TVRINews - Mexico City, Meksiko

Turnamen ini dikenang sebagai salah satu edisi paling dramatis dan penuh momen bersejarah, terutama berkat penampilan luar biasa Diego Maradona. 

Piala Dunia 1986 merupakan edisi ke-13 turnamen sepak bola internasional paling bergengsi, yang diselenggarakan di Meksiko dari 31 Mei hingga 29 Juni 1986. Turnamen ini diikuti oleh 24 tim dari lima konfederasi, memainkan total 52 pertandingan di 12 stadion berbagai kota tuan rumah.

Babak Penyisihan Grup

Kompetisi dimulai dengan fase grup yang terdiri dari enam grup masing-masing berisi empat tim. Tiap tim memainkan tiga pertandingan serta berebut posisi teratas klasemen untuk lolos ke babak gugur. 

Argentina, Italia, dan tuan rumah Meksiko termasuk tim yang tampil kuat di fase ini. Argentina memimpin Grup A, sedangkan Meksiko memanfaatkan dukungan publik mereka untuk melaju lebih jauh.

Babak ini menampilkan berbagai laga menarik, termasuk skor besar seperti kemenangan Denmark 6-1 atas Uruguai dan pertarungan berimbang lainnya, yang menunjukkan kualitas kompetitif yang tinggi antar tim dari seluruh dunia.

Babak 16 Besar

Setelah fase grup, 16 tim terbaik melanjutkan ke babak 16 besar. Pertandingan ini ditandai oleh beberapa kejutan dan adu strategi.

Tuan rumah Meksiko menekuk Bulgaria 2-0, membuka babak ini dengan kinerja solid tuan rumah. Uni Soviet kalah tipis 3-4 dari Belgia dalam laga nan dramatis sehingga sampai harus melewati perpanjangan waktu 2x15 menit.

Brasil menggulung Polandia 4-0, sekaligus menunjukkan dominasi tim Amerika Selatan yang konsisten, kemudian Argentina menyusul dengan kemenangan 1-0 atas Uruguai untuk memastikan tiket ke perempat final.

Perempat Final dan Laga Ikonik

Perempat final menjadi sorotan utama turnamen karena salah satu pertandingan paling terkenal dalam sejarah sepak bola, Argentina melawan Inggris.

“Sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan Tangan Tuhan,” kata Diego Maradona, menggambarkan kontroversi gol Hand of God (Tangan Tuhan) yang terjadi dalam pertandingan ini.

Pertandingan ini tidak hanya menyuguhkan gol kontroversial tersebut, tetapi juga gol spektakuler yang kemudian dinobatkan sebagai salah satu Goal of the Century oleh Diego Maradona, ketika ia menggiring bola melewati beberapa pemain Inggris sebelum mencetak gol kedua untuk kemenangan 2-1.

Selain itu, perempat final juga menyaksikan Prancis mengalahkan Brasil melalui adu penalti serta duel ketat Belgia dan Spanyol. Perempat final berhasil menyaring empat tim terbaik menuju babak semifinal: Argentina, Belgia, Prancis, dan Jerman Barat.

Semifinal dan Perebutan Tempat Ketiga

Babak semifinal mempertemukan semifinalis kuat dengan hasil Argentina mengalahkan Belgia 2-0, memperlihatkan konsistensi Tim Tango yang penuh bakat. Kemudian, Jerman Barat juga menang 2-0 atas Prancis, menunjukkan ketangguhan tim Eropa di fase ini.

Pertandingan perebutan tempat ketiga mempertemukan Prancis melawan Belgia, di mana Prancis keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 setelah melalui perpanjangan waktu, sekaligus mengambil posisi ketiga turnamen.

Final: Argentina vs Jerman

Puncak turnamen terjadi pada 29 Juni 1986 di Stadion Azteca, Mexico City, di mana Argentina berhadapan dengan Jerman Barat untuk memperebutkan gelar juara. Argentina sempat unggul 2-0, namun Jerman berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. 

Drama final terjadi ketika playmaker ikonik Argentina, Diego Maradona, memberi asis kepada Jorge Burruchaga, yang kemudian mencetak gol kemenangan untuk Argentina 3-2.

Pelatih dan pemain Argentina menggambarkan kemenangan tersebut sebagai pencapaian puncak. “Argentina menjadi juara. Maradona adalah denyut jantung mereka, arsitek mereka, penyihir mereka,” kata pelatih Carlos Bilardo, dikutip dari Sofascore tentang final 1986.

Turnamen ini dikenang sebagai salah satu edisi paling dramatis dan penuh momen bersejarah, terutama berkat penampilan luar biasa Maradona yang membantu Argentina meraih gelar Piala Dunia kedua kalinya dalam sejarah mereka. Argentina tidak berhasil meraih gelar lagi hingga tahun 2022.