Tino Livramento mengalami cedera saat memperkuat Newcastle United sehingga diragukan tampil di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Newcastle, Inggris
Persaingan memperebutkan tempat di skuad Inggris pun semakin terbuka bagi para pemain bertahan yang masih tersedia.
Bek sayap Newcastle United, Tino Livramento, terancam harus melewatkan sisa kompetisi musim ini akibat cedera paha yang cukup serius. Kondisi itu secara otomatis membahayakan posisinya untuk masuk ke skuad Inggris di Piala Dunia 2026.
Padahal, Livramento merupakan pemain yang selalu menjadi langganan pilihan pelatih Inggris, Thomas Tuchel sepanjang musim ini. Fleksibilitasnya untuk bermain sama baiknya di posisi bek kanan maupun bek kiri menjadi nilai tambah yang sangat dihargai.
Livramento mendapatkan cedera saat Newcastle menelan kekalahan tipis 1-2 dari Bournemouth pada akhir pekan lalu. Setelah insiden tersebut, ia segera menjalani pemeriksaan medis awal melalui pemindaian untuk melihat tingkat kerusakan pada otot pahanya.
Manajer Newcastle, Eddie Howe, memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini pemain andalannya tersebut. Meski awalnya klub tidak menganggapnya sebagai cedera yang sangat buruk, keraguan kini mulai muncul menyelimuti masa depan Livramento.
"Dia [Livramento] dijadwalkan menjalani pemindaian ulang pada akhir pekan ini untuk menentukan secara pasti berapa lama waktu absennya," ungkap Howe dikutip dari ESPN.
Nasib Livramento di sisa musim ini benar-benar berada di ujung tanduk dan bergantung pada hasil pemeriksaan medis lanjutan tersebut. "Kami akan menunggu dan melihat apakah dia bisa bermain lagi musim ini," ucap sosok yang pernah menangani Bournemouth tersebut.
Situasi ini menjadi makin pelik mengingat jadwal kompetisi domestik dan internasional yang sudah sangat dekat di depan mata. Liga Primer Inggris dijadwalkan berakhir pada 24 Mei, sementara tenggat pendaftaran pemain untuk Piala Dunia adalah 30 Mei.
Howe juga memuji ketangguhan mental yang dimiliki oleh Livramento dalam menghadapi masa-masa sulit akibat hantaman cedera yang tidak terduga. "Saya rasa Tino sangat berkepala dingin dan memiliki mental yang sangat stabil," puji Howe kepada anak asuhnya tersebut.
Selain itu, Howe menyayangkan kenyataan bahwa musim ini berjalan sangat kontras. Ia mengatakan Livramento tampil lebih brilian dan tidak mengalami cedera pada musim lalu.
"Tahun lalu dia tampil luar biasa, selalu bugar, tersedia untuk dipilih, dan benar-benar berkontribusi besar bagi performa tim kami," ungkapnya.
Naik turunnya kondisi fisik merupakan risiko yang harus diterima oleh setiap atlet profesional di lapangan hijau. "Tahun ini berbeda dan saya rasa itulah kenyataan hidup seorang pesepak bola," tutur Howe dengan nada yang sedikit prihatin.
Masalah utama yang dihadapi Livramento musim ini adalah kegagalannya untuk menjaga ritme permainan karena kendala kesehatan yang datang silih berganti. Howe menilai anak didiknya tersebut masih bisa bermain lebih baik lagi andai selalu fit.
"Dia tidak pernah bisa mendapatkan rangkaian pertandingan yang konsisten untuk menemukan performa terbaiknya, padahal dia pemain yang sangat hebat," ucapnya.
Absennya Livramento akan menambah pusing Thomas Tuchel karena stok bek kanan Inggris lainnya, Reece James, juga sedang mengalami cedera. Ditambah lagi, ia sejauh ini masih mengabaikan Trent Alexander-Arnold, sementara Kyle Walker sudah memutuskan pensiun dari laga internasional.
Pilihan Inggris di sektor kanan pertahanan hanya menyisakan nama-nama seperti Jarell Quansah, Ezri Konsa, hingga bek Arsenal, Ben White. Semua mata kini tertuju pada persiapan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang dimulai 11 Juni mendatang.