Ilustrasi tuan rumah Piala Dunia 2026 Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Washington, Amerika Serikat
Penetapan harga dinamis untuk tiket Piala Dunia 2026 membuat FIFA mendapat banyak kritik, termasuk dari Kongres Amerika Serikat.
Suporter yang ingin menyaksikan langsung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko harus merogoh kocek dalam-dalam. Lonjakan harga tiket terjadi setelah FIFA membuka kembali penjualan usai kendala teknis pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat.
Mengutip ESPN, tiket final Piala Dunia 2026 termahal yang dijual FIFA pertama kali pada Desember 2025 ada di angka Rp148 juta, kini naik menjadi Rp187 juta. Tiket kategori 2 di MetLife Stadium juga mengalami kenaikan dari Rp95 juta menjadi Rp126 juta.
Fluktuasi harga tiket Piala Dunia 2026 terjadi karena FIFA menggunakan penetapan harga dinamis. Hal itu membuat harga tiket untuk setiap pertandingan berubah-ubah sesuai permintaan pasar, tingkat minat penonton, hingga waktu pembelian.
Tiket pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan di Estadio Azteca, Mexico City saat ini dijual seharga Rp47 juta. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp38 juta.
Akses pembelian tiket pertandingan Piala Dunia 2026 di laman FIFA banyak mendapat kritik. Calon pembeli harus menghabiskan waktu lama untuk mencari tiket karena FIFA tidak mengumumkan kategori dan harga yang masih tersedia.
Ini adalah fase kelima penjualan tiket yang dilakukan oleh FIFA. Mereka mengatakan fase ini akan tetap terbuka selama Piala Dunia 2026 berlangsung, dengan penjualan yang dilakukan secara bertahap.
FIFA mendapat banyak kritik terkait penentuan harga tiket Piala Dunia 2026. Beberapa suporter dari negara peserta menganggap harga saat ini jauh lebih mahal dari edisi sebelumnya di Qatar.
Anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat turut menyoroti keputusan FIFA melakukan penetapan harga dinamis. Mereka berkirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, di awal Maret lalu.
"Penetapan harga tiket dinamis untuk Piala Dunia 2026 sangat bertentangan dengan misi inti FIFA untuk mempromosikan dan mengembangkan sepak bola secara global yang mudah diakses dan inklusif," demikian kutipan surat yang ditandatangani 69 anggota Kongres Partai Demokrat.
Langkah yang diambil FIFA dinilai akan membuat Piala Dunia 2026 menjadi yang paling eksklusif secara finansial. Publik yang sudah antusias untuk menyaksikan langsung pertandingan di stadion menjadi merasa tidak mudah menjangkaunya.
Kelompok suporter Eropa yang tidak senang dengan penetapan harga dinamis mengadukan FIFA kepada Komisi Eropa. Mereka menilai kebijakan yang diambil otoritas tertinggi sepak bola di dunia itu sudah melenceng dari semangat dasar sepak bola.
Meski banyak mendapat protes, FIFA memastikan Piala Dunia 2026 menjadi edisi yang paling sukses menarik perhatian penggemar. Hal itu terlihat dari data jumlah pemesanan pada Januari lalu yang mencapai 500 juta.