Bek Timnas Jepang, Hiroki Ito. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Tokyo, Jepang
Menurut dr. Ruriko Kawabe, penyebab pasti Vitiligo belum sepenuhnya dipahami. Namun, teori yang paling kuat saat ini adalah gangguan autoimun.
Bek Timnas Jepang, Hiroki Ito, dikenal sebagai salah satu pemain yang memiliki ciri khas berupa sebagian alis kanan yang berwarna putih. Banyak orang mengira hal itu merupakan gaya atau hasil pewarnaan rambut.
Padahal, perubahan warna tersebut disebabkan oleh vitiligo atau penyakit belang, sebuah kelainan kulit yang menyebabkan hilangnya pigmen pada bagian tubuh tertentu.
Beberapa waktu lalu Medical DOC (sebuah media kesehatan di Jepang) mewawancarai dokter spesialis kulit, dr. Ruriko Kawabe, dan Hiroki Ito sendiri.
Pemain berusia 27 tahun itu menceritakan pengalaman hidupnya sejak pertama kali didiagnosis vitiligo, hingga bagaimana ia memandang kondisi tersebut saat ini. Berikut petikan wawancaranya:
Hiroki, bagaimana kondisi vitiligo Anda saat ini?
Hiroki Ito: Dulu bercak putih sempat meluas hingga ke pipi. Namun sekarang kondisinya sudah jauh mengecil dan dalam beberapa waktu terakhir hampir tidak mengalami perubahan lagi.
Apa tanda pertama yang dirasakan sebelum vitiligo muncul?
Hiroki Ito: Awalnya kulit di sekitar area tersebut terasa kering. Saat itu warnanya belum berubah menjadi putih. Setelah beberapa waktu, barulah warna kulit mulai memudar.
Dr. Kawabe: Gejala seperti kulit kering memang bisa menjadi awal munculnya vitiligo. Biasanya perubahan dimulai dari hilangnya pigmen secara bertahap. Berbeda dengan penyakit kulit lain, kondisi ini umumnya tidak disertai rasa gatal.
Sejak kapan seorang Hiroki Ito mengalami kondisi tersebut?
Hiroki Ito: Saya mulai mengalaminya saat duduk di kelas tiga sekolah dasar, sekitar usia delapan atau sembilan tahun. Sebelumnya, ketika masih taman kanak-kanak, saya tidak memiliki gejala apa pun.
Apa penyebab vitiligo?
Dr. Kawabe: Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Ada teori mengenai stres oksidatif dan penurunan fungsi sel pembentuk pigmen. Namun, teori yang paling kuat saat ini adalah gangguan autoimun. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan virus justru menyerang sel pembentuk melanin (melanosit), sehingga muncul bercak putih pada kulit.
Apakah vitiligo merupakan penyakit keturunan?
Dr. Kawabe: Tidak selalu. Memiliki anggota keluarga yang mengidap vitiligo memang dapat meningkatkan risikonya, tetapi banyak pasien yang sama sekali tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.
Hiroki Ito: Sepengetahuan saya, tidak ada anggota keluarga saya yang mengalami vitiligo.
Seberapa sering penyakit ini ditemukan?
Dr. Kawabe: Angka kejadiannya sekitar 0,5–1 persen populasi. Artinya, sekitar satu dari setiap 100 hingga 200 orang dapat mengalami vitiligo di suatu bagian tubuhnya. Jadi penyakit ini bukan kondisi yang sangat langka.
Apakah vitiligo hanya muncul di bagian tubuh tertentu?
Dr. Kawabe: Tidak. Vitiligo dapat muncul di mana saja. Secara umum terdapat dua tipe utama. Tipe pertama menyebar ke berbagai bagian tubuh, sedangkan tipe kedua hanya mengenai satu area tertentu. Berdasarkan pola yang dimiliki Hiroki Ito, kemungkinan ia mengalami tipe segmental, yaitu hanya menyerang area tertentu.
Apa saja pilihan pengobatan untuk vitiligo?
Dr. Kawabe: Pengobatan pertama biasanya menggunakan salep, terutama yang mengandung steroid untuk menekan reaksi autoimun. Selain itu tersedia terapi sinar ultraviolet serta operasi pencangkokan kulit pada kondisi tertentu.
Apakah operasi bisa mengembalikan warna kulit sepenuhnya?
Dr. Kawabe: Hasilnya cukup baik, tetapi tidak selalu 100 persen merata. Tingkat keberhasilan berbeda pada setiap pasien.
Bagaimana dengan terapi sinar ultraviolet?
Dr. Kawabe: Terapi dilakukan sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu menggunakan panjang gelombang ultraviolet tertentu yang efektif sekaligus meminimalkan efek samping.
Apakah sinar matahari biasa bisa memberikan manfaat yang sama?
Dr. Kawabe: Tidak sepenuhnya. Matahari memancarkan berbagai jenis sinar ultraviolet. Pada terapi medis digunakan panjang gelombang yang telah dipilih secara khusus. Kulit yang kehilangan melanin justru lebih rentan mengalami kerusakan akibat sinar matahari dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker kulit jika tidak dilindungi.
Apakah terapi ultraviolet dianjurkan untuk anak-anak?
Dr. Kawabe: Pada anak-anak, kulit masih sangat sensitif sehingga terapi tersebut biasanya tidak menjadi pilihan utama. Saat Hiroki masih kecil, kemungkinan karena alasan itu ia lebih dianjurkan menggunakan obat oles.
Apakah pengobatan vitiligo sekarang jauh lebih maju dibanding saat Hiroki masih kecil?
Dr. Kawabe: Jenis obat memang bertambah, tetapi belum terjadi perubahan yang sangat besar. Saat ini semakin banyak pula pasien yang memanfaatkan kosmetik medis, seperti foundation khusus, untuk menyamarkan bercak putih.
Berapa lama pengobatan biasanya dilakukan?
Dr. Kawabe: Semua terapi membutuhkan waktu cukup panjang. Umumnya dievaluasi setelah beberapa bulan hingga sekitar enam bulan. Jika memberikan hasil, pengobatan dapat dilanjutkan.
Apakah vitiligo bisa sembuh total?
Dr. Kawabe: Ada pasien yang mengalami pemulihan penuh. Namun secara umum vitiligo masih tergolong penyakit yang sulit diobati. Ada pasien yang merespons terapi dengan baik, tetapi ada pula yang hampir tidak mengalami perubahan.
Mengapa respons tiap pasien berbeda?
Dr. Kawabe: Sampai sekarang penyebabnya belum diketahui secara pasti. Yang jelas, efektivitas terapi memang sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Bagaimana pengalaman Hiroki menjalani pengobatan?
Hiroki Ito: Pada awalnya salep memberikan sedikit perubahan. Namun setelah sekitar satu tahun saya merasa tidak ada kemajuan berarti, sehingga akhirnya memutuskan berhenti menjalani pengobatan.
Dr. Kawabe: Banyak pasien yang mengambil keputusan serupa karena hasil terapi tidak sesuai harapan. Mengingat vitiligo bukan penyakit yang mengancam jiwa, tidak menjalani pengobatan juga bisa menjadi pilihan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Apa pesan bagi pasien yang merasa pengobatan tidak berhasil?
Dr. Kawabe: Pengobatan vitiligo terus berkembang. Ada kemungkinan di masa depan penyakit ini tidak lagi dianggap sulit diobati. Yang terpenting adalah memastikan diagnosis terlebih dahulu karena ada penyakit kulit lain yang juga menyebabkan kulit memutih. Setelah itu, pasien dan dokter dapat menentukan terapi yang paling sesuai.
Apakah vitiligo bisa kambuh?
Dr. Kawabe: Bisa. Ada pasien yang tidak pernah mengalami kekambuhan, tetapi ada juga yang bercaknya muncul di lokasi lain atau meluas kembali.
Apa yang Hiroki rasakan ketika pertama kali mengalami vitiligo?
Hiroki Ito: Saya memang merasa orang-orang sering memperhatikan wajah saya, tetapi saya tidak pernah menganggapnya sebagai kekurangan yang membuat saya minder.
Bagaimana pandangan Hiroki terhadap pengobatan saat itu?
Hiroki Ito: Saya tetap menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi sejujurnya saya tidak pernah benar-benar yakin penyakit ini akan sembuh total.
Bagaimana reaksi orang tua?
Hiroki Ito: Karena penyakit ini tidak memengaruhi penglihatan maupun kesehatan secara serius, orang tua saya juga tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.
Bagaimana tanggapan masyarakat sekarang setelah Hiroki menjadi pemain tim nasional?
Hiroki Ito: Memang semakin banyak orang yang memperhatikan sejak saya dipanggil ke tim nasional Jepang. Namun saya rasa banyak juga yang mengira bagian putih itu hanyalah plester atau sesuatu yang ditempel di wajah.
Apakah hingga sekarang Hiroki masih merasa minder?
Hiroki Ito: Tidak.
Apakah semua pasien vitiligo merasakan hal yang sama?
Dr. Kawabe: Tidak. Ada yang tidak terganggu sama sekali, tetapi ada pula yang sangat ingin menyembuhkan kondisinya. Bercak pada wajah dan leher biasanya lebih memengaruhi rasa percaya diri dibanding bagian tubuh lain.
Hiroki Ito: Saya rasa perempuan dan anak-anak mungkin lebih mudah merasa terganggu dengan kondisi seperti ini.
Apa saran dokter bagi mereka?
Dr. Kawabe: Jangan memendam kecemasan sendirian. Datanglah ke dokter agar memperoleh diagnosis yang tepat dan memahami penyakit ini. Vitiligo adalah penyakit jinak dan tidak memengaruhi harapan hidup.
Apa pesan Hiroki bagi penyandang vitiligo?
Hiroki Ito: Saya bersyukur tidak pernah mengalami perundungan ataupun diskriminasi karena kondisi ini. Saya tahu setiap orang memiliki pengalaman berbeda, terutama perempuan dan anak-anak yang mungkin lebih sensitif terhadap penampilan. Namun menurut saya yang paling penting adalah tetap menjadi diri sendiri dan menjalani hidup dengan percaya diri.
Apakah ada sisi positif dari kondisi ini?
Hiroki Ito: Mungkin orang jadi lebih mudah mengingat saya.
Apakah vitiligo memengaruhi performa di lapangan?
Hiroki Ito: Sama sekali tidak. Penglihatan saya normal sehingga tidak ada pengaruh terhadap permainan sepak bola.
Apa yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari?
Dr. Kawabe: Area kulit yang kehilangan pigmen lebih rentan terhadap sinar matahari. Karena itu penggunaan tabir surya sangat dianjurkan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Tabir surya sebaiknya dioleskan kembali setiap dua hingga tiga jam, terutama setelah berkeringat. Produk berbentuk semprotan juga bisa menjadi pilihan yang praktis.
Hiroki Ito: Saya memang belum terlalu disiplin menggunakan tabir surya. Namun setelah mendengar penjelasan dokter, saya akan lebih memperhatikan perlindungan terhadap bagian kulit yang mengalami vitiligo