TVRINews – Dallas, Amerika Serikat

Penyerang Timnas Prancis Ousmane Dembele gagal meraih kesempatan untuk menjadi pemenang Ballon-d'Or yang sedang memegang gelar tersebut sekaligus memenangi Piala Dunia

Kekalahan Prancis dari Spanyol, 0-2, pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, mencuatkan satu fakta menarik, yakni kutukan pemenang Ballon d’Or di Piala Dunia yang masih berlanjut.

Ousmane Dembele melewatkan kesempatan untuk menjadi pemain pertama yang memenangi Piala Dunia sekaligus memegang gelar Ballon d'Or, sehingga melanggengkan kutukan yang sebelumnya menimpa sejumlah legenda seperti Eusebio (Portugal) dan Michel Platini (Prancis). 

Tersingkirnya Prancis di babak semifinal, lewat gol-gol dari pemain Spanyol—penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58, mengakhiri impian penyerang Paris Saint-Germain (PSG) tersebut.

Dembele gagal mematahkan kutukan pemegang Ballon d’Or gagal juara Piala Dunia. Penyerang sayap asal Prancis ini sebenarnya berada dalam posisi terbaik untuk mencatatkan prestasi tersebut. 

Sebagai perbandingan, Ronaldo “Fenomeno” Luiz Nazario pernah menjadi runner-up Piala Dunia pada tahun 1998 setelah kalah dari Prancis (0-3), setahun setelah memenangi penghargaan tersebut pada tahun 1997.

Menariknya, Dembele kini bergabung dengan kelompok eksklusif pemenang Ballon d'Or yang tersingkir di semifinal Piala Dunia. Sebelum dia, Eusebio (pada 1966) dan Michel Platini (pada 1986) mengalami nasib serupa.

Pemain-pemain ternama lainnya yang gagal menjuarai Piala Dunia setahun setelah memenangi penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola tersebut memang melangkah lebih jauh, namun kalah di partai final. 

Hal ini dialami oleh Gianni Rivera (Italia, 1970), Johan Cruyff (Belanda, 1974), Karl-Heinz Rummenigge (Jerman, 1982), Roberto Baggio (Italia, 1994), serta Ronaldo yang telah disebutkan sebelumnya. 

Bahkan, legenda sekelas bintang Portugal Cristiano Ronaldo (2014 - fase grup dan 2018 - babak 16 besar) dan kapten Argentina Lionel Messi (2010 - perempat final) juga gagal mematahkan kutukan tersebut.