Gavi terakhir kali membela timnas Spanyol pada pertandingan semifinal putaran final UEFA Nations League melawan Prancis pada 5 Juni 2025. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Barcelona, Spanyol
Gavi perlahan kembali menemukan permainan terbaiknya untuk mendapatkan lagi posisinya di tim nasional Spanyol untuk Piala Dunia 2026.
Gelandang FC Barcelona, Gavi, kembali membangun posisinya sebagai salah satu gelandang terpenting Spanyol. Kali ini, upayanya terasa berbeda.
Setelah berbulan-bulan menjalani pemulihan—akibat cedera beruntun mulai sobek ligamen krusiat (ACL) hingga menjalani operasi artroskopi—dan ketidakpastian, bintang Blaugrana ini mulai mendominasi dengan penampilannya di lapangan.
Menurut Mundo Deportivo, kemajuan gelandang tengah ini tidak luput dari perhatian, terutama oleh pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente.
Dengan Piala Dunia 2026 yang sudah di depan mata (dimulai 11 Juni mendatang), setiap penampilan sangat penting dan Gavi memberikan performa terbaiknya tepat pada saat yang dibutuhkan.
Kepercayaan Pelatih Dorong Kebangkitan Gavi
Di bawah arahan pelatih Hansi Flick, Gavi tidak lagi dimainkan secara hati-hati. Sebaliknya, ia dipercaya dalam pertandingan-pertandingan bertekanan tinggi. Ini pertanda jelas bahwa Barcelona melihatnya sebagai bagian penting dari ambisi mereka.
Sejak kembali bermain pada bulan Maret lalu dalam kemenangan 5-2 Barcelona atas Sevilla FC di La Liga, menit bermain Gavi terus meningkat.
Dari hanya 8 menit saat melawan Sevilla, Gavi menambahnya menjadi 12 menit di kandang Atletico Madrid (menang 2-1) dan 64 menit saat menghantam klub sekota, RCD Espanyol (4-1).
Ketika melawan Espanyol, polanya jelas bahwa Gavi bukan lagi pilihan rotasi bagi Flick melainkan kembali menjadi figur kunci. Total, Gavi sudah mengoleksi 150 bermain dari lima kali dimainkan di La Liga musim 2025-2026 ini.
Statistiknya di La Liga juga tidak terlalu buruk. Seperti dicatat FotMob, persentase operan sukses Gavi mencapai 94,1% dengan bola panjang akurat menembus 85,7%. Gavi juga mampu menciptakan empat peluang.
Kendati posturnya tidak terlalu besar—tinggi hanya 173 cm dengan berat sekitar 69 kg—Gavi tercatat 14 kali memenangi duel (63,6%), tiga kali memenangi bola udara (75%), dan 160 sentuhan.
Kepercayaan dari Flick benar-benar dibayar tuntas oleh pemain bernama lengkap Pablo Martin Paez Gavira itu dengan performa meyakinkan.
Di perempat final Liga Champions melawan Atletico, Gavi mampu kembali menunjukkan ketenangan, intensitas, dan kematangan taktis, kendati timnya akhirnya tersingkir.
Yang patut dicatat, gelandang berusia 21 tahun itu bermain penuh di babak kedua pada leg pertama di Camp Nou (kalah 0-2) dan kemudian menjadi starter di leg kedua yang menentukan (menang 2-1).
De La Fuente Benar-benar Mengamati
Bagi De la Fuente, Gavi harus bermain secara teratur dan mendapatkan kembali ritme permainannya agar bisa membuktikan diri. Sejauh ini, hal itu sudah terpenuhi.
Baru-baru ini, saat berbicara tentang situasi gelandang Barcelona tersebut, pelatih Spanyol itu menjelaskan posisinya sambil tetap membuka pintu lebar-lebar.
“Masih ada waktu sekitar dua bulan lagi dan itu waktu yang cukup. Masih banyak pertandingan tersisa untuknya membuktikan kualitasnya,” kata De la Fuente tentang Gavi.
“Kami akan menilai situasinya dalam dua bulan ke depan. Kami semua ingin dia bersama kami. Itu akan menjadi kabar terbaik.”
Semua ini berarti Gavi kembali dalam persaingan, tetapi konsistensi akan menentukan segalanya. Dengan tujuh pertandingan La Liga yang masih harus dimainkan, Gavi memiliki kesempatan sempurna untuk membangun momentum.
Yang lebih penting, Barcelona masih mengejar trofi dan situasi itu memberinya platform ideal untuk membuktikan bahwa ia dapat tampil di bawah tekanan.
Bagi Gavi, pertama, ia ingin kembali ke kondisi fisik puncak. Kemudian, membantu Barcelona memenangi gelar. Akhirnya, ia merebut kembali tempatnya di timnas Spanyol di panggung sepak bola terbesar di dunia.
Spanyol memang masih memerlukan pemain seperti Gavi, yang juga bisa dimainkan sebagai gelandang serang dan sayap kiri jika dalam kondisi fit.
Gavi melakukan debut bersama timnas Spanyol pada 6 Oktober 2021 saat La Roja masih ditangani Luis Enrique, mantan pelatih Barcelona yang kini menangani Paris Saint-Germain (PSG).
Hingga terakhir kali membela timnas Spanyol pada pertandingan semifinal putaran final UEFA Nations League melawan Prancis pada 5 Juni 2025 yang berakhir dengan kekalahan 4-5, Gavi sudah turun 28 kali untuk La Roja dengan mencetak lima gol.
Satu golnya yang dicetak ke gawang Kosta Rika dalam kemenangan 7-0 di laga fase grup Piala Dunia 2022, menjadi catatan tersendiri.
Saat itu, dengan usia 18 tahun dan 110 hari, Gavi mencetak rekor sebagai pemain termuda yang pernah tampil di laga pembuka fase grup Piala Dunia.
Gol yang dibuat ke gawang Kosta Rika tersebut juga menempatkan Gavi di peringkat ketiga pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Gavi hanya kalah dari Pele (17 tahun, 239 hari) asal Brasil dan Manuel Rosas (18 tahun, 93 hari) dari Meksiko.