TVRINews - Buenos Aires, Argentina

Nahuel Molina dan Nicolas Tagliafico bek utama untuk posisi kanan dan kiri, tapi tidak ada pemain setara dengan kualitas keduanya di tim Argentina saat ini.

Argentina telah memiliki skuad untuk Piala Dunia 2026. Lionel Scaloni telah mengumumkan 26 pemainnya untuk mewujudkan misi mereka: mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Piala Dunia 2022 lalu di Qatar.

Lionel Messi akan kembali memimpin dengan ban kapten di lengannya dalam menghadapi Piala Dunia terakhir dalam kariernya. Bintang yang akan berusia 39 tahun pada 24 Juni nanti ini akan dibantu dengan barisan bintang seperti Julian Alvarez, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister di lini serang.

Lionel Scaloni juga menempatkan sejumlah pemain dengan status "generasi baru" seperti Nico Paz (Como), Giuliano Simeone (Atletico Madrid), atau Valentin Barco (Strasbourg). Namun demikian, jika lini lini tengah dan depan Argentina solid dan kuat, tidak demikian dengan di barisan pertahanan. Khususnya di posisi full-back (bek kanan dan kiri).

"Menatap Piala Dunia 2026, area yang paling rapuh dari tim nasional (Argentina) adalah posisi full-back, khususnya di area sisi pertahanan," kata penulis dan pemerhati sepak bola Argentina, Dana Quintero, seperti yang disampaikan di media Marca, Sabtu (30/5/2026) ini.

"Nahuel Molina tetap sebagai pilihan utama di kanan sedangkan Nicolas Tagliafico akan berada di kiri. Namun, Argentina tidak memiliki alternatif dengan level yang sama di posisi tersebut," dia menambahkan.

Situasi itulah yang akan sebenarnya menjadi ancaman bagi Argentina. Itu akan menjadi celah yang bukan tidak mungkin memberikan persoalan untuk pelatih Lionel Scaloni saat turnamen berjalan nanti. Pertanyaan besarnya, bagaimana jika di antara keduanya ada yang mengalami cedera?

Lionel Scaloni tentu saja memiliki opsi tapi tidak ada satu pun dari pilihan tersebut memberikan kualitas yang sama dengan dua pemain utama tersebut. Khususnya dalam aspek stabilitas di posisi tersebut.

Pemain seperti Gonzalo Montiel, Facundo Medina, atau bahkan Lisandro Martinez, sudah pernah menjadi alternatif untuk posisi tersebut dalam situasi darurat. Namun demikian, performa mereka dinilai tidak cocok untuk posisi tersebut. Hal itu membuat skenario alternatif tersebut menjadi tantangan besar bagi Argentina, khususnya di turnamen besar seperti Piala Dunia ini.

"Lionel Scaloni telah membangun Argentina berdasarkan kekuatan kolektif, bukan ketergantungan terhadap individu. Namun sistem Lionel Scaloni juga menunjukkan bahwa ketika bek sayap kehilangan konsistensi, tim kesulitan dalam tiga hal yaitu mempertahankan lebar lapangan, permainan membangun serangan, dan keseimbangan pertahanan," kata Dana Quintero lagi.

Boleh jadi, ini adalah celah kecil. Namun, dalam turnamen seperti Piala Dunia, kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal. Karena itu, situasi ini pula yang harus diperbaiki oleh Lionel Scaloni.

Argentina memang akan kembali datang dengan Lionel Messi dan sejumlah pemain terbaiknya. Namun, celah di posisi bek kanan dan kiri ini akan menjadi pertanyaan untuk La Albiceleste. Apakah titik lemah itu dapat diatasi atau justru akan menjadi faktor yang membuat mereka gagal mempertahankan gelar Piala Dunia.

Di Piala Dunia 2026 ini, Argentina satu grup dengan Austria, Aljazair, dan Yordania. Laga pertama Lionel Messi dan kawan-kawan akan menghadapi Aljazair pada 16 Juni, lalu dilanjutkan dengan lawan Austria pada 22 Juni, dan kemudian menghadapi Yordania pada 27 Juni.