Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Kansas City, Amerika Serikat
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni menyatakan ayahnya yang memberikan inspirasi dalam kariernya sebagai pelatih.
Sukses Argentina juara Piala Dunia 2022 bukanlah sebuah keberuntungan. Gelar tersebut diraih setelah melewati sejumlah pertandingan mulai dari fase grup, dan pertarungan di fase knockout, termasuk final melawan Prancis.
Yang mungkin tidak terduga adalah Argentina akhirnya berhasil meraih gelar Piala Dunia 2022 karena peran seorang pelatih bernama Lionel Scaloni. Ketika Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memutuskan mengangkat Lionel Scaloni sebagai pelatih pada November 2018 silam, gelombang kritik pun bermunculan termasuk saat itu dari legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona.
Diego Maradona menyatakan penunjukan tersebut dengan kalimat "tidak memenuhi syarat". Wajar tentunya karena Lionel Scaloni memang tidak memiliki cukup pengalaman sebagai pelatih kepala. Bahkan, namanya saat masih sebagai pemain juga tidak terlalu dikenal.
Namun demikian, dalam kariernya sebagai pemain, Lionel Scaloni telah tujuh kali bermain untuk Argentina, dengan satu laga di antaranya di Piala Dunia yaitu pada Piala Dunia 2006 silam. Pada saat itu pula, Lionel Messi ada dalam skuad Timnas Argentina.
Lionel Scaloni kemudian mengubah semua itu dengan membawa Argentina juara Copa America 2021. Setahun kemudian juara Piala Dunia 2022, dan kemudian Copa America 2024. Bersama Lionel Scaloni, Argentina memenangkan banyak gelar utama.
Lionel Scaloni akan kembali membawa Argentina tampil di Piala Dunia. Jika berhasil mempertahankan gelar, dia dan Argentina akan mencatat sejarah. Argentina sudah tiba di Kansas City pada 1 Juni 2026 lalu untuk memulai persiapan menghadapi turnamen yang mulai bergulir pada 11 Juni nanti.
Pers Argentina, Ole, mewawancarai pelatih berusia 48 tahun ini yang juga dimuat media Spanyol, Marca. Berikut ini petikan wawancara dengan Lionel Scaloni:
Kita sudah berada di Piala Dunia 2026, bagaimana persiapan dan situasi Argentina saat ini?
Kami melakukan semua dengan baik sejauh ini. Kami beruntung karena sudah memiliki fondasi, kami punya banyak pemain, saya bisa mengatakan 60-70 persen, pemain yang selalu sama.
Faktor itu akan membantu. Dan ketika mereka sudah bersama-sama, segala keraguan akan hilang. Dengan saling mengenal, dengan mengetahui cara kami bermain, apa yang kami inginkan, itu membantu sehingga jika ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik, hal-hal tersebut dapat diminimalkan.
Sebagai pelatih, saat ini ada rasa khawatir tentang memulai Piala Dunia ini….
Saya membayangkan bahwa semua tim nasional akan berada dalam situasi yang sama, khawatir tentang dimulainya Piala Dunia, tentang sebagian besar dari mereka apakah tiba dalam kondisi prima, tentang mereka tampil sebaik mungkin. Sangat sulit untuk mencapai 100 persen dari kekuatan tim yang Anda miliki. Namun, kami melakukannya dengan baik.
Anda adalah pelatih yang membawa Argentina juara Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian luar biasa. Bagaimana Anda melihat pencapaian ini semua, energi terbesar yang mana yang bisa menjelaskan semua ini tentang sorang Scaloni?
Ayah saya adalah orang yang tidak takut apa pun. Pada 12 atau 15 tahun yang lalu dia biasa berkata: "Leo (Lionel Scaloni) akan melatih Timnas Argentina suatu hari nanti." Saya ingat ketika itu dia masih melatih anak-anak kecil di Mallorca. Dan saat itu dia sudah mengatakannya. Dia tidak pernah takut apa pun, dan saya kira saya mewarisi sedikit sifat itu dari dirinya. Kini, saya tidak mengatakan bahwa saya siap untuk mencapai semua ini, tetapi saya siap menghadapi situasi dan melakukannya dengan penuh tanggung jawab.
Saya memulainya dengan melatih tim junior Argentina. Sejak itulah untuk waktu yang lama saya mulai memahami apa artinya bermain dengan seragam ini dan bagaimana para pemain berkembang bersama Anda dan membantu Anda. Pada akhirnya, bagaimanapun Anda ingin melihatnya tentang perjalanan karier ini, yang harus terlihat adalah para pemain. Pelatih adalah orang yang memiliki peran paling tidak penting di sini.
Kembali ke ayah saya, dia selalu menjadi orang yang sangat positif. Saya sering berkata kepadanya di masa-masa itu (masa lalu), "Ayah, aku tidak tahu, hari Minggu nanti kami akan main melawan sebuah tim." Dan dia akan menjawab: "Jangan takut, tidak akan terjadi apa-apa, teruslah maju." Dia adalah benar-benar orang desa sejati. Dan ucapan "teruslah maju" itu merangkum banyak hal: bahwa saya tidak boleh takut, bahwa jika kalah, tidak akan apa-apa, karena keesokan harinya kita akan berusaha bangkit dan terus maju.
Dia selalu menyemangati Anda….
Dia sudah lebih tua, tapi dia tidak berubah. Tekadnya, dengan semua masalah yang dia hadapi, dia masih seorang pejuang, dia ada di sana berjuang melawan kehidupan dan apa yang ditunjukkannya terus memberi kami semua kekuatan itu. Dia tidak akan berubah.
Karena itu pula, saya berusaha memastikan anak-anak saya tidak berubah, terlepas dari kenyataan bahwa mereka lahir di Spanyol (Lionel Scaloni memiliki dua anak dari pernikahannya dengan Elisa Montero). Kami berusaha memastikan mereka tahu apa budaya kami, cara hidup kami, dan saya pikir mereka merasa sangat teridentifikasi dengan ayah saya. Mereka tumbuh sedikit seperti kami ketika masih kecil.
Mentalitas Argentina, dan tim ini akan datang dengan status juara bertahan. Apakah ini memberikan tekanan tersendiri dan bagaimana Anda melihat Argentina dalam sejarah Piala Dunia?
Pada akhirnya, semua tahu bahwa setiap kali Argentina bermain di Piala Dunia, mereka selalu menjadi favorit juara. Jadi itu tidak akan berubah, tidak akan berubah. Ada yang mengingatkan saya bahwa saya akan bermain di Piala Dunia keempat (tertawa). Saya bermain di Piala Dunia 2006 dan saat itu pun harapan terhadap Argentina sangat besar.
Saat itu adalah tim yang luar biasa namun harapan kami tidak terwujud. Namun, bagi saya timnas saat itu adalah tim luar biasa karena menandai sebuah era (Lionel Scaloni saat itu berusia 28 tahun, masuk skuad Argentina 2006 asuhan Jose Pekerman dan Lionel Messi juga masuk skuad saat usianya masih 18 tahun).
Argentina tidak juara ketika itu tapi semua itu tidak apa-apa. Yang tidak berubah adalah Argentina akan selalu menjadi tim yang mendapatkan perhatian besar, terlepas apakah kami mencetak gol atau tidak mencetak gol dalam pertandingan.
Status itu juga yang akan dibawa di Piala Dunia 2026 ini….
Kuncinya adalah mengetahui apa yang ingin kami raih, mengetahui bagaimana menghormati tradisi, menghormati budaya kita. Kami akan datang dengan semua itu, dan sisanya akan terjadi di lapangan yang akan mengatakan semuanya. Argentina selalu menjadi tim yang akan membawa Piala Dunia dalam kehidupan.
Tim favorit juara di Piala Dunia 2026 ini, setidaknya 10 tim....
10? Tentu saja Argentina akan ada di sana. 10 atau 12 tim akan berjuang dan mencoba mencapai final. Spanyol, Prancis, Portugal, Inggris, Brasil, Kolombia, Uruguai juga, Argentina, Maroko... Saya bahkan tidak tahu berapa banyak yang saya sebutkan.
Kroasia, saya lupa Kroasia! Saya juga lupa beberapa tim lain. Di Piala Dunia, tidak cukup hanya bermain bagus, menjadi protagonis, menjadi tim nasional yang hebat. Ada banyak faktor harus berpihak kepada Anda sehingga jalan terbuka untuk Anda.
Seperti saat Argentina juara Piala Dunia 2022 lalu?
Saya pikir, di antara peraih gelar Piala Dunia, kami salah satu yang memiliki rintangan paling banyak. Kami kalah di pertandingan pertama, karena mereka menyamakan kedudukan melawan kami di menit terakhir, lalu melawan Belanda dengan adu penalti.
Melawan Prancis, kami unggul 2-0, kami bermain bagus, dan mereka kemudian menyamakan kedudukan. Jika dilihat dari semua itu, kami salah satu tim yang menghadapi rintangan paling berat, salah satu tim yang menurut saya pantas mencapai final dan bahkan hampir saja tidak memenangkannya. Bayangkan betapa sulitnya. Kami bisa saja tersingkir melawan Belanda, kami bisa saja berakhir tanpa memenangkan final.
Ada kabar Anda akan pergi setelah Piala Dunia 2026 ini….
Saya berpikir bahwa saat ini tidak penting untuk memfokuskan perhatian pada hal itu. Tentu saja saya selalu mengatakan bahwa berada di sini adalah sesuatu yang unik dan di hari saya pergi, saya pasti akan menyesalinya. Suatu hari nanti itu akan terjadi, itu sudah jelas.
Tapi ya, saya mengakui bahwa ini adalah tempat impian, saya selalu mengatakannya, tapi kita akan lihat. Ada Piala Dunia di antaranya dan kemudian kita akan lihat, tetapi ada kemauan dari kedua belah pihak (dengan federasi Argentina) dan itu adalah hal yang paling penting. Pertanyaan itu akan terjawab setelah Piala Dunia ini.