Kiper Timnas Belgia, Thibaut Courtois. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat
Tak hanya piawai di bawah mistar, Thibaut Courtois juga tampil tenang saat mengalirkan bola dari lini belakang. Ia sukses menyelesaikan 22 dari 29 operan dengan akurasi 76 persen.
Kiper Belgia, Thibaut Courtois, menampilkan performa gemilang meski timnya harus mengakui keunggulan Spanyol 1-2 pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026) waktu setempat.
Hasil tersebut memang mengantarkan Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2010. Namun, di balik keberhasilan La Furia Roja, penampilan Courtois menjadi salah satu sorotan utama berkat sederet penyelamatan penting yang membuat Belgia tetap memiliki peluang hingga akhir pertandingan.
Empat Penyelamatan Krusial
Menurut data dari Sofascore, sepanjang laga Courtois membukukan empat penyelamatan, termasuk dua penyelamatan dari dalam kotak penalti yang membutuhkan refleks cepat. Ia juga melakukan satu pukulan (punch) untuk menghalau bola silang berbahaya yang mengancam gawang Belgia.
Statistik lanjutan juga menunjukkan kualitas penampilannya. Nilai keeper save value mencapai 0,7819, sementara catatan Goals Prevented berada di angka 0,50. Artinya, berdasarkan kualitas peluang yang diciptakan Spanyol, Courtois berhasil mencegah setidaknya setengah gol yang seharusnya berpotensi bersarang di gawang Belgia.
Secara keseluruhan, ia mencatatkan 38 sentuhan bola, menunjukkan keterlibatannya yang cukup tinggi dalam membangun permainan sekaligus menjaga pertahanan Belgia tetap solid di bawah tekanan.
Distribusi Bola Jadi Nilai Tambah
Tak hanya piawai di bawah mistar, Courtois juga tampil tenang saat mengalirkan bola dari lini belakang. Ia sukses menyelesaikan 22 dari 29 operan dengan akurasi 76 persen.
Untuk umpan jauh, Courtois tampil lebih impresif. Dari 18 long pass, sebanyak 11 berhasil menemui sasaran, atau memiliki tingkat keberhasilan sekitar 61 persen. Catatan tersebut jauh lebih baik dibanding rata-rata akurasinya sepanjang turnamen.
Ia juga mencatat 11 dari 11 operan sukses di area pertahanan sendiri, menunjukkan ketenangan saat Belgia membangun serangan dari belakang meski terus mendapat tekanan dari para pemain Spanyol.
Selain itu, Courtois melakukan delapan kali membawa bola (ball carries) sejauh total 48,2 meter, dengan progresi efektif mencapai 6,16 meter, sebuah kontribusi yang membantu Belgia keluar dari tekanan lawan.
Kokoh Mengawal Area Penalti
Peran Courtois tidak hanya terlihat dari aksi penyelamatan. Ia juga melakukan satu sapuan (clearance) serta empat kali merebut kembali penguasaan bola (ball recoveries).
Dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi, Courtois hanya kehilangan penguasaan bola sebanyak tujuh kali, angka yang tergolong rendah mengingat Belgia cukup sering menggunakan umpan-umpan panjang untuk melewati pressing Spanyol.
Ketangguhannya membuat Belgia mampu bertahan dalam pertandingan lebih lama sebelum akhirnya Spanyol memastikan kemenangan 2-1 dan mengamankan tiket semifinal.
Penampilan Terbaik Courtois di Piala Dunia 2026
Jika dibandingkan dengan performanya sepanjang turnamen, laga kontra Spanyol menjadi salah satu penampilan terbaik Courtois di Piala Dunia 2026.
Dari enam pertandingan yang telah dijalani dengan total 551 menit bermain, Courtois membukukan rata-rata rating Sofascore 7,02. Ia mencatat 14 penyelamatan, satu clean sheet, dan kebobolan enam gol.
Menariknya, sebelum laga perempat final, statistik Goals Prevented Courtois berada di angka minus 0,73. Namun, penampilannya melawan Spanyol yang menghasilkan nilai sekitar plus 0,50 menunjukkan peningkatan signifikan ketika Belgia menghadapi ujian terbesar di turnamen.
Dalam distribusi bola sepanjang Piala Dunia 2026, Courtois memiliki akurasi operan 70,3 persen dan akurasi umpan jauh 41 persen. Angka tersebut meningkat tajam saat menghadapi Spanyol menjadi 76 persen untuk operan keseluruhan dan 61 persen untuk umpan jauh. Performa Courtois tersebut membuatnya layak terpilih sebagai Player of the Match dalam laga ini versi TVRI Sport.
Namun, dalam laga ini Thibaut Courtois tidak tampil penuh, Ia digantikan oleh Senne Lammens, kiper berusia 24 tahun yang menjadi pelapisnya di Timnas Belgia. Pergantian dilakukan pada menit ke-71 setelah Courtois mengalami cedera paha kiri dan tidak mampu melanjutkan pertandingan.