TVRINews - Milan, Italia

Dengan pengalaman dan kemampuannya, Christian Pulisic harapan sepak bola Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.

Dalam laga Piala Dunia 2026, antara Amerika Serikat (AS) vs Brasil saat kedudukan 2-2. Waktu menunjukkan menit ke-95 atau jelang pertandingan akan berakhir. Semua mata memandang ke arah pemain bernomor 10 yang bersiap melepaskan sepak pojok. Dialah Christian Pulisic.

Bola sepak pojok dilepaskan, mengarah ke gawang Brasil. Semua pemain di kotak penalti melompat, namun arah bola berbelok masuk ke gawang Brasil. Christian Pulisic mencetak gol dari tendangan sudut! Amerika Serikat menang 3-2 atas Brasil dan juara Piala Dunia 2026. Amerika Serikat membuat sejarah.

Ya, demikianlah, itu hanya iklan dari televisi Negeri Paman Sam ini yang akan menyiarkan Piala Dunia 2026. Berbagai komentar pun bermunculan di media sosial terkait iklan yang menyelipkan kata "Do You Belive? Everthing Can Happen".

Iklan itu pun menampilkan sejumlah tokoh termasuk legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic yang rambutnya tengah dipotong, atau mantan pelatih The Stars and Stripes, Bruce Arena yang tampak terharu Bahagia. Iklan yang menghibur, kreatif, meski sedikit ironis.

"Hanya di dalam mimpi kalian itu terjadi," demikian salah satu komentar fans terkait iklan tersebut. Namun, mengharapkan Amerika Serikat juara, apakah tidak terlalu berlebihan? Sah-sah saja tentunya, apalagi dalam sepak bola apapun bisa terjadi.

Iklan tersebut diakhiri dengan pertanyaan seorang pengunjung bar, "Apa? Anda tidak percaya dengan keajaiban?" Salah satu yang dapat dipetik dari iklan ini adalah Amerika Serikat menggantungkan mimpi itu kepada kapten bintang mereka, Christian Pulisic, sang "Captain America".

Christian Pulisic memang pemain yang akan menjadi perhatian dan harapan publik sepak bola Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 ini. Dari semua pemain Timnas Amerika Serikat yang aktif, gelandang serang ini memiliki caps terbanyak dengan total 84 pertandingan.

Christian Pulisic pemain Timnas Amerika Serikat yang memiliki gelar bergengsi di level Eropa seperti juara Liga Champions yang dia raih bersama Chelsea pada 2020-2021, Piala Super Eropa 2021, Piala Super Italia 2024-2025 dengan AC Milan, atau gelar Piala Jerman pada musim 2016-2017 bersama Borussia Dortmund.

Christian Pulisic adalah ikon dari sepak bola (soccer) di Amerika Serikat, yang kalah popular daripada American Football (NFL), baseball, bola basket, dan hoki es. Dan, tahun ini ketika Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada, Christian Pulisic menjadi pemain yang akan menjadi perhatian.

Sedikit saja ada yang tidak berjalan dengan baik, pemain berusia 27 tahun ini akan mendapatkan sorotan dari sejumlah pihak, baik itu fans hingga media. Kini, ketika Piala Dunia 2026 sudah semakin dekat, perhatian terhadap Christian Pulisic semakin besar.

Kekhawatiran bahwa Christian Pulisic tidak akan tampil dengan performa terbaiknya semakin terasa. Semua itu karena sang pemain mengalami kebuntuan dalam mencetak gol di klubnya, AC Milan. Di ajang Liga Italia musim ini contohnya. Terakhir kali Christian Pulisic mencetak gol untuk I Rossoneri sudah terjadi pada 28 Desember 2025 lalu saat lawan Verona di pekan ke-17.

Dengan demikian, Christian Pulisic melewatkan 17 pertandingan Liga Italia tanpa mencetak gol. Bahkan, di laga terakhir Liga Italia pada 3 Mei lalu, Christian Pulisic masuk sebagai pemain cadangan, hanya tampil dalam 31 menit. Di level timnas, gol terakhirnya untuk Amerika Serikat terjadi pada November 2024 di laga lawan Jamaika.

Tekanan semakin besar setelah di dua laga terakhir dalam uji coba, Amerika Serikat mengalami kekalahan, 2-5 dari Belgia dan 0-2 dari Portugal. Namun, semua itu tidak membuat publik sepak bola Amerika Serikat berpaling dari sang pemain karena dia salah satu pemain terbaik yang saat ini mereka miliki. Christian Pulisic adalah wajah dari olahraga yang di Amerika Serikat dikenal dengan nama "Soccer".

"Tentu saja, kami kecewa dengan hasil lawan Belgia dan Portugal. Namun, sejujurnya saya mendapatkan banyak hal positif dari kekalahan itu. Saya merasa tetap positif, dan saya percaya dengan tim ini," kata Christian Pulisic.

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino pun tidak pernah meragukan dirinya. Bahkan, pelatih asal Argentina ini membantu pemain andalannya ini. Salah satu caranya, menempatkan posisi Christian Pulisic lebih dekat ke gawang lawan dalam dua uji coba tersebut.

Dengan demikian, cara tersebut diharapkan bisa membuat Christian Pulisic mudah mengakhiri kebuntuannya dalam mencetak gol. Meski belum berhasil, cara ini tampaknya akan terus digunakan Mauricio Pochettino dalam Piala Dunia 2026 nanti. Ini juga salah satu yang menarik yang dinantikan dari Christian Pulisic dalam Piala Dunia 2026 nanti.

Bukan Produk MLS

Christian Mate Pulisic lahir di Hershey, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 18 September 1998. Meski kini tumbuh sebagai bintang Timnas Amerika Serikat, Christian Pulisic satu dari sejumlah pemain negeri ini yang tidak pernah bermain di Major League Soccer (MLS).

Kariernya sepak bolanya bahkan dimulai di Inggris. Semua itu karena orangtuanya, dalam hal ini ibunya, Kelley yang menjadi guru di Inggris. Christian Pulisic kecil sempat tumbuh sekitar setahun di Tackey, Oxfordshire. Dalam usia tujuh tahun, dia bergabung ke klub sepak bola Bracley Town.

Dari sanalah kemudian Christian Pulisic terus menekuni kariernya. Masuk ke tim muda Borussia Dortmund (2015-2016). Dia mencetak rekor impresif di tim junior (10 gol, 8 asis dalam 15 pertandingan) dan dipromosikan ke tim senior pada jeda musim dingin 2015-16, menjadikannya salah satu debutan termuda di Bundesliga.

Kariernya yang meningkat membuatnya bergabung ke Chelsea pada 2019 di mana dia meraih sejumlah gelar utama seperti Liga Champions di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel. Saat resmi sebagai pemain Chelsea, transfernya mencapai 57,6 juta pounds, menjadikannya pemain Amerika Serikat termahal saat itu. Pada Juli 2023, Christian Pulisic bergabung ke AC Milan, hingga saat ini.

Perjalanan kariernya yang tidak pernah bermain di salah satu klub MLS menjadi sisi menarik dari Christian Pulisic. Pengalamannya bermain di klub-klub kompetisi liga terbaik Eropa ditambah dengan pencapaiannya serta prestasi yang diraihnya, membuat Christian Pulisic pemain spesial bagi sepak bola Amerika Serikat. Dialah pemain pertama Amerika Serikat yang berhasil tampil di final Liga Champions dan bahkan meraih juara.

Debut di Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia kedua dalam kariernya. Pada Piala Dunia 2022 lalu, dia membawa AS hingga melangkah ke 16 besar. Dalam turnamen yang digelar di Qatar tersebut, AS tidak terkalahkan di fase grup, seperti imbang 1-1 lawan Wales bahkan lawan Inggris. Lalu menang 1-0 atas Iran sebelum takluk dari Belanda 1-3 di 16 besar.

Dari empat laga tersebut, Christian Pulisic mencetak satu gol, yang merupakan penentu kemenangan di laga lawan Iran. Dia juga memberikan asis saat imbang 1-1 lawan Wales dan Ketika kalah dari Belanda. Total dalam kariernya, tampil dalam 4 laga Piala Dunia dengan mencetak satu gol dan memberikan dua asis.

Bersama Christian Pulisic, Amerika Serikat berharap dapat memanfaatkan momentum mereka sebagai tuan rumah. Pencapaian terbaik The Stars and Stripes di Piala Dunia adalah berhasil ke perempat final. Kini, mereka berharap bisa melangkah lebih jauh tentunya. Semifinal, atau final, bahkan juara? Christian Pulisic adalah alasan Amerika Serikat memimpikan trofi Piala Dunia di tahun ini.

Biodata Christian Pulisic

Nama: Christian Mate Pulisic
Kelahiran: Hershey, Pennsylvania, 18 September 1998, Amerika Serikat

Karier Klub:

Borussia Dortmund (2016-2019)
Chelsea (2019-2023)
AC Milan (2023-kini)

Karier Timnas:

Amerika Serikat U-15 (2012-2013)
Amerika Serikat U-17 (2013-2015)
Amerika Serikat senior (2016-kini)

Prestasi:

Borussia Dortmund
Juara Piala Jerman 2016-2017

Chelsea
Juara Liga Champions 2020-2021
Juara Piala Super Eropa 2021
Juara Piala Dunia Antarklub 2021

AC Milan
Juara Piala Super Italia 2024-2025

Timnas Amerika Serikat
Juara Liga Negara CONCACAF 2019-2020, 2022-2023, 2023-2024