Bek Timnas Argentina, Nicolas Otamendi. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Buenos Aires, Argentina
Nicolas Otamendi pemain keenam yang telah mengumumkan pensiun dari kariernya sebagai pemain timnas setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Karier 17 tahun di Timnas Argentina, mulai dari 2009 hingga 2026, Nicolas Otamendi telah mengenakan jersei La Albiceleste dalam 139 pertandingan. Kini, saatnya dia mundur dari panggung La Albiceleste, memberikan kesempatan kepada para pemain yang lebih muda. Ya, Jumat (24/7/2026), Nicolas Otamendi secara resmi menyatakan mundur dari Timnas Argentina.
Pernyataan ini dia sampaikan lewat akun media sosial Instagram. Selain memutuskan pensiun dari Timnas Argentina, keputusan ini juga bagian dari kelanjutan kariernya yang ingin fokus sepenuhnya di level klub. Nicolas Otamendi sudah resmi bergabung ke River Plate sejak 29 Mei lalu dengan kontrak satu tahun.
Nicolas Otamendi bergabung ke salah satu klub besar Argentina itu dari klub Benfica (Portugal). "Takdir menetapkan bahwa pertandingan terakhir saya adalah final Piala Dunia. Itu bukan hasil yang kami inginkan, tetapi saya pergi dengan kepala tegak, mengetahui bahwa tim ini telah berusaha hingga detik terakhir," kata Nicolas Otamendi dalam pernyataan pengumuman pensiunnya dari Timnas Argentina.
"Saya mengucapkan selamat tinggal dengan ketenangan pikiran karena telah memberikan segalanya. Saya tidak pernah menahan sedikit pun usaha, saya tidak pernah berhenti percaya, dan saya tidak pernah berhenti merasakan seragam ini sebagai kehormatan terbesar dalam hidup saya," Nicolas Otamendi menambahkan.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat negeri kelahirannya yang selalu memberikan dukungan baik itu saat sukses maupun di masa sulit seperti di Piala Dunia 2026 ini. "Terima kasih kepada para penggemar Argentina. Terima kasih atas cinta tanpa syarat Anda, untuk setiap bendera, untuk setiap lagu, karena telah bersama kami di saat-saat baik dan, yang terpenting, di saat-saat tersulit."
Menurut Nicolas Otamendi, dukungan fans selama ini yang membuat dirinya selalu mampu melewati tantangan yang paling sulit. Dia menyatakan bahwa fans telah membuat dirinya, dan pemain lain Argentina merasakan kebanggaan setiap kali lagu kebangsaan diputar. Saat itu, menurutnya, Argentina bukan hanya sebelas pemain, tetapi jutaan orang yang membela hal yang sama. mimpi.
Pemain yang juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarganya menyatakan agar para generasi muda penerus pemain Timnas Inggris dapat meraih hasil yang jauh lebih baik lagi di era kariernya di La Albiceleste.
"Kepada mereka yang terus mengenakan jersei ini hari ini, saya ingin mengatakan sesuatu dari lubuk hati saya: jangan pernah berhenti percaya. Akan ada pukulan yang tampaknya mustahil untuk diatasi, tetapi jersei ini selalu memberi penghargaan kepada mereka yang membelanya dengan kerendahan hati, pengorbanan, dan cinta," Nicolas Otamendi menambahkan.
"Angkat kepala Anda tinggi-tinggi, terus berjuang, dan jangan biarkan kekalahan mencuri harapan Anda. Terima kasih, Argentina. Terima kasih telah mengizinkan saya mewujudkan mimpi menjadi juara dunia dan mengenakan jersei terindah di dunia."
Usia Nicolas Otamendi saat ini sudah 38 tahun karena itu wajar baginya untuk meninggalkan Timnas Inggris. Salah satu momen terbaik bersama Timnas Argentina adalah saat dia mencetak gol ke gawang Brasil yang menentukan kemenangan timnya, 1-0. Sebelumnya, Nicolas Otamendi juga mencetak 1 gol yang juga menentukan kemenangan Argentina 1-0. Dua momen itu terjadi di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan.
Dua gol tersebut sangat penting karena tercipta di kualifikasi Piala Dunia 2026. Bersama Nicolas Otamendi di jantung pertahanan, Argentina meraih 4 gelar yaitu Piala Dunia 2022, Copa America 2021 dan 2024, serta Piala Finalissima 2025.
Mantan bintang klub besar Eropa seperti Porto, Valencia, Manchester City, dan Benfica ini hanya salah satu bintang yang menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai akhir kariernya sebagai pelatih. Ada sejumlah pemain yang memutuskan gantung sepatu setelah Piala Dunia 2026 ini. Berikut ini deretan pemain tersebut:
1. Manuel Neuer (Jerman)
Sebelumnya pernah mengumumkan pensiun tapi kemudian kembali tampil lagi di Piala Dunia 2026 karena permintaan dari Julian Nagelsmann, pelatih Jerman saat itu. Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, ia telah menegaskan bahwa kembalinya kali ini hanya akan sekali saja.
Dengan tersingkirnya Jerman dari turnamen, karier internasionalnya yang 128 penampilan, dengan lima Piala Dunia, dan lebih dari 17 tahun, kini resmi berakhir. Manuel Neuer adalah salah satu kiper legendaris yang memberikan dimensi baru tentang peran seorang penjaga gawang.
2. Neymar (Brasil)
Perjalanan Neymar bersama Timnas Brasil dimulai di tempat yang sama di mana perjalanan itu akan berakhir 16 tahun kemudian: Stadion New York New Jersey. Ia melakukan debutnya di sana melawan AS pada 10 Agustus 2010 pada usia 18 tahun, dan juga mencetak gol internasional pertamanya malam itu.
Sayangnya, mimpinya untuk mengangkat trofi Piala Dunia tetap berada di luar jangkauan karena cedera. Selain itu, kariernya di Timnas Brasil juga ditandai dengan sejumlah kekalahan dramatis, dan tersingkir di babak gugur. Setelah kekalahan Brasil di babak 16 besar melawan Norwegia di Piala Dunia 2026, Neymar mengumumkan pensiun dari tim nasional. Total 130 laga dan 80 gol dia berikan untuk Tim Samba.
Gelandang serang Timnas Aljazair, Riyad Mahrez, berkontribusi besar membawa timnya melaju ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
3. Riyad Mahrez (Aljazair)
Hanya beberapa minggu setelah melakukan debutnya pada tahun 2014, Riyad Mahrez masuk dalam skuad untuk Piala Dunia Brasil. Aljazair membuat sejarah di turnamen tersebut, mencapai babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Namun sang kapten merayakan kesuksesan terbesarnya lima tahun kemudian. Di Piala Afrika 2019, ia memimpin Aljazair meraih gelar juara dan tendangan bebasnya di menit-menit akhir semifinal melawan Nigeria menjadi salah satu gol paling terkenal dalam sejarah turnamen baru-baru ini.
Riyad Mahrez pada Piala Dunia 2026 ini setelah Aljazair tersingkir, mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 ini adalah terakhir baginya. Ia kemudian mengkonfirmasi akhir karier internasionalnya setelah kekalahan dari Swis.
4. Guillermo Ochoa (Meksiko)
Kiper legendaris ini baru saja mengumumkan tentang pensiunnya baru beberapa hari lalu. Guillermo Ochoa pensiun di momen saat Meksiko menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2026 ini. Dalam laga menghadapi Inggris di mana Meksiko mengalami kekalahan, menjadi momen terakhir kalinya kiper berusia 40 tahun ini tampil di hadapan penggemar.
Para penggemar mengucapkan selamat tinggal dengan tepuk tangan meriah, sebuah perpisahan yang pantas untuk seorang pemain yang kariernya selama dua dekade kini terjalin dalam sejarah Piala Dunia. Guillermo Ochoa berdebut untuk Meksiko pada tahun 2005, tidak ada yang menyangka bahwa perjalanannya akan membawanya ke enam Piala Dunia berturut-turut.
Momen-momen terbaik Ochoa sering terjadi di panggung sepak bola terbesar. Pada 2014, ia menampilkan performa spektakuler untuk menggagalkan tuan rumah Brasil, dan empat tahun kemudian, ia memainkan peran kunci dalam kemenangan mengejutkan Meksiko atas Jerman.
5. Patrik Schick (Republik Ceko)
Di Piala Eropa 2020, Patrik Schick mencetak gol melawan Skotlandia dengan tendangan jarak jauh, sebuah gol yang menimbulkan sensasi di seluruh dunia dan kemudian dinobatkan sebagai gol terbaik turnamen.
Karier internasionalnya dimulai pada 2016 ketika ia mencetak gol pada debutnya melawan Malta. Sepuluh tahun kemudian, Schick mengakhiri kariernya setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Dalam pesan perpisahannya, ia menjelaskan bahwa keputusan ini telah lama dipikirkan. Pada saat yang sama, ia juga menyatakan keinginan untuk membantu sepak bola Ceko terus berkembang dan memberikan momentum baru bagi generasi mendatang.