Warga kota Mexico melewati jam hitung mundur Piala Dunia FIFA 2026 di jalan Paseo de la Reforma di Meksiko, pada 30 Desember 2025. Meksiko menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada. (Xinhua/Li Mengxin) Foto: Xinhua/Li Mengxin
TVRINews – Kota Meksiko, Meksiko
Semangat Meksiko akan ditampilkan sepenuhnya selama Piala Dunia, kendati tetap ada masalah di dalam dan di luar lapangan saat negara itu bersiap untuk menjadi tuan rumah 13 pertandingan.
Piala Dunia 2026 memang berbeda. Salah satunya karena untuk kali pertama, tiga negara sekaligus di belahan Amerika Utara dan Tengah, menjadi tuan rumah, yakni Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Meksiko.
Pun begitu, ada satu pertanyaan terkait gelaran Piala Dunia edisi ke-23 yang akan dimulai pada 11 Juni nanti. Siapa di antara ketiga negara yang bakal paling diuntungkan (dari sisi teknis permainan)? Jawabannya, Meksiko.
Meskipun pertandingan terbanyak bakal digelar di AS karena 11 kota bakal menjadi tuan rumah (bandingkan dengan dua Kanada dan tiga Meksiko), tapi bisa dipastikan bahwa pengunjung yang datang ke sana tidak menyadari bahwa acara olahraga tunggal terbesar di planet ini sedang berlangsung.
Sementara sepak bola juga bukan olahraga nomor satu di Kanada, praktis Meksiko menjadi satu-satunya negara dari ketiga tuan rumah di mana sepak bola mendominasi lanskap olahraganya.
Meskipun hanya akan menggelar 13 pertandingan di tiga kota – Guadalajara, Monterrey, dan Kota Meksiko (Mexico City) – pengunjung pasti akan merasakan demam Piala Dunia di Meksiko. Selain itu, gairah dan antusiasme pendukung Meksiko setiap kali tim mereka bermain pasti akan sangat terasa.
“Kami keturunan Meksiko-Amerika, tapi tumbuh sebagai pendukung fanatik tim nasional Meksiko,” ucap Andre Villarreal kelahiran AS, kepada Futbol Asada YouTube.
“Orang Amerika tidak begitu antusias terhadap olahraga ini dibandingkan dengan orang Meksiko. Menurut saya, tim nasional AS tidak memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri seperti Meksiko.
“Dari segi atmosfer, pertandingan di Meksiko akan terasa lebih Piala Dunia. Meksiko akan menjadi negara terbaik dalam hal menyelenggarakan Piala Dunia ini, menurut pendapat saya.”
Ini kali ketiga Meksiko dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia setelah sendirian menggelarnya pada 1970 dan 1986. Jadi, apa yang bisa diharapkan penggemar dari Piala Dunia di Meksiko kali ini?
“Bersiaplah untuk banyak pesta dan suasana yang menyenangkan. Orang Meksiko selalu memperlakukan penggemar lain dengan sangat baik,” tutur Villarreal.
Christian Galvan, rekan Andre Villarreal yang juga sesama keturunan Meksiko-Amerika, menambahkan: “Guadalajara sebenarnya adalah ibu kota mariachi dan tequila dunia, jadi Anda bisa mengharapkan banyak hal itu, sepanjang hari, setiap hari.”
Jika penggemar sudah siap, apakah infrastruktur di Meksiko juga sudah siap? Menyelenggarakan pertandingan di tiga stadion mungkin terdengar bukan hal yang terlalu sulit, tetapi Villarreal tidak yakin.
“Saya rasa negara ini belum siap. Bukan berarti mereka sama sekali tidak siap dan harus membatalkannya. Tetapi di Guadalajara, mereka masih memperbaiki beberapa jalan,” ujarnya.
“Mereka masih memperbaiki transportasi dari bandara untuk mempermudah akses ke stadion. Di Mexico City, Estadio Azteca telah direnovasi selama dua hingga tiga tahun terakhir. Seharusnya akan segera selesai, tetapi mereka terus menundanya. Tidak semuanya buruk, tetapi mereka belum sepenuhnya siap.”
Prospek Meksiko
Piala Dunia di rumah sendiri tentu menjadi impian para pencinta sepak bola. Performa gemilang akan menjadikan skuad Javier Aguirre sebagai pahlawan, tetapi optimisme tidak sepenuhnya meluap.
Meksiko memiliki rekam jejak yang baik dalam mencapai Piala Dunia – mereka tidak pernah absen sejak 1990 – dan lolos dari babak grup, tetapi tidak lebih jauh dari itu.
Di Piala Dunia terakhir, Meksiko bahkan tidak mencapai babak gugur. Itu akan menjadi bencana besar jika terjadi lagi kali ini. Tetapi grup mereka terlihat menguntungkan – Afrika Selatan, Korea Selatan, dan salah satu dari Ceko, Denmark, Masedonia Utara, atau Irlandia setelah babak play-off Eropa selesai.
“Dua turnamen besar terakhir (termasuk Copa America 2024), mereka bahkan tidak lolos dari babak grup,” kata Andre Villarreal, tidak termasuk Piala Emas yang kurang kompetitif, yang dimenangi Meksiko tahun lalu.
“Itu jarang terjadi karena Meksiko dikenal selalu lolos dari babak grup. Jadi para penggemar agak putus asa; mereka ingin melihat perubahan.”
Tim nasional Meksiko saat ini terlihat agak biasa saja. Mereka memiliki sejumlah pemain di Eropa, tetapi tidak benar-benar mampu mengulangi performa klub mereka untuk tim nasional, kecuali Raul Jimenez.
Kedua pemuda itu menegaskan, di Piala Dunia ini mereka ingin melihat Meksiko memenangi setidaknya satu pertandingan babak gugur. Bermain di kandang sendiri, menurut mereka, seharusnya tidak ada alasan. Namun keduanya sama-sama memprediksi Meksiko akan tersingkir di babak 16 besar.
Keuntungan dari Sisi Geografis dan Kultur
Memenangi grup bisa menjadi kunci harapan untuk babak gugur dan berpotensi membuka jalan menuju pertandingan babak 16 besar melawan Inggris di Mexico City, di mana ketinggian tempat tersebut seharusnya menguntungkan tuan rumah.
Jika Meksiko bisa memenangi grup, mereka akan main di Mexico City untuk babak 32 besar. Bila kembali menang, El Tri akan bermain di Mexico City lagi untuk babak 16 besar.
Memang sudah seperti dirancang bahwa jika Meksiko memenangi grupnya dan Inggris juga memenangi grupnya lantas The Three Lions memenangi prtandingan babak 32 besar mereka, maka mereka akan bertemu Meksiko di Azteca di babak 16 besar.
Bila Meksiko kedua di grup, mereka akan pergi ke Los Angeles (LA) untuk babak 32 besar. Jika Meksiko finis ketiga dan masih lolos dari grup karena jadi salah satu peringkat ketiga terbaik, mereka akan pergi ke Houston.
Skenario yang lebih baik adalah jika Meksiko lolos ke babak kedua sebagai juara grup. Pertama, bermain di Mexico City akan memberikan Meksiko keuntungan yang jauh lebih besar.
Kedua, demi Piala Dunia. Karena jika Meksiko tidak bermain di Azteca, yang bisa menampung hampir 100 ribu penggemar, stadion itu tidak akan penuh untuk pertandingan babak 32 besar antara, misalnya Korea Selatan dan Skotlandia. Meskipun penggemar Skotlandia dikenal sangat antusias untuk melakukan perjalanan.
Sementara itu, bermain di LA akan seperti pertandingan kandang bagi Meksiko. Tetapi bermain melawan Meksiko di Mexico City sudah pasti akan menjadi tantangan besar bagi tim-tim lawan, bahkan negara-negara besar seperti Spanyol dan Prancis.