TVRINews - Miami, Amerika Serikat

Lionel Scaloni berperan dalam memberikan banyak gelar untuk Timnas Argentina sejak menangani tim ini pada 2018 silam.

Hanya satu hari telah meruntuhkan perjuangan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026. Final tidak hanya mengakhiri impian La Albiceleste melainkan juga ancaman dari yang akan terjadi di masa depan di tim Amerika Selatan ini, berakhirnya era keemasan La Albiceleste.

Lionel Messi dan Lionel Scaloni. Keduanya bekerja sama sejak 2018 silam. Bersama keduanya, Argentina meraih begitu banyak gelar, Piala Amerika hingga Piala Dunia. Kerja sama antara Lionel Messi dan Lionel Scaloni telah menjadi salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina.

Di bawah asuhan Lionel Scaloni, Lionel Messi tampil dalam 76 laga, meraih 53 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Kontribusi gol Lionel Messi juga luar biasa yaitu 74 keterlibatan gol (60 gol, 24 assist), atau rata-rata satu kontribusi gol per pertandingan.

Lalu, bagaimana Tim Tango jika tanpa kedua figur penting ini di masa depan? Final Piala Dunia yang buruk bisa menjadi kenangan terakhir dari Argentina era Lionel Scaloni dan Lionel Messi. Kini, bukan hanya sang pelatih yang kemungkinan menyudahi tugasnya melainkan juga Lionel Messi. Sosok lainnya adalah Dibu Martinez, kiper yang telah melakukan sejumlah penyelamatan dalam final lawan Spanyol.

Dalam final Piala Dunia 2026 yang bergulir pada Minggu (19/7/2026) atau Senin dini hari WIB itu, statistik memperlihatkan perbedaan yang sangat jauh antara Spanyol dan Argentina. Dalam penguasaan bola contohnya, La Roja memiliki penguasaan bola mencapai 60% sedangkan Argentina hanya 32%.

Spanyol melepaskan 20 tembakan, Argentina hanya 2 tembakan. Spanyol berhasil menciptakan 12 tembakan ke arah gawang, Argentina 0. Spanyol memiliki 878 operan sementara Argentina hanya 476. La Roja melepaskan 24 umpan silang, Argentina hanya 9. Semua catatan tersebut ditambah dengan citra dari Argentina dengan perkelahian antara pemain mereka dan pemain Spanyol.

Kini, La Albiceleste berada dalam ketidakpastian di masa depan. Mereka terancam tanpa dua sosok sangat penting bagi Sepak Bola Argentina saat ini: Tanpa Lionel Messi dan juga tanpa pelatih Lionel Scaloni.

Saat ini, Lionel Messi sudah berada di Argentina. Setelah final Piala Dunia, kapten Argentina itu mendarat di Rosario pagi ini, tepatnya pukul 06.26 waktu Argentina. Ia tiba dengan penerbangan pribadi setelah anggota tim nasional lainnya tiba sehari sebelumnya.

Kini, kapten Albiceleste itu akan beristirahat di rumah bersama keluarganya sebelum bergabung kembali dengan Inter Miami. Lionel Messi memiliki kontrak dengan klub Amerika Serikat tersebut hingga 2028, jadi ia akan terus bermain sepak bola.

Namun demikian, kariernya di tim nasional belum pasti terjadi. Lionel Messi saat ini berusia 39 tahun, dan masih belum diketahui apa keputusannya. Apakah dia akan terus bermain untuk tim nasional Argentina atau tidak.

Setelah kekalahan Argentina di final Piala Dunia melawan Spanyol, kapten dan legenda Albiceleste itu mungkin telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk tim nasional. Lionel Messi kini memiliki waktu untuk beristirahat dan merenung setelah penampilannya yang luar biasa di Piala Dunia.

Kurangnya kualitas ketika Argentina dikalahkan oleh Spanyol, memperlihatkan situasi Tim Tango yang tidak biasa. Biasanya, dalam pertandingan Lionel Messi selalu menjadi perhatian karena seringnya memainkan bola di kakinya. Namun, itu tidak terjadi di final. Pemain seperti Nicolas Otamendi, Leandro Paredes, dan Enzo Fernandez justru yang mengambil sorotan tersebut.

Leandro Paredes khususnya, telah lama hidup di bawah bayang-bayang Lionel Messi. Jika bukan karena perlindungan yang diberikan Lionel Messi, dia bahkan tidak akan sampai ke Piala Dunia ini.

Dalam final tersebut, Lionel Scaloni melakukan pergantian pemain jauh lebih cepat daripada biasanya. Pada menit ke-70, dia sudah melakukan lima pergantian yang diizinkan.

Lionel Scaloni memang pelatih yang fleksibel, beradaptasi dengan pertandingan dan lawan. Penambahan pemain baru ke sebelas pemain inti adalah Gonzalo Montiel, Nico González, dan Rodrigo De Paul, yang bertujuan untuk menahan Spanyol.

Namun demikian, rencana tersebut tidak berjalan dengan baik. "Saya akan melanjutkan hingga Desember dan kemudian mungkin akan berhenti." Kata-kata ini mengisyaratkan kepergian Lionel Scaloni, yang kontraknya berakhir pada Desember tahun ini.

Sebuah era yang dimulai pada Agustus 2018 sebagai pelatih sementara dan berpuncak pada kesuksesan gemilang dengan Piala Dunia 2022, Copa America 2021 dan 2024, dan Finalissima melawan Italia. Setelah mengatasi pedihnya kekalahan, kini Argentina khawatir akan hal terburuk: tanpa Lionel Messi dan Lionel Scaloni.