TVRINews – Zurich, Swis

Harga tiket jual kembali Piala Dunia 2026 anjlok hingga 60% selama bulan lalu karena ekspektasi awal penjual melampaui permintaan penggemar yang sebenarnya.

Harga tiket jual kembali (resale) Piala Dunia 2026 menurun tajam dibanding bulan lalu. Hal itu terungkap dari data Ticketdata.com.

Penurunan tersebut ditunjukkan oleh depresiasi harga sebesar 46 persen untuk tiket pertandingan Amerika Serikat (AS) melawan Turki, lalu 54 persen untuk laga Irak menghadapi Norwegia, dan penurunan hingga 60 persen untuk duel Australia melawan Turki.

Penurunan harga tiket resale Piala Dunia 2026 ini diakibatkan menurunnya permintaan karena tingginya harga yang dipasang penjual. Ujungnya, pasar tiket resale terkoreksi tajam justru menjelang bergulirnya turnamen.

Sebelumnya, FIFA selaku penyelenggara Piala Dunia sudah menghadapi kecaman luas karena menetapkan harga tiket awal yang menurut banyak penggemar sama sekali tidak terjangkau. 

Kecaman publik yang berkelanjutan ini terjadi pada saat nilai pasar sekunder mengalami koreksi tajam, karena permintaan tiket di tribune bawah premium lemah akibat biaya yang tinggi. 

Tiket resmi dari FIFA untuk primary tiers (harga awal atau termurah yang dirilis penyelenggara) dimulai dari 1.100 dolar Amerika (sekitar Rp19,4 juta) lebih. Sementara, untuk tiket premium mencapai hampir 3 ribu dolar Amerika (Rp53 juta). 

Depresiasi harga tiket jual kembali ini mencerminkan tren yang lebih luas di seluruh turnamen. Ticketdata.com melaporkan bahwa biaya rata-rata tiket babak penyisihan grup telah turun sekitar 24% selama bulan lalu. 

Permintaan perjalanan juga melambat tepat sebelum dimulainya turnamen. Menurut Newsweek, para pejabat industri melaporkan bahwa pemesanan hotel musim panas tidak mencapai ekspektasi, membuat bisnis lokal berjuang untuk pulih setelah berinvestasi besar-besaran untuk mempersiapkan gelombang besar wisatawan. 

Dimulai pada 11 Juni, Piala Dunia 2026 akan menampilkan format 48 tim (gelaran sebelumnya hanya 32 negara) di 16 kota tuan rumah di AS, Kanada, dan Meksiko.