TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Erling Haaland hanya empat kali menyentuh bola saat Norwegia ditahan Maroko dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. Tingginya suhu diyakini memengaruhi performa Timnas Norwegia.

Hasil imbang dalam pertandingan persahabatan Maroko melawan Norwegia di Sports Illustrated Stadium, New Jersey, Amerika Serikat (AS), Minggu sore waktu setempat atau Senin (08/06/2026) dini hari WIB mungkin tidak memuaskan, khususnya bagi Norwegia. 

Maroko unggul lebih dulu melalui gol Brahim Diaz pada menit kedelapan. Tetapi gol Martin Odegaard pada menit ke-75 di babak kedua menyamakan kedudukan sehingga Norwegia bermain imbang 1-1 dengan Singa Atlas – julukan Timnas Maroko.

Di atas kertas, satu grup dengan Maroko atau Norwegia di Piala Dunia 2026 tampaknya menjadi bencana. Namun, melihat duel Maroko melawan Norwegia, anggapan di atas rasanya tidak sepenuhnya benar. 

Masalahnya bukan dari hasil pertandingan – karena di laga uji coba tidak semua tim mampu mengeluarkan kemampuan terbaik – tetapi dari pemain yang seharusnya dominan dalam duel tersebut. 

Striker raksasa milik Norwegia, Erling Haaland, ternyata hanya mampu menyentuh bola empat kali selama 75 menit dimainkan pelatih Stale Solbaken dan kemudian ditarik keluar. 

Jumlah sentuhan itu menjadi yang paling sedikit dalam karier Haaland sejak mengawali karier di klub dan tim nasional mulai 2019. Statistik tersebut jelas menjadi peringatan buat striker manapun di dunia, apalagi buat Haaland yang kini salah satu penyerang tengah paling berbahaya di kolong jagat. 

Haaland mengakhiri kampanye kualifikasi Piala Dunia dengan 16 gol, mencetak gol di semua delapan pertandingan Norwegia. Jadi, laga pada Minggu sore lalu bisa jadi hanya kejadian sekali saja. 

Haaland juga pemain yang mencetak 27 gol dan delapan assist dalam 34 pertandingan Liga Premier Inggris musim ini. Sebelum 2025–2026, Haaland juga sudah merebut Sepatu Emas (Golden Boot) Liga Premier pada musim 2022–2023 dan 2023–2024.

Pun demikian, pertahanan Maroko yang sangat disiplin dan rapat memang berhasil memotong suplai bola pemain Norwegia ke Haaland. Namun, sebelum bicara soal teknik, ada yang perlu diperhatikan dan diatasi lebih dulu oleh Landslaget – julukan Timnas Norwegia.

Suhu udara di Greensboro, North Carolina, AS, tempat Norwegia berlatih untuk Piala Dunia, mencapai 90 derajat Fahrenheit (sekitar 32 derajat Celsius) pada Jumat pekan lalu, suhu yang hampir tidak pernah dialami skuad Norwegia. 

Haaland terlihat terkulai di atas boks pendingin Powerade, basah kuyup oleh keringat. Sementara, rekan-rekan setimnya berbaring telentang di rumput. Skuad asal negara kawasan Skandinavia itu tampak tidak berdaya menghadapi panasnya udara Amerika.

New Jersey juga tidak sejuk pada Minggu sore lalu, setelah suhu udara berkisar 85 derajat Fahrenheit (sekitar 30 derajat Celsius). 

Jadi, haruskah skuad dan penggemar Timnas Norwegia panik menjelang Piala Dunia nanti? Rasanya belum, namun kondisi alam ini harus mendapatkan perhatian serius. 

Norwegia tergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Piala Dunia 2026 sendiri akan dimulai pada Kamis (11/06/2026) nanti. 

Langkah Norwegia sejatinya bisa diatur sedemikian rupa supaya bisa lolos dari fase grup. Irak bisa dikalahkan di laga pembuka, Senegal di atas kertas masih bisa dikalahkan, dan juara Piala Dunia 1998 dan 2018 Prancis masih menjadi favorit.

Pun begitu, kondisi cuaca panas ekstrem bisa mengubah skenario Norwegia. Mereka akan melawan Irak (laga pertama) dan Prancis (ketiga) di Boston. Sementara, laga kedua melawan Senegal digelar di New York New Jersey Stadium. 

Sebelumnya, sejumlah otoritas terkait sudah memprediksi panas ekstrem pada bulan Juni atau Juli dengan suhu kadang melebihi 30 derajat Celsius akan melanda sejumlah venue Piala Dunia di Boston, Miami, dan Dallas.  

FIFA sendiri sudah memberikan mandat water break di sela-sela pertandingan untuk mengantisipasi panasnya cuaca.

Sementara itu FIFFPRO, persatuan pesepak bola global, meminta lebih dari mandat FIFA dengan merekomendasikan penundaan pertandingan jika kondisi cuaca dinilai sudah membahayakan pemain.