TVRINews - London, Inggris

Beberapa bentuk cuaca ekstrem dapat mengganggu kenikmatan para fan di Piala Dunia 2026.

Tinggal sebulan lebih beberapa hari lagi Piala Dunia 2026 akan mulai bergulir. Selain pada pertandingan, tim, dan stadion, para fan perlu menyimak kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa mereka alami selama turnamen.

Musim panas di tiga negara tuan rumah di Amerika Utara--Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada--berpotensi menghadirkan sejumlah fenomena cuaca yang tergolong ekstrem. Menurut BBC, kelembapan tampak akan menjadi faktor kunci bagi setiap gangguan akibat cuaca di Amerika Utara.

FIFA sudah mengakui, dan memperingatkan tim-tim dan para penggila bola yang akan datang untuk merasakan langsung atmosfer turnamen, bahwa cuaca panas bisa menjadi masalah. Tiga menit jeda hidrasi yang akan diberlakukan di setiap paruh laga disebut sebagai komitmen otoritas sepak bola dunia itu terhadap keselamatan para pemain.

Gambaran cuaca ekstrem itu telah diberikan Club World Cup tahun lalu. Enam pertandingan diwarnai udara panas dan hujan badai. Partai antara Chelsea dan Benfica mesti ditunda selama dua jam.



Kira-kira Kayak Apa Rasanya?

Kebanyakan kota tuan rumah sudah terbiasa dengan suhu tinggi udara musim panas. Di selatan Amerika Serikat dan utara Meksiko, rata-rata temperatur udara siang hari berada di atas 30 derajat Celcius. Puncak panasnya dapat mencapai 40 derajat Celcius. 

Kalau ditambah kelembapan tinggi, tubuh semakin sulit untuk mendingin secara efektif. Banyak hal akan terasa lebih panas daripada biasanya, seperti yang ditampilkan oleh dua indeks panas.

Yang pertama adalah "terasa seperti", yaitu saat badan merasakan panas melebihi angka yang tertera pada termometer. Di Miami, sebagai contoh, suhu 32 derajat Celcius saat musim panas dapat terasa kayak 43 derajat.

Indeks kedua adalah Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), yang mengukur tekanan panas fisik terhadap tubuh. WBGT sekitar 28 derajat Celcius dianggap luas sebagai batas tekanan panas. Para atlet elite akan mulai khawatir jika WBGT sudah mencapai angka tersebut.

Dalam kajian pada 2025 seperti tertuang di Jurnal Biometeorologi Internasional, para peneliti menyimpulkan bahwa 14 dari 16 kota tuan rumah bisa melewati batas 28 derajat tersebut di tengah hari saat musim panas nanti. Di enam kota di selatan AS dan utara Meksiko (Miami, Houston, Dallas, Monterrey, Kansas City, dan Atlanta), WBGT dapat mencapai setidaknya 32 derajat Celcius. 

Dalam tekanan panas ekstrem itu, badan akan sungguh sulit merasa dingin. Untuk mengurangi risiko, pertandingan digelar di luar jam terpanas. Sejumlah stadion, seperti di Houston dan Dallas, memiliki atap yang bisa dibuka tutup secara otomatis dan sistem kendali untuk pengondisian udara.

Gelombang panas (heatwave) musim panas juga dapat menjadi gangguan tambahan. Gelombang panas itu biasa muncul di Amerika Utara dan dapat menaikkan suhu 10 derajat Celcius lebih tinggi.


Hujan Badai dan Petir

Gangguan besar terkait cuaca berikutnya yang mungkin muncul adalah hujan badai. Hujan badai musim panas tidak terpusat di satu tempat, tapi cukup lazim di kota-kota seperti Miami, Houston, dan Atlanta. Di kota-kota tersebut, kondisi lembap dapat memicu hujan badai yang disertai badai petir pada sore dan petang hari.

Bila halilintar atau petir terdeteksi dalam radius 16 km dari stadion, rekomendasi dan praktik umum di AS adalah penghentian pertandingan sampai 30 menit setelah kemunculan geledek terakhir.

Minggu lalu, GP F-1 Miami dimundurkan sampai tiga jam karena mempertimbangkan risiko akibat hujan badai dan badai kilat.


Kebakaran dan Kualitas Buruk Udara

Kebakaran pada 2026 ini mulai terjadi di AS. Selain startnya yang lebih awal, rata-rata jumlah kejadiannya melebihi normal.

Kondisi itu dapat memerosotkan kualitas udara di Amerika Utara. Kasus dengan dampak besar dan luas bisa muncul seperti pada 2023. Tiga tahun silam, kebakaran di Kanada berakibat asapnya meliputi sebagian besar Amerika Utara. Kota-kota yang berada jauh dari titik kebakaran ikut merasakan dampaknya.

Saat itu, kualitas udara di sebagian AS mencapai level beracun. Beberapa ajang olahraga terkena imbasnya pula hingga berupa pembatalan.

Di sisi lain, FIFA belum memberikan batasan tetap mengenai kualitas udara yang bisa membuat pertandingan dihentikan. Kemungkinannya, keputusan untuk menunda atau membatalkan laga akan mempertimbangkan kondisi aktual dan saran dari pusat kesehatan lokal.


Usikan bagi Pendukung

Buat para pemain dan panitia penyelenggara, mengurusi cuaca ekstrem merupakan bagian pekerjaan mereka saat turnamen. Dampak-dampaknya akan berbeda pada para penggemar.

Suhu panas akan membuat kondisi di stadion dan zona fan tidak nyaman. Hujan badai tentu bukan kondisi yang bisa dianggap ringan. Pertandingan dapat ditunda, dan para pendukung mesti siap dievakuasi.

Buat fan, penundaan dan pembatalan jelas menghadirkan masalah tambahan. Rencana perjalanan dan penginapan tentu bakal terganggu. Bagi yang berada di rumah, penundaan akan membuat mereka terjaga lebih lama dan tidur lebih larut.