Mural seluas hampir 1 km persegi bertema “Wild Seed, Wild Flower” di sisi barat daya kota Atlanta, Amerika Serikat, siap menyambut Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Atlanta, Amerika Serikat
Mural seluas hampir 1 km persegi tersaji di salah satu sudut kota Atlanta, Amerika Serikat, untuk menyambut Piala Dunia 2026.
Atlanta benar-benar sudah siap meluncurkan mural terbesarnya untuk memukau pengunjung menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.
Salah satu kesiapan ibu kota sekaligus kota terbesar di negara bagian Georgia, AS, itu adalah mural berukuran besar yang dibalut dalam bentuk pameran seni berjudul “Wild Seed, Wild Flower” di sisi barat daya Atlanta tersebut.
Dibuat dan diorganisasi oleh Charity Hamidullah, seorang seniman dan pelukis mural serba bisa yang karyanya menjembatani komunitas, identitas, dan penceritaan. Ini hanyalah salah satu dari sekian banyak proyek mural besar yang akan hadir di Atlanta pada musim semi ini.
Para pemimpin lokal kota yang dikenal dengan budayanya yang dinamis dan komunitasnya yang beragam ini, seperti Walikota Andre Dickens, belum lama ini berkumpul untuk upacara pemotongan pita mural tersebut saat seluruh kota bersiap untuk turnamen FIFA.
Kota Atlanta ini terasa seperti sedang mengadakan konferensi seni publiknya sendiri saat ini dan publik bisa menikmati semua seni, bakat, dan kegembiraan luar biasa yang dibawanya ke jalanan.
“Ini adalah karya seni seluas 10.000 kaki persegi (929 meter persegi). Setiap orang yang datang ke pusat kota—baik mereka menuju Balai Kota, Stadion Mercedes-Benz, atau State Farm Arena akan melewati sini dan melihat mural yang indah ini,” kata Dickens saat upacara pemotongan pita, seperti yang dilaporkan oleh WSB-TV, Rabu (22/4/2026) waktu setempat.
Karya seni yang membentang seluas 10.000 kaki persegi di dinding ini terletak di dekat Interstate 20. Penempatan mural di persimpangan di area pusat kota bagian selatan juga mendukung misi walikota untuk merevitalisasi lingkungan sekitarnya.
Sejumlah area seperti Mechanicsville dan Vine City telah menghadapi kurangnya investasi, yang diharapkan dapat diatasi oleh kepemimpinan kota dengan inisiatif dan pembangunan baru.
Dengan satu inisiatif saja, program jembatan-jembatan, dinding-dinding, dan sejumlah terowongan di Atlanta mampu menghasilkan mural ini.
Program ini menawarkan sentuhan artistik pada tempat-tempat penting yang terlihat di kota, menciptakan karya-karya dinamis yang melengkapi budaya eklektik (memilih atau menggabungkan elemen-elemen terbaik dari berbagai sumber, gaya, atau sistem yang berbeda menjadi satu kesatuan baru) Atlanta.
Hamidullah adalah artis yang mendapat tugas ini dengan mendesain bagian demi bagian, yang menurutnya butuh waktu 15 hari untuk bisa ditampilkan seluruhnya (utuh).
Karena Piala Dunia melambangkan persatuan global melalui olahraga, mural karya Hamidullah mencerminkan misi ini melalui bentuk maupun lukisan kupu-kupu, tangan, dan, tentu saja, bola sepak.
Hamidullah ingin semua orang merasa seperti juara melalui karya seninya, karena ia berharap mural tersebut memperkuat hubungan Atlanta dengan komunitas global.
Ia juga ingin mural itu menonjolkan warga di sisi barat daya kota, menekankan bagaimana mereka merupakan bagian integral dari ekosistem kota.
“Kami saling membantu mengikat tali sepatu, memetik bunga, menari di jalanan, menendang bola ke depan. Ini adalah kota tentang kerja sama tim, dan kami melakukan ini bersama-sama,” tutur Hamidullah saat peresmian mural.
Peresmian mural ini lebih dari sekadar karya seni publik baru. Ini mencerminkan keyakinan Atlanta bahwa seni adalah bagian dari infrastruktur kota, bukan sekadar tambahan.
Dalam keterangannya, Kantor Urusan Kebudayaan Walikota Kota Atlanta (OCA) menjelaskan, saat Atlanta bersiap menyambut dunia untuk Piala Dunia, OCA juga terus berinvestasi pada para seniman dan ruang publik yang membuat kota ini terasa seperti rumah.
Seni publik membentuk bagaimana sebuah kota terasa, bagaimana kota itu menceritakan kisahnya, dan bagaimana orang melihat diri mereka sendiri di dalamnya.
Di Atlanta, itu berarti memberi ruang bagi para seniman untuk meninggalkan jejak mereka di tempat-tempat yang dibagi bersama dengan seluruh warga kota.
Atlanta memang bakal menjadi salah satu kota di AS yang akan sangat sibuk pada Piala Dunia 2026. Mercedes-Benz Stadium (Atlanta Stadium) akan menggelar delapan pertandingan, yakni lima pertandingan fase grup serta masing-masing satu pertandingan babak 32 besar, 16 besar, dan semifinal.
Kesibukan Atlanta di ajang Piala Dunia akan dimulai pada 15 Juni 2026, saat pertandingan antara Spanyol melawan Tanjung Hijau (Cape Verde) di Grup H.