Duet maut lini depan Timnas Prancis, Kylian Mbappe (kiri) dan Ousmane Dembele. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Dari Mbappe-Dembele hingga Ronaldo-Bruno Fernandes, sejumlah tim memiliki dua pemain depan yang memiliki chemistry dan berpotensi menebar ancaman besar bagi lawan-lawan mereka di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia kerap menghadirkan duet-duet mematikan yang merepotkan lini belakang lawan. Dari kombinasi Ronaldo-Rivaldo dan Romario-Bebeto milik Brasil, "Klodolski" (Miroslav Klose dan Lukas Podolski) di Timnas Jerman, "SAS" (Alan Shearer-Teddy Sheringham) di Timnas Inggris, dan lain-lain.
Jelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli, sejumlah negara kembali memiliki duet tajam yang berpotensi menebar ancaman besar.
Ada yang mengandalkan kecepatan dan kreativitas, ada pula yang memadukan visi bermain dengan ketajaman di depan gawang.
Berikut delapan duet maut yang diprediksi bakal merepotkan benteng pertahanan lawan mereka dalam ajang yang diikuti 48 tim tersebut, dikutip dari berbagai sumber.
1. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele (Prancis)
Prancis mungkin memiliki lini serang tercepat di dunia saat ini. Kylian Mbappe tetap menjadi senjata utama Les Bleus berkat akselerasi, finishing, dan insting golnya, sementara Dembele menawarkan kemampuan dribel dan kreativitas yang sulit dihentikan.
Bersama klubnya, Paris Saint-Germain, Dembele juga sedang gacor-gacornya. Ia selalu mencetak gol saat laga kandang maupun tandang ketika menyingkirkan Liverpool dan Bayern Munchen untuk melaju ke final Liga Champions.
Meski berbeda klub, keduanya juga mulai menunjukkan chemistry yang makin matang di tim nasional. Jika berada dalam kondisi terbaik pada 2026, duet ini bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan mana pun.
2. Vinicius Junior dan Endrick (Brasil)
Ini adalah opsi lini depan paling logis dan paling dinantikan publik Brasil selepas cederanya Rodrygo.
Seperti halnya di Real Madrid, Endrick adalah nomor 9 modern yang sangat kuat secara fisik meskipun usianya masih sangat muda. Jika Vini menyisir sisi sayap, Endrick adalah predator yang siap menyambut umpan di kotak penalti.
Keduanya sudah berlatih bersama di level klub. Endrick memiliki daya ledak yang bisa memecah konsentrasi bek lawan yang terlalu fokus menjaga Vini.
3. Lamine Yamal dan Nico Williams (Spanyol)
Spanyol mungkin memiliki duet sayap paling eksplosif menuju Piala Dunia 2026. Lamine Yamal dikenal dengan kreativitas dan kemampuan mengacak-acak pertahanan, sementara Nico Williams menawarkan kecepatan luar biasa serta kemampuan duel satu lawan satu.
Keduanya sudah menjadi andalan generasi baru Spanyol dan diprediksi mencapai puncak performa saat turnamen berlangsung. Kombinasi usia muda dan keberanian bermain menyerang membuat mereka sangat berbahaya.
4. Jude Bellingham dan Harry Kane (Inggris)
Inggris memiliki perpaduan ideal antara kreativitas dan ketajaman. Bellingham berkembang menjadi motor permainan modern yang mampu menyerang sekaligus bertahan, sedangkan Kane tetap dikenal sebagai salah satu striker paling klinis di dunia.
Kerja sama keduanya sangat penting bagi ambisi Inggris mengakhiri puasa gelar Piala Dunia sejak 1966. Jika Bellingham mampu terus berkembang dan Kane tetap konsisten, Inggris bisa memiliki salah satu duet paling komplet di Piala Dunia 2026.
5. Lionel Messi dan Julian Alvarez (Argentina)
Meski usia Lionel Messi terus bertambah, pengaruhnya terhadap Argentina masih sangat besar. Jika tampil di Piala Dunia 2026, ia kemungkinan kembali menjadi pusat kreativitas skuad Albiceleste.
Sedangkan di sisi lain, Julian Alvarez berkembang menjadi penyerang modern yang agresif, cepat, dan efektif di depan gawang. Kombinasi visi Messi dan pergerakan Alvarez sudah terbukti sukses membawa Argentina berjaya di Piala Dunia 2022 lalu.
6. Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes (Portugal)

Bintang Timnas Portugal, Bruno Fernandes (foto kiri) bersama Cristiano Ronaldo.
Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
Meskipun usia Cristiano Ronaldo tidak lagi muda, kombinasi ini tetap menjadi salah satu yang paling produktif di kancah internasional.
Bruno Fernandes berperan sebagai mesin pengumpan dengan visi luar biasa dan kemampuan final pass yang akurat, sementara Ronaldo tetap menjadi target man dengan penempatan posisi yang tak tertandingi di kotak penalti.
Hubungan mereka sudah teruji selama bertahun-tahun baik di tim nasional maupun saat bersama di level klub (Manchester United).
Bruno tahu persis ke mana Ronaldo akan berlari, dan Ronaldo sangat bergantung pada servis bola-bola matang dari Bruno untuk menambah catatan rekor golnya di panggung dunia.
Bruno juga bertekad membantu Cristiano Ronaldo mewujudkan harapannya di Piala Dunia terakhirnya, yaitu juara Piala Dunia 2026.
"Berjuang bersama Cristiano Ronaldo di Piala Dunia terakhirnya dengan dia sebagai pemenang akan menjadi sesuatu yang luar biasa," kata Bruno seperti diberitakan BBC Sports, Jumat (24/4/2026) lalu.
7. Erling Haaland dan Martin Odegaard (Norwegia)
Setelah penantian panjang, publik akhirnya bisa melihat duo Premier League ini di panggung Piala Dunia.
Martin Odegaard sebagai "sang arsitek" dengan visi operan di atas rata-rata, dan Haaland sebagai finisher murni yang haus gol.
Keduanya berada di usia emas pada 2026. Jika Norwegia mampu menjaga stabilitas pertahanan, duet ini adalah ancaman paling mematikan dalam skema serangan balik maupun set-piece.
8. Florian Wirtz dan Jamal Musiala (Jerman)
Sering dijuluki sebagai "Wusiala", duo ini adalah masa depan sekaligus mesin penggerak lini serang Jerman saat ini.
Keduanya memiliki gaya bermain flamboyan, jago dalam dribel di ruang sempit, dan sangat kreatif. Mereka tidak hanya memberi asis, tapi juga sering mencetak gol krusial.
Jerman sendiri kini sedang dalam misi kebangkitan setelah beberapa turnamen yang mengecewakan. Sebagai pemain muda, Wirtz dan Musiala bisa menjadi sosok yang menyegarkan permainan tim asuhan Julian Nagelsmann itu.