Ilustrasi Neymar membela Timnas Brasil Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf
TVRINews - Santos, Brasil
Turun naik penampilan Neymar Jr. terjadi dalam tempo seminggu. Kansnya masuk Timnas Brasil juga berubah drastis.
Pekan silam, Neymar Jr. dianggap sudah habis. Performanya dinilai menyedihkan, bahkan untuk pemain yang baru kembali bermain setelah absen karena cedera.
Pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat, Neymar menjawab kritik pedas dengan cara terbaik. Bukan cuma satu gol yang ia cetak, melainkan dua gol. Dwigolnya memberikan Santos, klubnya, kemenangan 2-1 di kandangnya, Vila Belmiro, atas Vasco da Gama dalam ronde keempat Brasileirao.
Setelah performa jeblok di laga sebelumnya, Neymar membungkam sorotan terhadapnya dengan gol pembuka pada menit ke-25. Dalam serangan balik yang diawali Moises, Neymar menerima bola dan melepaskan tembakan kaki kanan menaklukkan Leo Jardim.
Gol itu menjadi yang pertama Neymar tahun ini, dan yang pertama sejak Desember 2025, ketika menutup tahun dengan dua gol ke gawang Juventude. Gol tersebut juga merupakan yang ke-151 Neymar buat Santos.
Drama juga ditambah perselisihan Neymar dengan gelandang Vasco, Thiago Mendes. Gesekan antara Neymar dan Mendes dimulai pada 2020. Saat itu, kala PSG menghadapi Lyon, gasakan Mendes menyebabkan cedera serius pada Neymar.
"Dia selalu ingin menimbulkan masalah dan berlaku tangguh. Dia sudah merusak saya sekali di PSG, dan mengancam saya lagi hari ini. Dia selalu begitu. Kita lihat saja apakah ia cukup jantan untuk mematahkan saya lagi," ucap Neymar di wawancara tengah pertandingan seperti dikutip ESPN.
Namun, dua menit sebelum waktu normal babak pertama berakhir, Vasco sempat membuat Santos ketar-ketir juga ketika Cauan Barros mencetak gol balasan.
Akan tetapi, Neymar memperlihatkan kualitasnya dengan gol kedua. Menyusul kesalahan pertahanan Vasco, Neymar menyambar bola liar dengan kaki kiri.
Tiga angka yang diberikan Neymar bukan hanya memutus deret 10 partai Santos tanpa kemenangan. Santos naik dari peringkat ke-20 ke peringkat ke-13 di klasemen.
Kembali ke gol pembuka, Neymar mengundang perhatian tambahan pada perayaannya. Eks penyerang Barcelona dan PSG ini berdansa di dekat bendera pojok lapangan. Dansa yang sama dipertunjukkan Vinicius Jr. usai mencetak dua gol ke gawang Benfica di play-off Liga Champion.
"Dansa sesaat itu untuk Vinicius Jr. saat ia mencetak gol pertamanya di Portugal, mereka menghina, berlaku rasis, dan sebagainya. Saya berkata kepadanya, 'Kamu mencetak gol dan membuat selebrasi serupa. Kalau saya mencetak gol, saya akan melakukan hal yang sama.' Vini, ini buatmu!" ucap Neymar setelah laga.
Proses Naik Turun
Secara keseluruhan, terutama untuk segi performa, Neymar layak menerima perhatian. Apalagi, kiprah mantap ini hadir setelah badai sorotan minggu lalu. Roller coaster tersebut tidak membuat Neymar khawatir.
"Minggu lalu mereka bilang saya adalah pemain terburuk di dunia. Hari ini saya mencetak dua gol, dan itulah yang terpenting. Itulah sepak bola. Suatu hari pemain tampil jelek atau diminta pensiun, setelah laga berikutnya orang-orang bilang ia harus tampil di Piala Dunia."
"Saya mendedikasikan diri dan bekerja keras untuk mencapai performa terbaik. Ini baru pertandingan ketiga saya tahun ini dan baru laga penuh kedua saya. Saya merasakan keram di akhir laga, tapi itu adalah bagian dari proses," lanjut pemain berusia 34 tahun tersebut.
Bicara proses, pembahasan tak terelakkan mengarah pada kesempatan mantan pemain Al-Hilal menembus pintu Timnas Brasil.
Sejumlah orang berpendapat bahwa Selecao masih membutuhkan kreativitas Neymar. Ia dinilai masih merupakan pemain terbaik yang dimiliki Brasil saat ini.
Namun, pada akhirnya, keputusan akan ada pada pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. Isunya masih simpang siur. Bahkan beberapa hari sebelum pertandingan ini digelar, masih beredar kabar bahwa Carlo Ancelotti tidak meminati Neymar dalam skuadnya untuk dua partai uji coba, kontra Prancis dan Kroasia, pada Maret dan April mendatang.
Baca juga: Neymar Tak Masuk Rencana Ancelotti
Neymar menjalani operasi pada awal tahun, dan baru kembali merumput. Carlo Ancelotti berkali-kali menyatakan bahwa Neymar bisa saja dipertimbangkan untuk masuk skuad Selecao ke Piala Dunia 2026. Syaratnya, ia harus bugar.
Dwigol ini boleh jadi cukup buat Neymar untuk membuktikan bahwa kemahirannya dapat menciptakan magi yang dibutuhkan sebuah tim dalam turnamen sekelas Piala Dunia. Bahkan saat kebugarannya belum 100 persen, Neymar sudah mampu mengubah jalannya pertandingan.