TVRINews - New York, Amerika Serikat

Langkah ini bertujuan mengadopsi kesuksesan format hiburan Super Bowl ke panggung sepak bola internasional.

Final Piala Dunia 2026 akan menyajikan pertunjukan jeda babak pertama atau half-time show untuk pertama kalinya dalam sejarah. Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi mengumumkan terobosan baru tersebut kepada publik.

Stadion MetLife di East Rutherford terpilih menjadi lokasi partai puncak sekaligus panggung bagi acara hiburan skala besar tersebut yang digelar pada 19 Juli mendatang. Grup band pop asal Inggris, Coldplay, bersama sang vokalis Chris Martin telah ditunjuk untuk mengkurasi pertunjukan yang menjanjikan ini.

Meskipun detail pengisi acara masih dirahasiakan, Infantino memberikan bocoran akan ada lebih dari satu artis yang tampil di panggung. "Ini akan menjadi pertunjukan terbesar di muka bumi dan akan sangat fantastis," kata Infantino dikutip Goal.

Konsep hiburan di tengah pertandingan sebenarnya sudah menjadi tradisi panjang di Amerika Serikat, terutama pada ajang bergengsi Super Bowl. Namun, langkah FIFA kali ini diharapkan mampu meningkatkan profil global format hiburan tersebut ke level yang jauh lebih tinggi.

Dunia sepak bola sendiri selama ini jarang menampilkan musisi di tengah masa istirahat pemain yang hanya berdurasi 15 menit. Hal ini dikarenakan mayoritas suporter fanatik cenderung kurang menyukai kehadiran hiburan musik di dalam stadion saat laga berlangsung.

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pernah melakukan eksperimen serupa pada laga final DFB Pokal 2017 yang mempertemukan Eintracht Frankfurt dan Borussia Dortmund. Penampilan penyanyi pop Helene Fischer kala itu justru menuai protes keras berupa cemoohan dari puluhan ribu penonton di Stadion Olimpiade Berlin.

Fischer menanggapi reaksi negatif tersebut dengan tenang dan menganggapnya sebagai bagian dari tantangan profesi sebagai seorang seniman. "Saya rasa seorang musisi terkadang harus melewati hal seperti itu, dan saya sudah membangun pertahanan diri yang kuat selama bertahun-tahun," tuturnya.

Selain itu Fischer menggambarkan pengalamannya berdiri di tengah lapangan yang penuh dengan tensi tinggi dari para pendukung fanatik tersebut. Ia menyebut kondisi ini sangat berbeda karena belum pernah merasakannya.

"Berdiri di sana dan merasakan kekuatan testosteron yang terkonsentrasi merupakan pengalaman yang luar biasa, meskipun mereka memang tidak menginginkan hiburan," ucapnya.

Menatap gelaran Piala Dunia 2026, Infantino menjanjikan kehadiran deretan bintang ternama dari berbagai bidang untuk memeriahkan suasana. Ia memastikan setiap pengisi acara bukan sosok sembarangan.

Beberapa nama besar dari dunia olahraga Amerika Serikat bahkan telah dikonfirmasi terlibat aktif dalam rangkaian acara Piala Dunia 2026. Legenda NFL Tom Brady serta mantan pemain NBA Shaquille O’Neal telah mengambil peran penting sebagai pemandu acara saat pengundian grup dilakukan.

Keterlibatan para ikon olahraga tersebut diharapkan dapat menjembatani budaya olahraga lokal dengan gairah sepak bola internasional yang kian meningkat. Final Piala Dunia 2026 akan terasa spektakuler dengan deretan bintang.