Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jerman
Piala Dunia 2026 semakin dekat, Timnas Jerman belum menemukan gelandang bertahan yang ideal.
Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, mengungkap situasi terkini skuad asuhannya. Kurang dari empat bulan lagi mereka akan mentas di Piala Dunia 2026, tapi masih ada beberapa kendala yang harus dicarikan solusinya.
Untuk posisi kiper, Julian Nagelsmann mengaku sudah nyaman dengan performa yang ditunjukkan oleh Oliver Baumann. Kiper asal klub TSG Hoffenheim itu dipercaya mampu memberi kontribusi signifikan kepada tim.
Julian Nagelsmann sempat didesak untuk merayu Manuel Neuer agar kembali dari masa pensiun. Dengan pengalaman yang dimiliki, kiper yang bermain untuk Bayern Munich itu dianggap lebih baik ketimbang Oliver Baumann.
“Saya sudah menjelaskan posisi saya mengenai masalah ini, dan Manu (Neuer) juga sudah menyatakan pendapatnya dengan jelas. Dia pensiun,” kata Julian Nagelsmann, dikutip dari Kicker.
“Saya percaya dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dan dia adalah kiper yang sangat bagus. Tapi kami juga memiliki kiper luar biasa dalam diri Oliver Baumann. Jika Oliver tetap sehat dan stabil seperti sekarang, dia akan menjalani Piala Dunia yang hebat. Kami sama sekali tak khawatir tentang posisi kiper,” imbuhnya.
Juru taktik berusia 38 tahun itu justru mengkhawatirkan lini tengah Jerman. Dia belum menemukan sosok yang tepat untuk menjadi gelandang bertahan tim berjuluk Der Panzer.
Gelandang bertahan yang ideal menurut Nagelsmann adalah pemain bertipikal agresif, terutama saat duel udara. Sayangnya, dari 11 nama yang masuk dalam daftar kandidat, hampir semua memiliki gaya bermain sama.
“Kami benar-benar kekurangan gelandang bertahan yang stabil dan agresif di Jerman, terutama dalam duel udara. Saya telah menonton banyak pertandingan dari berbagai kandidat untuk posisi nomor enam. Tapi kami hampir tidak memiliki profil seperti itu, seseorang yang benar-benar dapat menenangkan duel udara dan membawa kekuatan fisik tertentu ke dalam permainan,” tuturnya.
Tidak mudah bagi Nagelsmann untuk memecahkan masalah ini. Mantan juru taktik Bayern Munich itu dikejar waktu untuk menentukan gelandang bertahan yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026.
Menganalisis Sikap Terbuka Nagelsmann
Dalam wawancara dengan Kicker, Nagelsmann secara terbuka mengungkap rencananya untuk Jerman di Piala Dunia 2026. Hal ini memunculkan tanda tanya besar dari penggemar, karena sama saja seperti membocorkan taktik kepada lawan.
Hal yang paling mencolok adalah konfirmasinya terkait menempatkan Joshua Kimmich di posisi bek sayap kanan dan memasukkan nama Leon Goretzka ke dalam skuad, meski tak banyak dapat menit bermain di Bayern Munich. Nagelsmann juga mengungkap sejumlah pemain muda yang selalu dipantau performanya di level klub.
“Ini bukan politik tim yang normal. Ini adalah psikologi di panggung terbuka,” kata psikolog olahraga asal Jerman, Matthias Herzog, dikutip dari Tz, Rabu (5/3/2026).
Menurut Herzog, apa yang dilakukan Nagelsmann dapat menimbulkan dampak negatif bagi Jerman. Pemain yang mendapat perhatian merasa sudah pasti mendapat tempat, sehingga kehilangan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
“Nagelsmann menginginkan harmoni. Dia menginginkan tim yang bekerja tanpa ego, tanpa sandiwara. Itu bisa dimengerti. Tetapi, Anda tidak memenangkan kejuaraan dengan harmoni. Anda memenangkannya dengan rasa lapar batin, persaingan, keserakahan, dan rasa takut kehilangan tempat Anda. Jika semua orang tahu di mana posisi mereka terlalu dini, rasa lapar ini bisa hilang,” tegas Herzog.