Striker timnas Brasil Ronaldo Luis Nazario menorehkan pencapaian lebih dari memenangi Piala Dunia pada 2002. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Yokohama, Jepang
Ronaldo tak hanya membantu Brasil merebut Piala Dunia pada 2002, tapi juga menjadikan turnamen itu sebagai ajang penebusan dan kebangkitan.
Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang, 31 Mei sampai 30 Juni, lebih dari sekadar sebuah turnamen sepak bola bagi Ronaldo Luis Nazario de Lima.
Bagi striker tim nasional Brasil tersebut, ajang ini menjadi langkah comeback, sebuah kebangkitan, sekaligus sebuah jawaban atas keraguan.
Empat tahun sebelumnya di Paris, Prancis, dunia menyaksikan Ronaldo kolaps pada pertandingan final Piala Dunia 1998. Semua tahu, pada laga itu Brasil menyerah 0-3 dari tuan rumah Prancis. Namun, problem kesehatan Ronaldo itu terus menjadi misteri bahkan hingga kini.
Penderitaan Ronaldo tidak sampai di situ. Rangkaian cedera menderanya selama memperkuat FC Internazionale (Inter Milan). Robek ligamen krusiatum pada April 2000 membuat Ronaldo menjalani dua operasi.
Cedera lutut parah tersebut membuat Ronaldo absen berbulan-bulan dari lapangan. Saat itu banyak yang yakin kualitasnya sebagai striker top dunia akan segera hilang.
Akibat cedera tersebut, Ronaldo bahkan tidak mampu membela Brasil di semua pertandingan kualifikasi, yang membuat banyak pihak meragukannya bisa turun di Piala Dunia Jepang/Korea.
Namun, sepak bola rupanya belum selesai menuliskan kehebatan Ronaldo sebagai legenda. Di Korea Selatan dan Jepang, Ronaldo kembali mengenakan nomor punggung 9 yang ikonik, membawa bukan hanya harapan Brasil, tetapi juga takdirnya sendiri yang belum terselesaikan.
Dengan kecepatannya yang eksplosif, presisi yang dingin, dan rasa lapar akan gol yang tak tertahankan, Ronaldo mencetak 8 gol hanya dalam tujuh pertandingan dan menjadi pencetak gol terbanyak (top-scorer) Piala Dunia 2002.
Di Korea Selatan dan Jepang, keran gol Ronaldo dimulai dengan mencetak satu gol saat Brasil meredam Turki 2-1. Saat Brasil membantai Cina 4-0, Ronaldo mencetak satu gol dan satu assist.
Di laga terakhir grup melawan Kosta Rika, Ronaldo menjebol gawang lawan dua kali dalam kemenangan 5-2. Alhasil, sepanjang penyisihan grup saja Ronaldo sudah mencetak empat gol dalam tiga pertandingan.
Di 16 besar, Brasil menghantam Belgia dengan skor 2-0 dan Ronaldo menyumbang satu gol. Perempat final melawan Inggris menjadi satu-satunya laga Ronaldo tidak mampu mencetak gol di Piala Dunia 2002.
Satu-satunya gol dalam laga melawan Turki di semifinal yang dicetak Ronaldo, memastikan Brasil melangkah ke final. Lawan mereka saat itu adalah tim spesialis turnamen, Jerman.
Diprediksi bakal sulit menembus lini pertahanan Jerman yang terkenal solid dan disiplin, Ronaldo – yang saat itu membentuk trisula maut di lini depan Brasil bersama Rivaldo dan Ronaldinho – justru memborong dua gol untuk memastikan kemenangan Brasil, 2-0, pada laga di Stadion Internasional di Yokohama, Jepang.
Sukses Ronaldo di final Piala Dunia 2002 tidak hanya membantu Brasil memastikan gelar kelima (setelah 1958, 1962, 1970, dan 1994) namun juga menyelesaikan salah satu kisah penebusan terbesar dalam sejarah sepak bola.
Lebih dari sekadar mencetak gol, di Piala Dunia 2002 Ronaldo melambangkan ketahanan. Dia menunjukkan kepada dunia bahwa kehebatan tidak didefinisikan oleh kesempurnaan melainkan oleh keberanian untuk bangkit setelah jatuh.
Dampak yang ditimbulkan Ronaldo atas torehannya di Piala Dunia 2002 juga luar biasa. Penampilannya digambarkan sebagai luar biasa dan ikonik, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu striker terhebat dalam sejarah.
Pencapaian Ronaldo di Korea Selatan-Jepang, yang dipandang sebagai “penebusan” atas apa yang terjadi di Piala Dunia sebelumnya, membuat Ronaldo dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 2002 serta menerima Ballon d'Or 2002.
Sementara, atas kembalinya setelah cedera, Ronaldo memenang Penghargaan Olahraga Dunia Laureus (Laureus World Sports Award) untuk kategori Comeback of the Year.
Pada tahun 2002, Ronaldo tidak hanya memenangi Piala Dunia. Ia mengembalikan lagi nama besarnya sekaligus menjadi abadi.
Penerima Penghargaan di Piala Dunia 2002:
- Golden Boot (Pencetak Gol Terbanyak) – Ronaldo (Brasil), 8 gol
- Golden Ball (Pemain Terbaik) – Oliver Kahn (Jerman)*
- Yashin Award (Kiper Terbaik) – Oliver Kahn (Jerman)
- Best Young Player (Pemain Muda Terbaik) – Landon Donovan (Amerika Serikat)
- FIFA Fairplay Trophy (Tim dengan Catatan Disiplin Terbaik) – Belgia
- Most Entertaining Team (Tim Paling Menghibur) – Korea Selatan
*Oliver Kahn masih menjadi satu-satunya kiper yang memenangi Golden Ball dalam sejarah Piala Dunia FIFA.