Bek Kroasia, Josip Stanisic. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Josip Stanisic menyumbangkan asis kepada Ante Budimir untik membobol gawang Panama.
Kroasia menang tipis 1-0 atas Panama dalam pertandingan lanjutan Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Rabu (24/6/2026) pagi WIB. Gol semata wayang tim berjuluk Vatreni dicetak oleh Ante Budimir pada menit ke-54.
Budimir yang masuk sebagai pengganti Petar Musa di awal babak kedua mampu membobol gawang Panama yang dikawal Orlando Mosquera setelah meneruskan umpan silang yang dikirimkan Josip Stanisic.
Pergerakan Stanisic dalam proses terjadinya gol ini layak diacungi jempol. Usai mengirim operan pendek kepada Marco Pasalic, ia langsung berlari mencari ruang kosong untuk kembali meminta bola.
Pasalic dengan menggunakan tumitnya memberikan bola kepada Stanisic. Bek yang bermain untuk Bayern Munchen itu kemudian melalukan dribel sampai mendekati kotak penalti Panama.
Kejelian Stanisic jelas terlihat pada momen ini. Ia mengirimkan umpan silang ke area yang sulit dijangkau oleh Mosquera dan bek Panama untuk melakukan intersep atau sapuan. Begitu bola sampai di dekat Pasalic, dengan mudah dikonversi menjadi gol.
Kontribusi Stanisic dalam pertandingan ini tidak hanya sumbangan asis. Pemain berusia 26 tahun tersebut memiliki catatan statistik yang baik. Itulah yang kemudian membuat TVRI menilai ia layak menjadi Player of the Match.
Mengutip Fotmob, selama pertandingan berjalan, Stanisic mencatatkan 58 sentuhan terhadap bola. Sebagai bek sayap, ia banyak membantu upaya Kroasia menekan pertahanan Panama.
Dua kali Stanisic melepaskan operan ke area sepertiga akhir lapangan dan satu kali menciptakan peluang emas Kroasia ke gawang Panama. Catatan tersebut dapat menggambarkan bagaimana visi bermainnya yang bagus dalam membantu tim menyerang.
Transisi dari bertahan ke menyerang yang ia lakukan dalam pertandingan ini sangat baik. Stanisic berhasil mengirim dua umpan silang yang tepat kepada rekan satu tim, dan salag satunya menjadi gol.
Kesigapannya dalam mengawal lini pertahanan dari ancaman lawab tidak perlu diragukan lagi. Pasalic terlibat dalam tujuh aksi defensif Kroasia untuk memutus aliran serangan Panama. Ia tercatat melakukan sekali tekel, empat sapuan, dua intersep, dan tiga sapuan menggunakan sundulan.
Gaya bermainnya yang ngotot benar-benar menyulitkan para penyerang Panama. Ia tercatat memenangi 6 dari 10 situasi perebutan bola di kaki dan kepala.