Kapten Timnas Kroasia, Luka Modric. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Milan, Italia
Luka Modric akan tampil dalam Piala Dunia kelima dalam kariernya sebagai pemain Timnas Kroasia.
Luka Modric, sang maestro lini tengah Kroasia, pemimpin, dan legenda. Bintang berusia 40 tahun ini akan bermain dalam Piala Dunia kelima dalam kariernya. Yang pertama pada 2006, lalu 2014, 2018, dan 2022.
Dari empat edisi Piala Dunia itu, dua yang terakhir ditandai dengan pencapaian mengesankan yaitu membawa Kroasia ke final di Piala Dunia 2018 dan meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 2022. Pada Piala Dunia 2018 pula, Luka Modric terpilih sebagai Pemain Terbaik turnamen tersebut (Golden Ball).
Suksesnya membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018, salah satu yang membuatnya menang dalam Ballon d'Or 2018. Saat itu pula, dia menjadi pemain yang mematahkan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam penghargaan individu paling bergengsi tersebut.
Tahun 2018 memang menjadi tahun emas bagi Luka Modric yang pada tahun ini juga membawa Real Madrid juara Liga Champions 2017-2018 dan Piala Dunia Antarklub 2018. Kini, jelang akhir-akhir kariernya, Luka Modric memiliki kesempatan lagi untuk tampil di Piala Dunia tahun ini yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pelatih Zlatko Dalic telah memasukkan Namanya dalam daftar skuad sementara Kroasia untuk Piala Dunia 2026. Tentu saja, Kroasia bukan hanya Luka Modric. Ada bintang seperti Mateo Kovacic, Ivan Perisic, Andrej Kramaric, atau atau generasi terkini seperti Josko Gvardiol, Josip Stanisic, atau Nikola Vlasic. Namun, Kroasia bukanlah Kroasia jika tanpa Luka Modric seperti Portugal yang sangat membutuhkan Cristiano Ronaldo atau Argentina yang sulit tanpa menyertakan Lionel Messi.
Luka Modric selalu dinantikan penampilannya di lapangan. Bukan hanya bagi Kroasia melainkan dikagumi oleh publik dunia. Ketenangan dan kemampuannya dalam memberikan operan, umpan, serta menciptakan peluang memberikan tontonan yang berbeda.
Luka Modric memang hanya mencetak dua gol dalam kariernya di Piala Dunia. Namun, dua gol itu diciptakan dengan cara yang mengesankan dan terjadi di Piala Dunia 2018. Golnya ke gawang Argentina di fase grup, gol ikonik yang dia ciptakan dari jarak jauh. Gol kedua Kroasia yang membawa timnya menang 3-0. Kemenangan itu juga menjadi kejutan.
Total dalam kariernya sebagai pemain Timnas Kroasia, Luka Modric sudah tampil dalam 196 pertandingan untuk tim berjulukan Vatreni ini. Dari jumlah tersebut, dia telah mencetak 28 gol dan memberikan 31 asis.
Luka Modric membutuhkan empat pertandingan lagi untuk mencapai 200 pertandingan bersama Kroasia. Jika dia berhasil membawa Kroasia lolos dari fase grup Piala Dunia 2026, Luka Modric akan mencatat rekor tersebut. Namun demikian, Piala Dunia tentu bukan hanya tentang jumlah laga, melainkan sejauh mana dia bisa membawa kembali Kroasia di turnamen ini.
Setelah meninggalkan Dinamo Zagreb pada 2008, Luka Modric mulai memperlihatkan sebagai salah satu gelandang kreatif di Tottenham Hotspur. Sejak 2008 hingga 2012, Luka Modric tampil dalam 160 pertandingan dengan mencetak 17 gol dan memberikan 24 asis.
Luka Modric kemudian meninggalkan Tottenham Hotspur dan menerima pinangan Real Madrid. Sejak 2012 hingga 2025 lalu, dia total telah bermain dalam 597 laga untuk Los Blancos di berbagai ajang, dengan mengoleksi 43 gol dan memberikan 95 asis. Di Real Madrid pula, dia mengukir berbagai gelar seperti 4 gelar La Liga (Liga Spanyol) dan 6 gelar Liga Champions.
Yang menarik, ketika kebanyakan pemain veteran memilih bermain di liga yang lebih mudah, Luka Modric justru bergabung ke AC Milan, bermain di Liga Italia. Musim ini, Luka Modric tampil dalam 36 laga, mencetak 2 gol dan memberikan 3 asis untuk I Rossoneri.
Dia ke Italia dengan tujuan khusus untuk menambah koleksi trofinya. "Ketika saya memilih AC Milan, saya ingin membantu tim ini untuk meraih kemenangan. Tahun ini, itu tidak terjadi, tetapi jelas bahwa saya ingin memenangkan trofi bersama AC Milan," kata Luka Modric.
Luka Modric lahir di Zadar, Kroasia pada 9 September 1985. Zadar kota yang indah dan saat itu masih menjadi bagian dari Yugoslavia. Hingga kemudian, kota itu menjadi mencekam karena perang pecah pada awal 1990-an. Saat itu, usia Luka Modric masih enam tahun.
Perang telah mengambil semua yang menjadi milik keluarganya, termasuk rumah. Karena situasi itu pula, Luka Modric kecil bersama orangtuanya berpindah-pindah, mengungsi demi keselamatan mereka. Ayahnya merupakan teknisi militer Kroasia. Kakeknya tewas oleh pasukan Serbia.
Luka Modric belajar bermain sepak bola dengan menendang bola kertas yang digulung di lorong-lorong tempat pengungsi selama perang kemerdekaan Kroasia. Dari pemain inilah kemudian, Kroasia meraih pencapaian luar biasa di Piala Dunia.
Gol, asis, gelar, kepemimpinannya, serta kemampuannya dalam menciptakan peluang membuat Luka Modric pemain yang akan mengancam semua lawan Kroasia. Publik dunia juga akan menantikan gol teknik trivela yang beberapa kali diperlihatkan Luka Modric, di Piala Dunia 2026 nanti. Teknik trivela adalah menembak dengan bagian sisi luar kaki (sepatunya). Tendangan yang memberikan efek melengkung dan tidak terduga.
Biodata Luka Modric
Nama: Luka Modric
Kelahiran: Zadar, Kroasia, 9 September 1985
Posisi: Gelandang
Karier Klub
Dinamo Zagreb (2003-2008)
Zrinjski Mostar (pinjaman, 2003-2004)
Inter Zapresic (pinjaman, 2004-2005)
Tottenham Hotspur (2008-2012)
Real Madrid (2012-2025)
AC Milan (2025-kini)
Karier Timnas
Kroasia U-15 (2001)
Kroasia U-17 (2001)
Kroasia U-18 (2003)
Kroasia U-19 (2003-2004)
Kroasia U-21 (2004-2005)
Kroasia (2006-kini)
Prestasi
Dinamo Zagreb
Prva NHL 2005-2006, 2006-2007, 2007-2008
Piala Kroasia 2006-2007, 2007-2008
Piala Super Kroasia 2006
Real Madrid
La Liga 2016-2017, 2019-2020, 2021-2022, 2023-2024
Piala Raja 2013-2014, 2022-2023
Piala Super Spanyol 2012, 2017, 2020, 2022, 2024
Liga Champions 2013-2014, 2015-2016, 2016-2017, 2017-2018, 2021-2022, 2023-2024
Piala Super Eropa 2014, 2016, 2017, 2022, 2024
Piala Dunia Antarklub 2014, 2016, 2017, 2018, 2022
Piala Interkontinental 2024