Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Teheran, Iran
Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, siap memimpin rekan-rekan setimnya mencatat sejarah lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Nama Mehdi Taremi kembali menjadi sorotan setelah membawa Timnas Iran lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli mendatang. Striker Olympiacos itu membuktikan dirinya sebagai pembeda dalam laga-laga besar bagi Tim Melli (julukan Iran).
Taremi mencetak dua gol saat Iran bermain imbang 2-2 melawan Uzbekistan di Stadion Azadi, Teheran, pada 25 Maret 2025 dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Hasil itu memastikan Iran lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya, empat di antaranya secara beruntun (2014-2026).
Gol pertama Taremi lahir lewat tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti, sedangkan gol keduanya memperlihatkan naluri predatornya di depan gawang lewat sontekan jarak dekat.
Pemain berusia 33 tahun itu kini telah mengoleksi 59 gol internasional untuk Iran. Meski sulit mengejar total gol internasional striker legendaris Iran, Ali Daei (108 gol), Taremi masih punya peluang mencatat sejarah lain: membawa Iran lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Dikutip dari The Guardian, dalam kampanye kualifikasi Piala Dunia 2026, Taremi mencetak sembilan gol dalam 13 pertandingan. Ia memang dikenal selalu tampil menonjol dalam momen penting. Delapan tahun lalu, tepatnya 12 Juni 2017, Taremi juga menjadi penentu kelolosan Iran ke Piala Dunia 2018 lewat gol ke gawang Uzbekistan di stadion yang sama.
Usai ikut meloloskan timnya ke Piala Dunia 2026, peran Taremi kembali terlihat dalam dua laga uji coba terakhir Iran pada Maret 2026 di Antalya, Turki. Saat Iran kalah 1-2 dari Timnas Nigeria pada 27 Maret 2026, sang kapten tim ini menjadi satu-satunya pencetak gol Iran lewat gol balasan pada menit ke-67.
Empat hari kemudian, Taremi kembali tampil impresif saat Iran menghancurkan Kosta Rika dengan skor telak 5-0 dalam laga persahabatan di tempat yang sama. Mantan penyerang FC Porto dan Inter Milan itu ikut menyumbang dua gol lewat titik penalti menit ke-19 dan 34.
Sebagai pribadi, Taremi dikenal sebagai sosok vokal yang berani berbicara di depan publik. Setelah kemenangan Iran atas Uni Emirat Arab dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 20 Maret 2025, pertandingan sempat terganggu karena lampu stadion padam. Seusai laga, Taremi mempertanyakan dana renovasi Stadion Azadi yang tidak kunjung terlihat hasilnya.
Taremi juga beberapa kali disebut kurang puas dengan pendekatan pelatih Iran saat ini, Amir Ghalenoei. Meski tampil impresif tanpa kekalahan dalam 14 pertandingan, ia merasa Iran masih belum memiliki kualitas permainan yang cukup untuk menembus babak gugur Piala Dunia 2026.

Karier Gemilang di Eropa
Mehdi Taremi memulai petualangan Eropanya pada 2019 ketika bergabung dengan Rio Ave setelah bermain di Qatar bersama Al-Gharafa SC. Meski baru menjalani musim pertamanya di Eropa, ia langsung tampil tajam dengan menjadi top-scorer Liga Portugal musim 2019/2020 setelah mencetak 18 gol.
Performa itu membuat FC Porto merekrutnya pada 2020. Bersama raksasa Portugal tersebut, karier Taremi naik ke level yang lebih tinggi. Ia membantu Porto meraih gelar Liga Portugal 2021/2022, dua Piala Portugal, serta beberapa trofi domestik lain. Pada musim 2022/2023, Taremi kembali menjadi top-scorer Liga Portugal dengan 22 gol.
Dalam kompetisi Eropa, Taremi juga mencatat sejumlah momen penting. Ia menjadi pemain Iran pertama yang mencetak gol di fase gugur Liga Champions ketika membobol gawang Juventus FC pada 2021. Dalam musim yang sama, gol salto spektakulernya ke gawang Chelsea FC di perempat final Liga Champions memenangkan penghargaan UEFA Fans' Goal of the Tournament.
Kesuksesan di Portugal membuat Inter Milan merekrutnya pada 2024. Ia menjadi pemain Iran pertama dalam sejarah Inter. Pada musim debutnya, Taremi turut membantu Inter mencapai final Liga Champions 2025 setelah memberi asis penentu kemenangan melawan FC Barcelona di semifinal.
Selepas dari Inter Milan, ia kemudian hijrah ke klub besar Yunani, Olympiacos, pada 2025 hingga sekarang. Sejauh ini Taremi belum kehilangan ketajamannya, dan sudah menorehkan 10 gol dalam 23 pertandingan bersama Olympiacos musim ini.
Klarifikasi soal Taremi Ikut Perang Iran
Mehdi Taremi belum lama ini juga pernah dikabarkan ingin kembali ke Iran di tengah konflik Timur Tengah. Sebuah media Italia mengabarkan Taremi berkata, “Negara saya membutuhkan saya.” Namun kabar itu langsung dibantah agennya, Federico Pastorello.
“Dalam beberapa jam terakhir, pernyataan yang dikaitkan dengan Mehdi Taremi beredar dan itu tidak mencerminkan kenyataan. Pemain sepenuhnya fokus pada pekerjaannya di Athena dan karier profesionalnya, dengan dedikasi dan determinasi," kata Pastorello.
"Dalam situasi sensitif seperti ini, penting untuk menghindari interpretasi di luar konteks atau rekonstruksi yang tidak akurat. Kami percaya pada rasa tanggung jawab dan rasa hormat untuk semua pihak,” ia menambahkan.
Lebih lanjut, di tengah berbagai masalah yang menimpa, dari fasilitas sepak bola yang menua, minimnya laga uji coba berkualitas, hingga situasi politik yang terus membayangi sepak bola Iran, Taremi tetap menjadi simbol harapan publik Iran.
Seperti yang terjadi dalam Piala Dunia 2022 di Qatar saat ia mencetak dua gol ke gawang Timnas Inggris, Taremi selalu mampu tampil baik saat negaranya membutuhkan.
Piala Dunia 2026 kemungkinan akan menjadi kesempatan terakhirnya tampil di panggung terbesar sepak bola dunia. Dan bagi Tim Melli, harapan untuk mencetak sejarah tampaknya kembali berada di pundak Mehdi Taremi.
Biodata
Nama: Mehdi Taremi
Kelahiran: Bushehr, Iran, 18 Juli 1992 (33 tahun)
Karier Klub:
- Shahin Bushehr (2010–2012)
- Iranjavan (2012–2014)
- Persepolis (2014–2018)
- Al-Gharafa (2018–2019)
- Rio Ave (2019–2020)
- FC Porto (2020–2024)
- Inter Milan (2024–2025)
- Olympiacos (2025–sekarang)
Prestasi:
Persepolis
- Persian Gulf Pro League (2016–2017, 2017–2018)
- Piala Super Iran (2017)
Al-Gharafa
- Qatari Stars Cup (2018–2019)
FC Porto
- Primeira Liga (2021–2022)
- Taca de Portugal (2021–2022, 2022–2023, 2023–2024)
- Taca da Liga (2022–2023)
- Supertaca Candido de Oliveira (2020, 2022)
Inter Milan
- Runner-up Liga Champions (2024–2025)
Olympiacos
- Piala Super Yunani (2025)
Timnas Iran
- CAFA Nations Cup (2023)
- Jordan International Tournament (2023)
Individual
- Top-scorer Liga Azadegan Grup B (2013–2014)
- Striker Terbaik Persian Gulf Pro League (2014–2015, 2015–2016, 2016–2017)
- Top-scorer Persian Gulf Pro League (2015–2016, 2016–2017)
- Pemain Terbaik Iran (2016, 2017)
- Top-scorer Primeira Liga (2019–2020, 2022–2023)
- Pemain Terbaik Rio Ave (2019–2020)
- SJPF Player of the Month (Januari 2021, September 2022, November 2022, December 2022)
- Asis Terbanyak Primeira Liga (2020–21)
- UEFA Fans' Goal of the Tournament (2020–21)
- Top-scorer CAFA Nations Cup (2023)
- Pemain Terbaik CAFA Nations Cup (2023)
- Team of the Tournament Piala Asia (2023)
- Toopa Golden Ball (2025)
- Posisi ke-51 dari Top 100 Pemain Piala Dunia versi The Athletic (2025)