Bintang Timnas Bosnia dan Herzegovina, Esmir Bajraktarevic, pilih Timnas Bosnia. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi) Foto: Grafis: Dede Sopatal Mauladi
TVRINews - Boston, Amerika Serikat
Esmir Bajraktarevic masih harus berjuang membawa Timnas Bosnia dan Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026.
Setiap pemain memiliki pilihan untuk mewujudkan mimpinya. Bagi Esmir Bajraktarevic, impian itu ada di Timnas Bosnia dan Herzegovina ketimbang Amerika Serikat.
Walau Amerika Serikat sudah dipastikan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, Esmir Bajraktarevic tetap memilih negeri leluhurnya ketimbang Amerika Serikat yang memberikan peluang lebih besar main di Piala Dunia.
Esmir Bajraktarevic memang masih harus berjuang bersama Timnas Bosnia dan Herzegovina untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Bosnia dan Herzegovina yang berjulukan Zmajevi atau The Dragons harus tampil di laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertama, Edin Dzeko dan kawan-kawan akan menghadapi Wales di laga semifinal pada 26 Maret 2026. Jika menang, mereka akan tampil di final lawan pemenang laga Italia vs Irlandia Utara pada 31 Maret 2926.
Itu jalan yang berliku dibandingkan jika dia memilih Amerika Serikat. Untuk masuk skuad Timnas Amerika Serikat, dirinya hanya harus bermain bagus di klubnya, PSV Eindhoven, dan pelatih Mauricio Pochettino akan membawanya ke Piala Dunia 2026.
Namun, pemain muda yang pada 10 Maret nanti akan berusia 21 tahun melepaskan kesempatan tersebut dan memilih jalan yang lebih sulit yaitu bersama Timnas Bosnia dan Herzegovina. Pilihannya kepada Timnas Bosnia dan Herzegovina sebagai penghormatan untuk kedua orangtuanya yang selama ini selalu memberikan dukungan, termasuk dalam masa sulit keluarganya.
"Orangtua saya kehilangan begitu banyak keluarga. Apa yang mereka alami adalah pengalaman yang tragis. Peristiwa Srebrenica pengalaman yang tidak pernah kami lupakan," kata Esmir Bajraktarevic seperti yang diberitakan pers Spanyol, as.com.
Pada 11 Juli 1995 terjadi pembantaian di Sebrenica, Bosnia, di mana ribuan pria dan anak laki-laki dibunuh oleh tentara Serbia. Kejadian ini dianggap sebagai pemusnahan terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
Keluarga Esmir Bajraktarevic bersama sekitar 20 ribu warga lainnya meninggalkan kota tersebut. Esmir Bajraktarevic sendiri tentu belum lahir ketika itu. Setelah orangtuanya bermigrasi ke Amerika Serikat pada 2001, Esmir Bajraktarevic lahir pada 10 Maret 2005 di Wisconsin, Amerika Serikat.
Orang tuanya bekerja selama 12 jam untuk mencukupi kebutuhan. Kesulitan ekonomi yang mereka alami justru memberikan motivasi bagi Esmir Bajraktarevic untuk menjadi pemain profesional yang sukses.
Terlahir sebagai muslim, kedekatan dengan Bosnia dan Herzegovina inilah yang membuat pemain dengan tinggi 1,75 meter ini memilih Timnas Bosnia dan Herzegovina. Menurut pemberitaan, kedua orangtuanya menangis saat menyaksikan Esmir Bajraktarevic melakukan debutnya bersama Timnas Bosnia dan Herzegovina.
"Orang tua saya berasal dari Srebrenica. Mereka menangis ketika saya melakukan debut untuk Timnas Bosnia," kata Esmir Bajraktarevic kepada ESPN. Menurutnya, keputusan memilih Timnas Bosnia karena dia merasakan kebanggaan, identitas, dan semangat saat bermain di tim negeri di mana dia berasal.
"Saya bangga setiap kali saya bermain untuk Bosnia dan Herzegovina. Ini sebuah perasaan yang berbeda. Keluarga saya dari Bosnia dan saya selalu merasa sebagai orang Bosnia. Ini sungguh spesial," dia menambahkan.
Semangat bermain untuk Timnas Bosnia inilah yang dia bawa setiap kali melangkah ke lapangan. "Setiap kali saya ke lapangan,saya ingin memberikan segala kemampuan saya untuk meraih kemenangan."
Mengidolai Edin Dzeko
Sejak Januari 2025 lalu, Esmir Bajraktarevic bergabung ke PSV Eindhoven dari klub New England Revolutions. Kariernya berawal di SC Wave di mana seorang pencari bakat menemukannya. Dirinya lalu bergabung ke Akademi Chicago Fire, sebelum kemudian menjadi bagian dari program bakat New England Revolutions, di Boston.
Musim 2025-2026 ini, Esmir Bajraktarevic menjadi pemain andalan PSV Eindhoven asuhan Peter Bosz. Tampil dalam 19 pertandingan sejauh ini, mencetak 2 gol dan memberikan 2 assist, membawa PSV Eindhoven memimpin klasemen sementara Eredivisie (Liga Belanda).
Bakatnya sebagai pemain sayap membawanya masuk skuad tim U-19 dan U-23 Amerika Serikat. Sempat bermain pula dalam satu laga uji coba bersama timnas senior Amerika Serikat yaitu menghadapi Slovenia pada 20 Januari 2024. Namun, pada Juli tahun itu pula, dia memutuskan untuk memperkuat Timnas Bosnia.
"Bosnia adalah negeri kecil, jadi segalanya seperti sebuah keluarga," kata Esmir lagi. Dia mengakui bahwa sejak dirinya masih kecil, dia merasa sudah menjadi milik Bosnia. Apalagi, dia sudah mengagumi penyerang Timmas Bosnia, Edin Dzeko.
"Ketika saya masih kecil, saya memiliki kaus Edin Dzeko. Dia adalah pemain favorit saya. Dan, menjadi seperti Edin Dzeko adalah impian keluarga saya," kata Esmir Bajraktarevic lagi.
Dia mengakui bahwa pilihannya kepada Timnas Bosnia ketimbang Timnas Amerika Serikat memang memunculkan perdebatan bahkan kontroversi. Di media sosial, banyak yang menyebutnya sebagai seseorang yang oportunistis.
Beberapa penggemar menuduh Esmir Bajraktarevic tidak tahu berterima kasih kepada Federasi Sepak Bola Amerika Serikat yang telah memberinya kesempatan bermain di tim junior.
Sedangkan fans lainnya menilai bahwa ini sesuatu yang wajar dan hal biasa dalam sepak bola. "Lagi pula, New England Revolutions mendapatkan uang yang cukup besar dari menjualnya ke PSV," kata fan tersebut tentang nilai transfer Esmir senilai 3 juta euro.
Ambisi ke Piala Dunia 2026
Esmir Baraktarevic kini tengah mencoba mewujudkan impian keluarganya dan publik sepak bola Bosnia untuk tampil di Piala Dunia 2026. Dia telah bermain dalam 12 laga di semua ajang untuk Timnas Bosnia, termasuk 5 laga kualifikasi Piala Dunia.
Dari jumlah tersebut, Esmir Bajraktarevic telah mencetak satu gol dan memberikan dua assist. Satu-satunya gol tersebut dia ciptakan saat mencetak gol kedua Bosnia dalam kemenangan 3-1 atas Rumania, 15 November 2025 lalu.
Di bawah asuhan Sergej Barbarez, Esmir Bajraktarevic menjadi harapan Timnas Bosnia dan Herzegovina. Tantangan The Dragons ke Piala Dunia 2026 memang tidak mudah karena mereka harus menghadapi dua tim kuat Eropa, Walews dan kemungkinan Italia.
Menurut Esmir Bajraktarevic, tantangan tersebut bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dilewati. "Langit adalah batas bagi kami," kata Esmir Bajraktarevic lagi, dengan nada optimistis.