TVRINews - Miami, Amerika Serikat

Diogo Costa, kiper Timnas Portugal, membukukan enam penyelamatan saat menghadapi Kolombia, termasuk dua dari situasi tembakan di dalam kotak penalti.

Kiper Portugal, Diogo Costa, tampil gemilang saat timnya bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia pada laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Miami Gardens, Sabtu (27/6/2026) waktu setempat. 

Berkat sederet penyelamatan krusial yang ia lakukan, Selecao das Quinas terhindar dari kebobolan dalam pertandingan yang disaksikan 64.478 penonton tersebut.

Kolombia sebenarnya tampil lebih agresif dan beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya. Namun, Diogo Costa menjadi sosok yang sulit ditembus. 

Penjaga gawang berusia 26 tahun itu membukukan enam penyelamatan, termasuk dua penyelamatan dari situasi tembakan di dalam kotak penalti. Ketenangannya membaca arah bola dan kecepatan reaksinya membuat para penyerang Kolombia frustrasi sepanjang laga.

Situs rating ternama, Sofascore, bahkan mencatatkan nilai 8,5 atau tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil. Statistik goals prevented sebesar 0,7335 menunjukkan bahwa ia mampu menggagalkan peluang yang secara statistik berpotensi menjadi gol. 

Sementara angka keeper save value mencapai 0,6341, menegaskan kualitas penyelamatan yang dilakukan pada momen-momen penting.

Bukan hanya piawai menghentikan tembakan lawan, Costa juga tampil tenang dalam mengendalikan area pertahanannya. Ia mencatatkan enam ball recoveries, satu sapuan, serta memenangkan satu duel yang dihadapinya. 

Komunikasinya dengan lini belakang membuat para bek Portugal tampil lebih percaya diri meski terus mendapat tekanan dari Kolombia, terutama pada babak kedua.

Dalam situasi bola mati maupun serangan balik lawan, Costa juga menunjukkan pengambilan keputusan yang matang. Ia tahu kapan harus keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola dan kapan tetap bertahan di garis gawang. 

Beberapa kali ia sukses menutup sudut tembak penyerang Kolombia sehingga peluang berbahaya berubah menjadi penyelamatan yang terlihat relatif mudah.

Kontribusinya juga terasa saat Portugal membangun serangan dari belakang. Costa menyelesaikan 15 dari 19 operan, termasuk 13 dari 14 umpan di area pertahanan sendiri. 

Akurasi tersebut membantu Portugal keluar dari tekanan tinggi yang diterapkan Kolombia. Dari tujuh umpan panjang yang dilepaskannya, tiga di antaranya tepat sasaran untuk membuka ruang serangan.

Sepanjang pertandingan, Costa melakukan 32 sentuhan bola dan hanya empat kali kehilangan penguasaan. Ia juga membawa bola sejauh hampir 29 meter melalui lima kali ball carry, memperlihatkan ketenangan dalam menguasai bola meski berada di bawah tekanan lawan.

Penampilan konsisten Costa juga tercermin dari statistiknya sepanjang turnamen. Dalam tiga pertandingan fase grup, ia membukukan dua clean sheet dan hanya kebobolan satu gol. 

Catatan tersebut menjadi modal berharga bagi Portugal menjelang fase gugur, ketika setiap kesalahan bisa berakibat fatal.

Hasil imbang melawan Kolombia memang membuat Portugal harus menghadapi lawan yang lebih berat di babak 32 besar. 

Namun, performa Diogo Costa memberikan keyakinan bahwa Selecao das Quinas memiliki benteng terakhir yang mampu menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan ketat. 

Dengan refleks, ketenangan, dan distribusi bola yang konsisten, Costa menunjukkan mengapa dirinya pantas disebut sebagai salah satu kiper terbaik di Piala Dunia 2026.

Berdasarkan data dan fakta di atas, tidak berlebihan jika penghargaan Player of the Match versi TVRI Sport jatuh ke tangan Diogo Costa. 

Saat lini depan Portugal gagal mencetak gol, sang penjaga gawang justru menjadi pahlawan yang memastikan timnya tetap membawa pulang satu poin. 

Dalam turnamen seketat Piala Dunia, performa seperti inilah yang sering kali menjadi fondasi perjalanan sebuah tim menuju babak-babak akhir.