Trinity Rodman, Timothee Chalamet, Jude Bellingham, dan Lamine Yamal (foto kiri-kanan), menjadi bintang utama Backyard Legends, film pendek yang baru dirilis Adidas. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Herzogenaurach, Jerman
Adidas merilis film pendek penuh pesan dan sarat makna, Backyard Legends, untuk menyambut Piala Dunia 2026.
Adidas AG, perusahaan besar asal Jerman dan produsen pakaian olahraga terbesar di Eropa, yang mengkhususkan diri dalam mendesain dan menjual alas kaki, pakaian, dan aksesoris atletik, membuat gebrakan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Pada Kamis (7/5/2026), Adidas meluncurkan Backyard Legends, sebuah film pendek baru untuk Piala Dunia FIFA 2026 yang mengubah cerita rakyat lingkungan sekitar menjadi kisah yang luar biasa.
Film berdurasi 5 menit ini juga menjadikan pesan Adidas, yakni You Got This (Kamu Pasti Bisa) sebagai inti cerita. Kampanye ini diharapkan mampu menginspirasi para atlet di mana pun untuk menghadirkan kebebasan dan kegembiraan di setiap lapangan.
Dipimpin oleh aktor nominasi Academy Award (Oscar), Timothee Chalamet, Backyard Legends menyatukan para bintang ikonik termasuk Lionel Messi, Bad Bunny, Lamine Yamal, Jude Bellingham, dan Trinity Rodman.
Dengan latar musik nostalgia, gaya jalanan dan tribune era tahun 1990-an, teknologi analog, dan gaya rambut yang mendefinisikan era tersebut, film ini memadukan pencitraan hasil komputer (Computer-Generated Imagery/CGI) dan efek visual mutakhir untuk menghidupkan sebuah kebenaran sederhana: halaman belakang adalah tempat tekanan menghilang dan legenda dimulai.
Karena, entah itu lapangan berupa kandang, tempat parkir, sepetak rumput, atau panggung Piala Dunia, permainan sepak bola ini menjadi milik mereka yang ingin bermain bebas tanpa aturan maupun wasit.
Melalui Chalamet, penonton diperkenalkan kepada kru (baca: pemain) yang tidak terkalahkan yang terdiri dari Yamal, Bellingham, dan Trinity Rodman.
Meskipun dua dari mereka (Yamal dan Bellingham) tidak sependapat hanya karena bermain untuk tim klub pesaing, ketiganya sepakat untuk mewujudkan kebebasan bermain sepak bola dan siap melawan tim yang telah menguasai lapangan lokal selama beberapa dekade.
“Dulu, saya bermimpi bermain dengan orang-orang ini. Anda tahu, saya bermain di Pier 40 saat masih kecil, membayangkan tendangan bebas (David) Beckham, gol (Alessandro) Del Piero, dan tendangan voli (Zinedine) Zidane – membuat versi saya sendiri,” ucap Chalamet mengomentari film ini, seperti dikutip situs web resmi Adidas.
“Saya mencintai permainan ini, jadi sungguh luar biasa bisa melakukan ini dengan Adidas, diabadikan bersama para pemain terbaik sepanjang masa.
“Saya seorang tradisionalis, saya tidak tahu sepak bola, saya tahu football (american football), dan saya tidak sabar menunggu Piala Dunia musim panas ini,” ujar Chalamet dalam adegan film.
Dalam film ini dikisahkan Chalamet berupaya membangun tim yang terdiri dari Yamal, Bellingham, dan Rodman, yang diyakini mampu menghadapi Clive, Ruthie, dan Isaak – kelompok tidak terkalahkan dengan rekam jejak “menang atau pulang” dan telah bertahan melewati beberapa generasi penantang sejak tahun 1996.
Yang membuat mereka melegenda adalah trio Clive, Ruthie, dan Isaak ini begitu kuat hingga bahkan mampu mengalahkan ikon-ikon sepak bola era 1990-an seperti Zinedine Zidane, David Beckham, dan Alessandro Del Piero, dalam pertandingan sepak bola yang mengusung kebebasan, tanpa aturan maupun wasit.
“Bermain bersama teman-teman telah membentuk saya menjadi pemain seperti sekarang ini. Di sekolah atau di jalanan, permainan saya lahir di lapangan-lapangan itu,” tutur Bellingham.
“Cara saya menggerakkan bola, melewati pemain lawan, mengontrol bola, semuanya berawal di halaman belakang rumah. Ketika saya mampu memanfaatkan itu, saya bermain dengan kemampuan terbaik saya.
“Dan musim panas ini, saya akan membawa kemampuan itu ke panggung terbesar: Piala Dunia,” kata gelandang serang Real Madrid CF itu.
Kemunculan singkat (kameo) dari pemenang Ballon d'Or Ousmane Dembele, Raphinha, Pedri, Florian Wirtz, dan Santiago Gimenez, kian memperkaya cerita setelah masing-masing menambah legenda seputar trio yang tak terkalahkan tersebut.
“Semua orang ingat perasaan itu: bermain untuk kesenangan semata, tanpa tekanan, tanpa ekspektasi. Dengan Backyard Legends, kami merayakan kebebasan itu,” kata Florian Alt, Wakil Presiden Komunikasi Merek Global Adidas, di situs web Adidas.
“Ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan diri dan keceriaan adalah pola pikir kemenangan yang sesungguhnya. Saat atlet dan federasi kami tampil di panggung olahraga terbesar musim panas ini, kami tahu bahwa tekanan adalah bagian dari olahraga.
“Meskipun kami mendorong daya saing, ambisi kami adalah menginspirasi semua orang untuk menghilangkan tekanan itu melalui bermain bebas dan percaya, ‘Kamu Bisa’. Ini penting bagi pemain profesional dan amatir; di setiap olahraga, di setiap bagian dunia.
“Permainan tidak ditentukan oleh panggung, penonton, atau kamera. Permainan ditentukan oleh mereka yang bermain bebas, di mana setiap orang dapat menciptakan legenda.”