Pelatih Mesir, Hossam Hassan Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Vancouver, Kanada
Hossam Hassan mempersembahkan kemenangan atas Selandia Baru kepada rakyat Mesir.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, tak kuasa menahan air matanya usai kemenangan 3-1 atas Selandia Baru dalam lanjutan Grup K Piala Dunia 2026 di di BC Place Vancouver, Kanada pada Senin (22/6/2026) pagi WIB. Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di turnamen sepak bola paling bergengsi ini, tim berjuluk Pharaohs memetik kemenangan.
Sebelumnya, Mesir hanya mampu mencatatkan tiga kali imbang dan lima kalah di Piala Dunia. Setelah penantian lama, akhirnya kemenangan itu datang juga. Hassan mengaku senang dengan hasil yang diraih dan mempersembahkannya kepada masyarakat Mesir.
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, dan saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Mesir atas dukungannya. Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Mesir, baik pria maupun wanita," kata Hassan, dikutip dari Football360.
"Kami berhasil dalam pertandingan dengan mengerahkan upaya yang besar, terutama setelah babak pertama yang berakhir dengan kebobolan. Namun, performa kami membaik, dan kami berhasil menang di babak kedua," ia menambahkan.
Kebangkitan Mesir di babak kedua melawan Selandia Baru tidak terlepas dari motivasi yang diucapkan Hassan kepada para pemain di ruang ganti saat jeda. Ia ingin semua bangkit mengejar ketertinggalan agar tidak mengecewakan suporter.
"Saat jeda babak pertama, saya memberi tahu pemain bahwa kami tidak akan kembali ke lapangan dan kemudian kembali ke ruang ganti setelah pertandingan kecuali kami menang," ujar Hassan.
"Kami tidak bisa mengecewakan suporter. Kami tidak bisa mengancurkan kepercayaan dan kegembiraan rakyat Mesir setelah semua yang telah kami bangun selama dua tahun terakhir."
"Saya terus mengatakan kepada para pemain selama periode terakhir bahwa rakyat Mesir pantas bahagia. Mereka ada di stadion, mereka menonton di Mesir dan di mana pun. Muda dan tua, pria dan wanita, mereka semua pantas mendapatkan kegembiraan dan kesuksesan."
Sang juru taktik memberi pujian kepada Mohamed Salah yang menyumbangkan satu gol dan satu asis dalam laga ini. Torehan itu membuatnya menjadi pemain Mesir tertua, 34 tahun dan tujuh hari, yang mampu membobol gawang lawan di Piala Dunia.
Menariknya, Hassan tidak menempatkan Salah pada posisi biasanya, yakni penyerang sayap. Sang kapten digeser agak ke tengah untuk membantu kinerja ujung tombak. Meski demikian, kontribusinya untuk tim tidak menurun.
"Mungkin saya adalah pelatih pertama yang membiarkannya bermain di posisi yang sesuai dengan bahayanya, yang sesuai kemampuan dan kualitasnya. Kami telah mengerjakan banyak hal dan saya yakin kita akan melihat banyak lagi darinya," katanya.