Rani Khedira pindah kewarganegaraan demi bela Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Tunisia
Rani Khedira akan menjadi tulang punggung Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) mengeluarkan pengumuman mengejutkan. Mereka mengaku sudah mendapat lampu hijau dari FIFA pada Kamis (5/3/2026) untuk perpindahan kewarganegaraan Rani Khedira.
Dengan keputusan FIFA ini, Rani Khedira bisa dimainkan oleh Tunisia dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kehadirannya menjadi tambahan positif bagi tim berjuluk Les Aigles de Carthage.
"Federasi Sepak Bola Tunisia menginformasikan kepada publik dan perwakilan media bahwa hari ini FIFA secara resmi menyetujui perubahan kewarganegaraan untuk Rani Khedira," begitu pernyataan resmi FTF, dikutip dari One Football.
Rani Khedira merupakan adik dari mantan pemain Timnas Jerman, Sami Khedira. Dia pernah memperkuat tim kategori usia Jerman, mulai dari U-15 hingga U-19. Namun, sampai usianya menginjak 32 tahun, panggilan dari tim senior tak kunjung didapat.
Situasi yang menguntungkan Tunisia. Mereka melihat peluang untuk menaturalisasi pemain yang biasa berposisi sebagai gelandang bertahan itu karena memiliki garis keturunan Tunisia dari sang ayah.
Tawaran dari FTF diterima oleh Rani Khedira. Kini, pemain asal klub Bundesliga Jerman, Union Berlin itu memiliki kesempatan untuk merasakan tampil di Piala Dunia, seperti sang kakak, Sami Khedira.
Rani Khedira lahir dan besar di Stuttgart, Jerman. Pria kelahiran 27 Januari 1994 itu mulai menggeluti sepak bola sejak masih anak-anak. Di usia 11 tahun, dia bergabung dengan akademi Sttutgart dari Oeffingen.
Tujuh tahun ditempa di skuad usia muda, akhirnya Rani Khedira bisa promosi ke tim utama. Namun, baru pada musim 2013/2014, dia mencatatkan debut di Bundesliga sebagai pemain pengganti selama 11 menit.
Meski beberapa kali tidak masuk skuad atau hanya jadi cadangan, total dia mencatatkan sembilan penampilan bersama Sttutgart. Musim itu menjadi yang terakhir bagi Reni Khedira bersama Sttutgart, karena berikutnya dia dibeli RB Leipzig yang main di kompetisi kasta kedua Jerman.
Rani Khedira menjadi salah satu pemain yang berkontribusi membawa RB Leipzig promosi ke Bundesliga pada musim 2015/2016. Tapi sayang, saat kasta kompetisi meningkat, dia lebih sering jadi cadangan.
Situasi yang tentunya membuat tidak nyaman. Di awal musim 2017/2018, dia akhirnya memilih hijrah ke FC Augsburg dengan status bebas transfer. Empat tahun bermain di sana, Rani Khedira tampil dalam 127 pertandingan di semua kompetisi.
Begitu kontraknya dengan FC Augsburg berakhir, Rani Khedira memilih gabung dengan Union Berlin pada musim 2020/2021. Di klub berjuluk Die Eisernen ini dia mendapatkan tempat di tim utama.
Dua musim berjalan, kepercayaan untuk menjadi kapten diberikan kepadanya. Di era kepemimpinannya itu, Union Berlin mengejutkan Bundesliga dengan mengakhiri musim dengan finis pada keempat, yang berarti berhak atas tiket ke Liga Champions.
Ban kapten itu masih terus melekat di lengan Rani Khedira. Total dia sudah mencatatkan 176 penampilan bersama Union Berlin di semua kompetisi.