TVRINews - Philadelphia, Amerika Serikat

Gana sempat menyamakan skor melalui pemain yang dipanggil paling akhir.

Piala Dunia menghasilkan cerita kisah menarik pada pesertanya. Tidak sedikit pemain yang menghasilkan kisah yang tidak terduga, seperti saat pemain yang kurang dikenal menapak ke ketenaran.

Pada taraf tertentu, Derrick Luckassen menciptakan salah satu kisah mengesankan di Piala Dunia 2026 ini. Kemenarikan ceriteranya ditutup, untuk sementara, dengan beberapa torehan pribadi sang bek berusia 30 tahun itu. Awal bak dongeng adalah proses pencantuman nama Derrick Luckassen ke dalam skuad Gana. 

Pelatih Gana, Carlos Queiroz, baru memasukkan nama Derrick Luckassen pada 2 Juni. Bek binaan AZ Alkmaar itu dipilih dengan status hanya menggantikan Alexander Djiku yang mengalami cedera. 

"Ini salah satu momen yang tidak kita inginkan. Djiku cedera saat final Piala. Ini merupakan keputusan yang berat. Djiku adalah seorang pemain dan profesional jempolan. Namun, itulah sepak bola. Kami harus melangkah maju dan memperlihatkan kepercayaan penuh pada pemain yang ada," ucap Queiroz kala itu seperti dikutip Ghanasoccernet

"Penggantinya berdasarkan pengamatan. Kami tidak bekerja hanya dengan 11 atau 22 pemain. Untuk bisa sukses, seluruh skuad harus siap. Saat kami mendengar kabar cedera itu, kami melihat daftar. Luckassen siap. Saya tahu ia akan berkomitmen, berdedikasi, dan akan tampil secara fantastis bagi timnas," tutur Queiroz.

Derrick Luckassen membayar kepercayaan itu saat datang secara lunas beserta bunganya. Meski sempat dianulir wasit, pemeriksaan VAR mengesahkan gol bek kelahiran Amsterdam, Belanda, itu. Gol tercipta secara menawan. Luckassen menaruh bola di tiang jauh menyambut tendangan bebas Ernest Nuamah. Komentator memuji penyelesaiannya, yang disebut seperti penyelesaian seorang pemain nomor 9 atau ujung tombak. 

Partai hari laga terakhir di Philadelphia Stadium itu merupakan debut Derrick Luckassen di Piala Dunia. Bukan cuma itu, laga itu menjadi yang pertama dirinya bermain penuh untuk Gana. 

Sebelum diangkut ke Amerika Utara 2026, Derrick Luckassen yang lahir dengan campuran darah Belanda dan Gana itu baru sekali memperkuat Black Star. Partai perdana atau debutnya itu datang pada 28 Maret 2026, saat masuk sebagai pengganti di babak kedua uji coba melawan Jerman.

Sebelumnya, Derrick Luckassen tercatat memperkuat tim Belanda di berbagai kelompok umur dari U-18 sampai U-21 dalam renrang 2012-2016, tapi tidak berhasil menembus De Oranje senior. Pilihan bek milik klub Siprus, Pafos, ini tidak keliru. Ia bisa mencetak gol di Piala Dunia ke gawang tim sekelas Kroasia.

"Perasaan yang menyenangkan, tetapi agak kecewa juga karena kekalahannya. Kami lolos, itu yang terpenting, dan semoga kami dapat melangkah lebih jauh. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya," ucap Luckassen, yang sempat bermain untuk PSV dan merasakan trofi Johan Cruyff Shield pada 2022 di klub Eindhoven itu.

"Saya rasa, di babak pertama, kami menguasai bola, tapi tidak berbuat banyak. Kami hanya mengopernya. Namun, di babak kedua, kami maju menekan dan mencoba mencetak gol sehingga jauh lebih baik menurut saya," lanjut pemain yang pada November lalu membawa Pafos menorehkan kemenangan pertama di Liga Champion secara mengejutkan menekuk Villarreal itu.

Gana menutup perjalanan di Grup L Piala Dunia 2026 dengan kekalahan 1-2 dari Kroasia. The Black Star tergeser ke peringkat ketiga grup, tapi masih lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik di turnamen ini. Derrick Luckassen akan memperdalam barisan pertahanan.