TVRINews – Zurich, Swis

FIFA menolak desakan politikus Amerika Serikat untuk menanggung biaya transportasi Piala Dunia 2026, dengan alasan tanggung jawab tersebut berada pada kota tuan rumah.

FIFA merespons pejabat politik di Amerika Serikat yang meminta FIFA membiayai transportasi publik selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menyiratkan keengganan untuk menuruti desakan tersebut.

Rencana perusahaan transportasi publik New Jersey, NJ Transit, untuk menaikkan tarif dari awalnya Rp223.000 menjadi Rp1,7 juta memicu desakan kepada FIFA. Mulai dari Senator Amerika Serikat, Chuck Schumer, hingga Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, turut angkat bicara.

Mereka menilai warga setempat akan menanggung dampak kenaikan tarif ini. FIFA, yang mendapat keuntungan besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026, dianggap mampu menanggung biaya tersebut.

FIFA mengaku terkejut dengan pernyataan Mikie. Alasannya, pada 2018 pernah ada perjanjian dengan kota tuan rumah Piala Dunia 2026 tentang penggratisan transportasi publik menuju lokasi pertandingan.

"Kami cukup terkejut dengan pendekatan Gubernur New Jersey hari ini terkait transportasi suporter. Perjanjian kota tuan rumah Piala Dunia 2026 yang ditandatangani pada 2018 awalnya mewajibkan transportasi gratis bagi suporter ke semua lokasi pertandingan," kata juru bicara FIFA kepada The Athletic, Kamis (16/4/2026).

"Menyadari tekanan finansial yang ditimbulkan kepada kota tuan rumah, FIFA pada 2023 melakukan penyesuaian persyaratan. Semua pemegang tiket pertandingan dan individu terakreditasi dapat mengakses transportasi (publik atau tambahan) dengan biaya tertentu untuk menuju stadion pada hari pertandingan," ia menambahkan.

Kerja sama ini telah dijalin FIFA dengan kota tuan rumah sejak lama. Mereka mengklaim turut membantu melobi agar tersedia pendanaan federal bernilai jutaan dolar Amerika Serikat untuk merealisasikan perjanjian ini.

"FIFA tidak mengetahui adanya acara besar lain yang pernah diadakan di stadion wilayah New York–New Jersey, termasuk olahraga besar atau tur konser global, di mana penyelenggara diwajibkan membayar transportasi penggemar."

Suporter Piala Dunia 2026 menjadi pihak yang paling dirugikan oleh kebijakan kenaikan tarif transportasi ini. Sebelumnya, mereka sudah kesulitan membeli tiket pertandingan yang harganya mahal.

Kelompok suporter Prancis turut menyoroti isu ini. Mereka menilai FIFA sudah tidak lagi berpihak kepada suporter seperti pada edisi-edisi sebelumnya, dan lebih mengakomodasi kepentingan pihak lain.

"Ini memalukan. Dalam turnamen-turnamen terakhir, transportasi sudah termasuk dalam harga tiket atau ditawarkan dengan harga diskon besar bagi pemegang tiket," kata Guillaume Aupretre, juru bicara suporter Prancis, dikutip dari AFP.

Kelompok suporter Inggris, Free Lions, juga turut mengecam rencana kenaikan tarif transportasi ini. "Hari lain, penipuan lain di Piala Dunia ini. Apa yang sebenarnya terjadi?" tulis mereka di media sosial.