TVRINews – Roma, Italia

Sepak bola Italia bukanlah sepak bola defensif atau ofensif, melainkan sepak bola cerdas. Delapan pelatih ini mengajarkan cara berpikir dalam permainan.

Sepak bola Italia memang tengah berada di titik terendah setelah untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal menembus Piala Dunia. 

Menariknya, pencinta sepak bola sejati pasti merasa Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, nanti akan hambar dengan absennya negara juara Piala Dunia empat kali (1934, 1938, 1982, dan 2006) tersebut.

Salah satu alasan mengapa masih banyak orang sangat menyukai sepak bola Italia adalah karena para pelatih yang terlibat dalam permainan ini, baik di zaman modern maupun sepanjang sejarah. 

Italia memiliki obsesi terhadap filosofi dan taktik yang berfokus secara rumit pada kontrol, adaptabilitas, struktur pertahanan, fase penyerangan, dan efisiensi. Daftarnya masih panjang. 

Ada budaya taktik yang mengakar kuat di Italia, dengan pendidikan kepelatihan yang ketat sebagai dasarnya. Melalui Coverciano – lengkapnya Centro Tecnico Coverciano – yang bergengsi, Italia telah mampu menghasilkan beberapa ahli taktik terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. 

Inilah alasan mengapa kepelatihan Italia sangat dihormati secara global saat ini, meskipun tim nasional negara tersebut sedang mengalami keterpurukan.

Jadi, penggemar berat sepak bola Italia dan juga Gli Azzurri (julukan untuk timnas Italia) rasanya sangat perlu mempelajari beberapa pelatih terbaik asal Negeri Spageti tersebut. Berikut delapan pelatih Italia serta pendekatannya masing-masing terhadap permainan dan filosofinya. 

Giovanni Trapattoni – Sang Orisinal

Dialah pelatih paling berprestasi dalam sejarah Serie A, memenangi tujuh gelar sepanjang kariernya (satu lebih banyak daripada Max Allegri). Enam di antaranya diraih selama masa baktinya di Juventus FC, diikuti satu gelar selama masa jabatannya di Inter Milan. 

Trapattoni adalah pelatih yang berakar pada prinsip-prinsip Italia dan meletakkan dasar bagi semua yang terjadi setelahnya. Tim-timnya terorganisasi dengan cermat, cerdas dalam bertahan dan sangat efisien, membuktikan bahwa kontrol dan struktur dapat mendominasi Eropa jauh sebelum pressing atau permainan posisional menjadi perbincangan.

Massimiliano Allegri – Seni Manajemen Permainan

Allegri tipe pelatih yang sering disalahpahami, tetapi dia adalah salah satu yang paling sukses dalam sepak bola modern. Itu semua karena Allegri pandai dalam apa yang dia lakukan: menang. 

Gaya pragmatis Allegri membuat banyak orang tidak menyukainya. Namun tidak ada yang dapat menyangkal rekam jejaknya. Dia adalah orang di balik salah satu periode paling dominan Juventus FC dalam sejarah, membawa mereka meraih lima gelar Scudetto (juara Serie A) berturut-turut. 

Pendekatan Allegri bergantung pada penyerapan tekanan dan soliditas pertahanan. Dia juga dapat membaca permainan dan beradaptasi secara real-time, dan menekankan kontrol lini tengah dan membangun serangan dengan sabar, daripada tekanan tinggi atau dominasi penguasaan bola semata. 

Jadi, jangan pernah meremehkan kemampuan Max Allegri dalam pendekatan taktis sepak bola Italia. 

Maurizio Sarri – Sang Ideolog

Ia mungkin bukan nama yang diharapkan untuk dilihat dalam daftar ini. Namun, harus diakui bila Maurizio Sarri adalah seorang genius taktik dan salah satu yang tidak dapat diabaikan ketika membahas sisi taktik sepak bola Italia. 

Ia mewakili salah satu pendekatan paling radikal yang pernah dilihat liga Italia dalam waktu yang lama, berfokus pada filosofi menyerang berbasis penguasaan bola yang berpusat terutama pada formasi 4-3-3. 

Semangat yang cerdas, keunggulan jumlah pemain, dominasi bola, dan pemanfaatan ruang membentuk dasar filosofinya. Kendati ia tidak memenangi gelar sebanyak pelatih lain dalam daftar ini, masa baktinya di SSC Napoli sering dianggap sebagai salah satu tim sepak bola terbaik yang pernah dilihat liga di era modern.

Marcello Lippi – Sang Pemimpin

Ketika performa Italia di kualifikasi Piala Dunia sangat buruk hingga gagal lolos ke Amerika Utara, pencinta Azzurri pasti akan teringat saat terakhir mereka sukses pada 2006, ketika Marcello Lippi menjadi pelatih. 

Lippi adalah salah satu pelatih paling berprestasi di sepak bola Italia, memenangi lima Scudetto dan satu Liga Champions bersama Juventus untuk menambah koleksi trofinya. 

Ia layak dipelajari hanya karena selebrasi kemenangannya di Piala Dunia. Cerutu di mulut, trofi di tangan. Tuan Lippi? Bukan, Tuan Keren. 

Filosofinya bergantung pada soliditas pertahanan dan unit yang kokoh secara struktural dari depan hingga belakang. Tetapi Lippi juga memberikan ruang untuk fleksibilitas dalam permainan menyerang dan bertahan tergantung pada konteks dan lawannya.

Arrigo Sacchi – Maestro Gaya Pressing nan Revolusioner  

Saat berbicara soal beberapa tim sepak bola terbaik dalam sejarah, rasanya tidak salah jika salah satu dari tiga skuad teratas itu adalah hasil kerja Arrigo Sacchi. 

Sacchi mampu merevolusi permainan meskipun ia sendiri bukanlah pemain sepak bola yang hebat dan bahkan sebenarnya tidak pernah bermain secara profesional. 

Publik tentu masih ingat bagaimana Sacchi mengubah AC Milan. Lewat prinsip-prinsipnya, Sacchi fondasi bagi I Rossoneri di era 1980-an sehingga mampu mendominasi sepak bola Italia dan Eropa. 

Dengan meninggalkan metode man-marking, Sacchi membawa gaya pressing baru ke sepak bola, meninggalkan libero dan menekankan kekompakan serta pergerakan sinkron. Ia seorang revolusioner taktik dalam sepak bola dan merupakan salah satu yang terhebat dalam sejarah.

Carlo Ancelotti  Si Ahli Adaptasi

Carlo Ancelotti adalah salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah, memenangkan rekor jumlah gelar Liga Champions dan memenangi liga di lima divisi teratas Eropa. 

Carletto mengukir namanya di Milan, membawa mereka meraih dua gelar Liga Champions dan satu gelar Serie A sebelum pindah ke Chelsea FC di Liga Primer Inggris. 

Kemampuan Carletto untuk beradaptasi dengan para pemainnya, menyesuaikan pendekatannya, dan meraih kesuksesan adalah sesuatu yang telah membangun reputasinya. 

Kontrol lini tengah dan kecerdasan emosional adalah dua kekuatan utama Ancelotti, di samping manajemen pemainnya, mengingat ia harus berurusan dengan beberapa ego terbesar dalam permainan dan juga menaklukkannya. 

Formasi pohon Natalnya di Milan bisa dibilang sebuah ide genius, memberikan keseimbangan dengan inti lini tengah yang solid.

Antonio Conte – Sang Obsesif

Tidak seperti nama-nama sebelumnya, warisan Antonio Conte tidak bergantung pada kesuksesan di Eropa. 

Conte adalah pemenang beruntun liga dan genius dalam mengambil klub yang berantakan dan mengembalikan intensitas serta rasa bangga dengan membangun mereka kembali menjadi pemenang. 

Lihat saja apa yang dilakukannya di Inter Milan, Chelsea FC, dan SSC Napoli. Conte membuat formasi tiga bek kembali populer, tetapi ia selalu mudah beradaptasi. Sifat obsesifnya memungkinkannya untuk itu, dan ia mengharapkan para pemainnya untuk menyamai intensitas tersebut. 

Pengulangan dan disiplin merupakan bagian besar dari permainannya. Namun inti dari pendekatan taktisnya bergantung pada inti pertahanan yang solid dan permainan bola yang baik, serta bek sayap yang energik untuk memberikan lebar serangan. 

Umpan vertikal cepat (itulah mengapa ia sangat menyukai Romelu Lukaku), berarti timnya dapat melakukan transisi dengan cepat dan membanjiri lawan dengan serangan. 

Jika Anda mencari seseorang untuk dipelajari baik di dalam maupun di luar lapangan dalam permainan modern, Antonio Conte adalah orangnya.

Fabio Capello – Sang Penguasa

Sebagai murid Sacchi, Fabio Capello mengembangkan pendekatan 4-4-2 dan memadukannya dengan sudut pandang yang lebih disiplin dan pragmatis. 

Gayanya lebih dingin dan lebih tanpa ampun daripada gaya Sacchi. Tetapi yang terpenting, gaya tersebut tetap berhasil. 

Empat gelar Scudetto dan satu Liga Champions di Milan, Capello adalah lambang seorang pemenang yang konsisten tanpa perlu mengandalkan kekacauan untuk mengalahkan lawan. 

Fokusnya mengeksploitasi kelemahan lawan juga patut dikagumi. Capello adalah salah satu pelatih paling sukses dalam dunia sepak bola dan salah satu manajer Italia paling berpengaruh sepanjang masa, terlepas dari apa pun yang mungkin dikatakan penggemar Inggris.

Dari paparan di atas bisa dilihat bahwa sepak bola Italia jauh lebih dari sekadar stereotip defensif yang sering digambarkan oleh penggemar liga lain.

Sepak bola Italia adalah sarang taktik yang teliti dan obsesif, yang melahirkan beberapa pelatih terbaik yang pernah ada, dan sarat dengan filosofi serta kegeniusan.