Mantan bintang Timnas Iran, Javad Nekounam. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Teheran, Iran
Indonesia dan Iran pernah berduel di kualifikasi Piala Dunia 2014.
Dengan situasi negeri yang tengah berperang melawan gempuran Amerika Serikat dan Israel, sulit membayangkan Timnas Iran tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026. Ada kemungkinan, Iran mengundurkan diri dari turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini.
Jika pun tetap ikut ambil bagian di Piala Dunia 2026, ini akan menarik karena selain kondisi di dalam negeri, mereka akan tampil di negara yang memusuhi mereka yaitu Amerika Serikat. Iran sendiri memiliki sejarah sepak bola yang cukup kuat di Asia.
Bahkan, Iran sudah bermain di ajang Piala Dunia sejak Piala Dunia 1978. Namun, dalam Piala Dunia yang digelar di Argentina tersebut, langkah Iran hanya sampai putaran pertama fase grup.
Setelah itu, Iran tidak pernah tampil lagi di empat Piala Dunia beruntun sebelum kembali tampil di Piala Dunia 1998, Piala Dunia 2006, dan kemudian secara beruntun selalu lolos di tiga Piala Dunia terakhir: 2014, 2018, dan 2022.
Itu memperlihatkan bahwa Iran sebagai negara Asia yang memiliki tradisi kuat di sepak bola. Diiringi dengan munculnya sejumlah nama top pada masanya seperti Ali Daei, Mehdi Mahdavikia, atau Ali Karimi.
Dalam perjalananya menuju Piala Dunia, Iran pernah menghadapi Timnas Indonesia. Momen itu terjadi di kualifikasi Piala Dunia 2014, di putaran ketiga penyisihan grup kualifikasi. Selain Indonesia, Iran di Grup E tersebut juga bersama Qatar dan Bahrain.
Dalam pertandingan tersebut, Timnas Iran menang telak atas Indonesia baik kandang maupun tandang. Pada pertemuan pertama yang digelar di kandang Iran, Stadion Azardi Sport Complex, Iran menang 3-0 lewat gol yang diciptakan Javad Nekounam di menit 53 dan 74 sedangkan satu gol lainnya ditorehkan Andranik Teymourian.
Kemenangan atas Timnas Indonesia dalam laga yang digelar 2 September 2011 itu, menjadi kemenangan pertama Timnas Iran di laga pertama fase grup putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 itu.
Timnas Iran yang ketika itu di bawah asuhan pelatih asal Portugal, Carlos Queiroz, kemudian tandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 15 November 2011 yang merupakan pertandingan putaran kelima fase grup.
Dalam pertandingan ini, Iran kembali memukul Timnas Indonesia dengan skor 4-1. Timnas Iran mempermalukan Indonesia lewat gol yang diciptakan Milad Meydavoudi ketika laga baru memasuki menit ketujuh. Setelah itu, tiga gol Iran lainnya ditorehkan Mojtaba Jabbari, Gholamreza Rezaei, dan penalty Javad Nekounam.
Pada era kualifikasi ini, barisan pemain Iran terdiri dari pemain yang ketika itu sudah bermain di liga Eropa atau pemain yang sudah dikenal dunia yaitu Javad Nekounam dan Ali Karimi.
Sementara itu, Timnas Indonesia saat itu di bawah asuhan pelatih Win Rijsbergen. Bambang Pamungkas menjadi pencetak satu-satunya gol Timnas Indonesia ke gawang Iran dalam pertandingan kualifikasi tersebut.
Tim Garuda juga datang di laga ini dengan membawa bintang seperti Cristian Gonzales, Firman Utina, gelandang Hariono, bek Hamka Hamzah dan Muhammad Rony, atau pemain seperti Muhammad Ridwan, Beny Wahyudi, dan Zulkifli Skuyur.
Era Timnas Indonesia ketika itu juga ditandai dengan bintang seperti Irfan Bachdim, Ferdinan Sinaga, Eka Ramdani, Tony Sucipto, atau Made Wirawan yang ditempatkan di bangku cadangan.
Timnas Indonesia kemudian menjamu Timnas Iran di pertemuan kedua di SUGBK. Namun, status tuan rumah tidak dapat dimanfaatkan oleh Bambang Pamungkas dan kawan-kawan karena kekalahan 1-4 itu.
Dengan hasil ini, Timnas Iran memuncaki Grup E dengan mengoleksi 12 poin di akhir fase grup atau unggul dua poin dari Qatar yang ada di peringkat kedua. Iran pun lolos bersama Qatar ke Putaran Keempat.
Di putaran keempat, Iran memperlihatkan kekuatan mereka dengan meraih 5 kemenangan, 1 imbang, dan 2 kali kalah. Mereka mengoleksi 16 poin dan lolos ke Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil.
Sedangkan bagi Timnas Indonesia, kekalahan itu satu dari enam kekalahan yang dialami dalam enam laga fase grup kualifikasi ini. Indonesia terbenam di posisi keempat dengan rapor kemasukan gol mencapai 26 gol.
Rekor kemasukan 26 gol tersebut disebabkan pula karena di laga menghadapi Bahrain, Timnas Indonesia digulung dengan 10 gol tanpa balas (10-0). Sekaligus sebagai salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah sepak bola indonesia.
Dalan sejarahnya, Indonesia dan Iran bertemu dalam empat pertandingan. Selain dua kualifikasi Piala Dunia tersebut, pertemuan pertama terjadi di Asian Games 1966 di mana Iran menang 1-0. Sedangkan pertemuan kedua di kualifikasi Piala Asia 1984, Iran menang 1-0. Dengan demikian, Iran mengoleksi 9 gol dan hanya kemasukan 1 gol dari empat duel menghadapi Timnas Indonesia.