TVRINews – Boston, Amerika Serikat

Prancis dan Maroko adalah dua negara yang memiliki ikatan kuat.

Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Maroko yang digelar di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB disambut antusias oleh suporter. kedua negara ini bisa dibilang memiliki kaitan yang erat.

Dari sisi pemain, enam anggota skuad Maroko lahir di Prancis. Belum lagi ada hubungan akrab antara kapten kedua kesebelasan, Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi yang sudah terjadi saat sama-sama membela Paris Saint-Germain.

Ikatan masa lalu pascakolonial kedua negara juga sangat kuat. Maroko sempat berada di bawah protektorat Prancis pada periode 1912 hingga 1956. Dalam kurun waktu tersebtu, hubungan erat melalui pendidikan, bisnis, dan migrasi terjalin.

Itulah mengapa pertemuan di Boston Stadium amat dinanti suporter kedua negara. Reuters melaporkan, kemungkinan akan ada nuansa yang lebih hangat dan kekeluargaan ketika mereka saling bertemu.

Komunitas Maroko di Boston memang lebih kecil dan kurang menonjol dibandingkan di berbagai kota di Prancis. Namun, komunitas tersebut telah berkembang, hingga membangun jaringan keluarga, profesional, dan pelaku usaha.

"Sebagian tinggal di gedung yang sama. Warga Prancis dan Maroko akan menonton pertandingan bersama lalu saling berjabat tangan setelah laga usai," kata Mohammed Saadi, sopir taksi berusia 57 tahun yang tinggal di Boston.

"Tidak ada ketegangan di sini. Sepak bola adalah urusan keluarga, dan laga Prancis melawan Maroko tidak akan berbeda. Bahkan justru sebaliknya," ia menambahkan.

Di sebuah lokasi Kota Boston, lebih dari 1.000 suporter berkumpul sambil menyanyikan lagi Dima Maghrib (Selalu Maroko) dan mengibarkan bendera dalam suasana damai menjelang laga.

"Saya datang jauh-jauh dari Finlandia. Saya sudah menghadiri semua pertandingan Maroko. Menurut saya, di sinilah tempat terbaik. Saya bertemu banyak warga Maroko dan juga beberapa orang Prancis. Akan menjadi pesta besar," ujar Youssfer Bennani.

Pertemuan Prancis vs Maroko mengulang semifinal Piala Dunia 2022. Saat itu kedua tim bertemu di semifinal, namun tim berjuluk Atlas Lions harus menerima kekalahan.

Untuk kali ini, Prancis tidak bisa menganggap remeh Maroko. Skuad asuhan Mohamed Ouahbi bukan lagi tim kuda hitam, karena sudah menunjukkan ketangguhan sejak fase grup.