Son Heung-min, penyerang sayap dan kapten Timnas Korea Selatan. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Los Angeles, Amerika Serikat
Didukung beberapa pemain bertalenta, Son Hyung-min bukan tidak mungkin menjadikan Tim Nasional Korea Selatan kuda hitam di Piala Dunia 2026.
Musim terakhirnya di Inggris bersama Tottenham Hotspur pada 2024-2025 memang kurang memuaskan menurut standarnya. Tetapi, tidak ada yang meragukan bila Son Heung-min (33 tahun) adalah bintang sepak bola Korea Selatan.
Sebagai pemain sayap, pria yang akrab disapa Sonny itu berada di peringkat ketiga winger Liga Primer Inggris terbaik sepanjang masa versi majalah sepak bola Inggris, FourFourTwo. Masih dari media yang sama, Son berada di peringkat ke-35 daftar pemain Liga Premier terhebat sepanjang masa.
Debut untuk Tim Nasional Korea Selatan pada 30 Desember 2010, Son adalah pemain dengan penampilan terbanyak untuk Taeguk Warriors dengan 143 penampilan (situs web Transfermarkt).
Son juga berada di peringkat kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Korsel dengan 54 gol. Ia hanya terpaut empat gol dari top skorer sepanjang masa Taeguk Warriors, Cha Bum-kun. Bukan tidak mungkin Sonny menyamai atau bahkan melewati torehan Cha Bum-kun di Piala Dunia 2026 nanti.
Pada Piala Dunia empat tahun lalu di Qatar, Son memimpin Taeguk Warriors yang di luar dugaan mampu memenangi fase grup mengungguli salah satu tim kuat, Portugal. Sayangnya, Korsel tersingkir di 16 besar setelah kalah dari Brasil.
Kini, dengan dukungan sejumlah talenta yang menjanjikan, seperti Kim Min-jae dan Lee Kang-in yang masing-masing bermain sebagai bek di FC Bayern Munchen dan gelandang di Paris Saint-Germain (PSG), bukan mustahil Korsel menjadi kuda hitam di Amerika Utara.
Turnamen di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni sampai 19 Juli nanti akan menjadi Piala Dunia keempat buat Son Heung-min. Dari total 10 kali turun di Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022 (semua sebagai starter), ia telah mencetak 3 gol dan 1 assist.
Produktivitas Gol Stabil
Setelah 10 musim bermain di liga paling ketat di dunia, Liga Primer Inggris, bersama Tottenham, Son Heung-min memutuskan pindah ke Liga Sepak Bola Amerika Serikat (MLS) pada tahun 2025 dengan memperkuat Los Angeles Football Club (LAFC).
Pada musim perdananya, Son mampu mencetak 9 gol dan 3 assist hanya dari 10 pertandingan yang ia ikuti. Kini, di usia yang sudah 33 tahun, ia memimpin daftar pencetak assist terbanyak MLS dengan 8 assist hanya dari 9 pertandingan.
Sebagai pemain sayap (utamanya kiri), mencetak gol memang bukan tugas utama Son. Namun, ia dikenal sebagai salah satu winger dengan insting gol cukup tinggi. Dari dua musim bersama LAFC dengan total hanya 29 laga, Son berhasil mencetak 14 gol atau rata-rata 7 gol per musim.
Saat 10 musim memperkuat Tottenham, Son mencetak total 173 gol di semua ajang (454 pertandingan) yang artinya ia mampu membuat 17,3 gol per musimnya.
Gaya Bermain
Sebagai salah satu penyerang elite, Son Heung-min sangat nyaman menembak dan mengoper baik dengan kaki kiri maupun kanannya. Hal tersebut membuat para pemain bertahan sulit memprediksi sehingga memungkinkan Son untuk melepaskan tembakan dari berbagai sudut.
Son sangat efektif dalam transisi cepat dengan memanfaatkan kecepatan larinya untuk mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan oleh pertahanan lawan. Son juga memiliki kesadaran ruang yang tinggi, sering melakukan lari diagonal ke ruang kosong dan menyerang “sisi buta” para bek.
Pemain yang juga pernah memperkuat dua klub Jerman, Hamburg SV dan Bayer Leverkusen, itu juga dikenal karena kecepatannya dalam penyelesaian akhir yang klinis. Ia sering melakukan tembakan dengan satu sentuhan untuk meminimalkan waktu reaksi penjaga gawang.
Son juga tipe pemain yang serbaguna dan fleksibel soal posisi. Meskipun unggul di sayap kiri, ia dapat bermain di seluruh lini depan, termasuk sebagai penyerang tengah, striker kedua, atau di sayap kanan.
Kekuatan fisik Son juga membuatnya mahir mencetak gol dari jarak jauh. Selain mampu melepaskan tembakan keras, Son juga biasa melengkungkan tembakan.