kemudian mereka akan menghadapi Belgia di California, diikuti pertandingan melawan Mesir di Seattle.
Harapan Italia Saat FIFA Siap Hadapi Kemungkinan Penarikan Iran
Menurut sejumlah laporan, termasuk dari The Athletics, FIFA sedang mempersiapkan skenario jika Iran menarik diri dari turnamen. Badan sepak bola internasional tersebut berencana untuk menyelenggarakan babak play-off kontinental jika Iran menarik diri.
Play-off tersebut akan diikuti oleh dua tim dari Asia dan dua dari Eropa, dari tim-tim yang tidak lolos ke turnamen.
Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah meredakan kekhawatiran bahwa Iran mungkin akan menarik diri.
“Pertandingan akan dimainkan di tempat yang seharusnya, sesuai dengan hasil undian. Iran akan berada di Piala Dunia. Itulah mengapa kami di sini," katanya.
“Saya telah melihat timnya, saya sudah berbicara dengan para pemain dan pelatihnya, jadi semuanya baik-baik saja.”
Sementara itu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, juga mengonfirmasi bahwa Iran akan tetap memainkan pertandingan-pertandingan fase grup mereka di AS.
“FIFA akhirnya memutuskan bahwa pertandingan tidak dapat dipindahkan dari tempat asalnya,” ujar Sheinbaum.
“Pemindahan itu akan membuat logistik terlalu rumit, dan keputusan ini diambil oleh FIFA,” kata Presiden Meksiko seperti dikutip AzerNEWS.
Baru-baru ini, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali mengecam Presiden AS Donald Trump yang disebutnya sudah membuat pernyataan yang sangat kontradiktif.
“Apa yang dia katakan sangat tidak konsisten. Dia membuat pernyataan yang tidak seimbang secara moral dan etis. Meskipun demikian, menurut peraturan FIFA yang relevan, keamanan harus disediakan di negara yang bersangkutan,” katanya.
“Namun, Piala Dunia akan segera berlangsung, dan memberikan jaminan selama periode ini masih diragukan.
"Dalam keadaan seperti ini, kemungkinan Iran berpartisipasi dalam pertandingan Piala Dunia di AS sangat rendah. Tetapi, jika jaminan keamanan yang relevan diberikan, pemerintah kami akan memutuskan partisipasi Iran dalam Piala Dunia,” tutur Donyamali.