Suporter Timnas RD Kongo, Lumumba Vea Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Kinshasa, Republik Demokratik Kongo
Lumumba Vea, suporter ikonik Timnas RD Kongo diharap bisa menemani pemain berjuang di Piala Dunia 2026.
Kehadiran Lumumba Vea di tribune stadion saat Timnas Republik Demokratik Kongo bertanding bukan sekadar gimik. Kini, ia menjelma menjadi simbol semangat dan persatuan nasional.
Pria bernama lengkap Michel Nkuka Mboladinga mengiringi perjalanan tim nasional sejak 2013. Menggunakan setelan jas dan dasi, ia berdiri dengan mengangkat tangan kanan tanpa melakukan gerakan selama pertandingan berlangsung.
Aksi tersebut mengingatkan publik kepada Bapak Pendiri RD Kongo, Patrice Lumumba, yang dibunuh pada 17 Januari 1961. Ia merupakan simbol paling kuat dari perjuangan Afrika untuk kedaulatan dan kebebasan.
Meski telah lama menirukan Patrice Lumumba, tetapi kehadiran Lumumba Vea baru banyak dibicarakan saat Piala Afrika 2025 berlangsung.Banyak suporter dan pemain lawan yang terinspirasi olehnya.
Suporter Maroko yang hadir di tribune stadion saat pertandingan melawan Kamerun membawa foto Lumumba Vea. Penghormatan yang terasa lebih mengharukan karena RD Kongo tersingkir dari Piala Afrika 2025 usai kalah dari Aljazair di babak 16 besar.
Penyerang Nigeria, Akor Adams, juga turut menggemakan semangat Lumumba Vea dalam laga perempat final melawan Aljazair. Begitu berhasil mencetak gol, ia lari ke tepi lapangan dan meniru gerakan mengangkat tangan kanan ke arah tribune.
Lumumba Vea dianggap sebagai identitas nasional RD Kongo. Itulah mengapa para pemain berharap pemerintah memberangkatkan pria berusia 49 tahun itu ke Piala Dunia 2026 yang dilangsungkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Mengutip Foot Africa, kapten RD Kongo, Chancel Mbemba, menyampaikan permintaan ini kepada Presiden Felix Tshisekedi ketika tim merayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2026 di Kinshasa. Dalam kesempatan itu, terlihat Lumumba Vea berdiri di hadapan para pendukung lainnya untuk menggemakan persatuan nasional.
Mbemba merasa kehadiran Lumumba Vea di Piala Dunia akan membuat para pemain semakin bersemangat. Karena ketika melihatnya, mereka menyadari bahwa tidak bermain untuk diri sendiri melainkan seluruh bangsa.
Tidak mudah bagi Lumumba Vea untuk berangkat ke Piala Dunia 2026 tanpa dukungan pemerintah. Dana yang dibutuhkan untuk berangkat ke Amerika Serikat dan Meksiko, lokasi pertandingan RD Kongo menghadapi Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan di Grup K tidaklah sedikit.
Belum lagi ia harus menjalani proses pengajuan visa yang rumit. Hal ini yang membuatnya gagal memberi dukungan langsung kepada tim berjuluk Les Leopards di final play-off interkonfederasi melawan Jamaika yang digelar di Estadio Akron, Zapopan, Meksiko pada akhir Maret lalu.