Striker veteran Prancis, Olivier Giroud, masih menunjukkan tajinya bersama LOSC Lille. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Beograd, Serbia
Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Prancis dengan 57 gol dari 137 penampilan, Olivier Giroud kembali membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tampil menentukan.
Olivier Giroud menikmati malam spesial bersama klubnya LOSC Lille usai membungkam tuan rumah Red Star Belgrade dengan skor 2-0 pada Jumat (27/2/2026) dini hari WIB lewat perpanjangan waktu. Hasil ini memastikan kemenangan agregat Lille 2-1 atas Red Star Belgrade untuk merebut tiket ke babak 16 besar Liga Europa 2025/2026.
Seusai laga, penyerang 39 tahun itu mengakui pertandingan tersebut terasa begitu emosional baginya. “Ini (jika Lille kalah) bisa saja menjadi pertandingan terakhir saya di kompetisi Eropa,” ujar Giroud.
Striker veteran itu membuka jalan kemenangan lewat sundulan tajam pada menit kelima. Gol tersebut bukan hanya mengawali kebangkitan Lille setelah kalah 0-1 pada leg pertama di kandang, tetapi juga menandai pencapaian pribadi yang istimewa. Dengan gol itu, Giroud resmi mencetak gol ke-300 di semua kompetisi bersama klub-klub yang pernah ia perkuat sepanjang kariernya.
Tidak hanya itu, ia juga menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah fase gugur kompetisi ini. Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Prancis dengan 57 gol dari 137 penampilan, Giroud kembali membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tampil menentukan.
Sebelum laga, ia sudah merasakan makna khusus pertandingan tersebut. “Saat saya berbicara kepada para pemain sebelum pertandingan, saya mengatakan kepada mereka: jangan buang waktu, karena dari satu musim ke musim berikutnya, kita tidak pernah tahu apakah akan bermain lagi di kompetisi Eropa. Saya memikirkan diri saya sendiri,” katanya.
Giroud tampil luar biasa dengan bermain penuh selama 120 menit dan memenangi 15 duel sepanjang pertandingan. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan laga hingga akhir waktu tambahan.
“Saya mengatakan kepada staf pelatih pada menit ke-90 bahwa saya akan berusaha maksimal untuk beberapa menit lagi. Tapi kemudian saya sadar penting untuk tetap berada di lapangan, terutama untuk situasi bola mati,” katanya.
“Kami menunjukkan solidaritas besar, semangat tim yang luar biasa, dan petualangan ini terus berlanjut. Ini benar-benar kebahagiaan,” mantan striker Arsenal itu menambahkan.
Kontribusi Giroud di Piala Dunia
Berbicara tentang warisannya, kontribusi Giroud bersama Timnas Prancis tetap menjadi bab paling monumental dalam kariernya. Striker jangkung ini adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus dengan total 57 gol dari 137 penampilan.
Ia melampaui rekor Thierry Henry dan mengukuhkan diri sebagai salah satu penyerang paling efektif dalam sejarah Les Bleus. Namun, rekornya sedikit lagi akan terpatahkan oleh juniornya, Kylian Mbappe, yang sudah menorehkan 55 gol untuk Timnas Prancis dan akan tampil di Piala Dunia 2026.
Olivier Giroud sendiri hingga saat ini sudah tampil dalam tiga edisi Piala Dunia:
- 2014 (Brasil): Mencetak 1 gol dan menjadi bagian penting rotasi lini depan.
- 2018 (Rusia): Tidak mencetak gol, tetapi menjadi starter reguler dan berperan besar dalam sistem Didier Deschamps saat Prancis menjadi juara dunia.
- 2022 (Qatar): Bangkit luar biasa dengan mencetak 4 gol, termasuk dua gol ke gawang Polandia di babak 16 besar, dan membawa Prancis ke final.
Secara total, Giroud mencetak total 5 gol di Piala Dunia, yang datang pada edisi 2014 dan 2022. Dalam ajang Piala Eropa, Giroud juga memiliki kontribusi:
- Euro 2016: Mencetak 3 gol dan membawa Prancis ke final.
- Euro 2020 (digelar 2021): Tidak mencetak gol.
- Euro 2012: Tidak mencetak gol.
- Euro 2024: Tidak mencetak gol.
Sayangnya Giroud tidak mungkin tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026. Ia secara resmi sudah mengumumkan pensiun dari Les Bleus setelah Piala Eropa 2024. Pengumuman tersebut disampaikan pada Mei 2024, dengan turnamen Piala Eropa 2024 menjadi kompetisi terakhirnya bersama Timnas Prancis.
Giroud mungkin tidak selalu menjadi sorotan utama seperti Kylian Mbappe atau Karim Benzema, tetapi ia adalah penyerang yang konsisten dalam turnamen besar.