Timnas Prancis akan menyulitkan tim mana pun di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Paris, Prancis
Presiden FFF Philippe Diallo sudah bertemu pemain Timnas Prancis dan meminta mereka mengerti alasan pemotongan bonus di Piala Dunia 2026.
Dengan waktu kurang dari tiga pekan sebelum Tim Nasional Prancis berangkat ke Amerika Serikat, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) berupaya memangkas biaya.
Presiden FFF Philippe Diallo dikabarkan sudah bertemu dengan para pemain pada awal musim semi untuk meminta mereka menerima pengurangan bonus mereka dari pencapaian di Piala Dunia FIFA 2026 nanti.
Presiden FFF menjelaskan paling tidak ada tiga faktor yang memaksa pihaknya memangkas bonus uang untuk para pemain Les Bleus di Piala Dunia nanti. Pertama, hadiah uang FIFA belum sesuai harapan. Kedua, nilai tukar antara dolar dan euro tidak menguntungkan. Terakhir, biaya kompetisi akan sangat tinggi.
Beberapa pemain skuad kampiun Piala Dunia 1998 dan 2018 itu dilaporkan memahami bahwa ini juga merupakan cara untuk melindungi situasi keuangan FFF yang semakin genting.
Rasa kebingungan dilaporkan melanda skuad arahan pelatih Didier Deschamps tersebut. Sejumlah pertanyaan pun muncul.
Mengapa tim senior Prancis, yang secara khusus menghasilkan kontrak tahunan Nike senilai 100 juta euro (sekitar Rp2,05 triliun), tidak sanggup memberikan bonus pertandingan yang sedikit di atas 20 ribu euro (Rp410,5 juta) per pemain?
Di atas segalanya, mengapa FFF meminta penurunan bonus pemain ketika empat bulan sebelumnya Diallo justru telah menggandakannya karena hasil impresif Timnas Prancis di kualifikasi untuk Piala Dunia?
Menurut beberapa sumber, terlepas dari jumlah besar yang dibayarkan oleh perusahaan pakaian olahraga asal AS (Nike), FFF telah berupaya memangkas biaya di semua tim nasional selama beberapa bulan dalam upaya mencapai keseimbangan anggaran.
Layanan FFF Lain Juga Jadi Target Pemangkasan Biaya
Beberapa revisi anggaran dilaporkan telah diterapkan sejak awal tahun 2026, disertai dengan pemotongan signifikan di tingkat Direktorat Teknis Nasional (DTN).
Misalnya, Timnas Prancis U-20 tidak berpartisipasi dalam Turnamen Maurice Revello, yang sebelumnya dikenal sebagai Turnamen Toulon, meskipun merupakan juara bertahan.
Beberapa departemen lain juga menjadi sasaran pengurangan biaya. Sebelumnya, tim nasional senior Prancis tampaknya terhindar dari “tren” ini. Oleh karena itu, pertemuan antara Diallo dengan para pemain Timnas Prancis ini mengejutkan beberapa pihak.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan yang tercapai. Tim Nasional Prancis akan berkumpul pada 28 Mei di Clairefontaine, dan para pejabat FFF pasti akan memiliki kesempatan untuk berbicara lagi dengan para pemain, atau setidaknya anggota senior skuad.
Namun, kemungkinan besar seluruh tim, baik pemain maupun staf, lebih memilih untuk memulai persiapan Piala Dunia mereka tanpa masalah seperti ini pada saat ini. Diallo harus segera menemukan solusi, atau berharap hadiah uang akan dinaikkan.